
Zaman dulu diceritakan ada seorang anak yang berasal dari keluarga kaya raya. Anak tersebut menderita sakit panas yang sangat tinggi selama berhari-hari, tenggorokannya pun bengkak sehingga mengakibatkan anak tersebut tidak bisa lagi berbicara atau bisu.Ketika itu, anak tersebut baru menginjak usia lima tahun. Pada mulanya anak tersebut masih bisa berbicara Namun, ketika usianya menginjak empat tahun, tiba-tiba dia diserang penyakit panas yang tinggi dan tenggorokannya membengkak. Akhirnya, anak orang kaya raya tersebut tidak bisa lagi berbicara atau bisu. Konon, setelah anak tersebut meminum banyu batuah yang berasal dari puncak Pegunungan Bajuin, penyakit anak tersebut bisa disembuhkan dan ia pun bisa berbicara lagi.Kesembuhan anak orang kaya raya tadi bermula dari cerita turun-temurun tentang orang tua dan keluarganya yang sudah ke sana kemari mencari obat untuk kesembuhannya. Akan tetapi, penyakit anak tersebut malah makin bertambah parah. Hingga suatu malam, ayahnya bermimpi ditemui seorang kakek. Kakek itu mengatakan bahwa anaknya dapat disembuhkan dengan meminum banyu batuah.Keluarga yang terpandang dan kaya raya itu tinggal di sebuah kampung yang cukup jauh dari Kampung Bajuin. Orang kaya tersebut dikenal sebagai orang yang sangat dermawan dan suka menolong kepada siapa pun yang meminta bantuan. Keluarga ini terkenal ringan tangan serta ramah tamah terhadap siapa pun.Kedermawanan orang kaya itu juga dirasakan di kampung sebelahnya. Orang kaya tersebut suka membagi-bagikan makanan kepada orang yang tidak mampu. Pernah suatu ketika orang kaya itu ke kampung sebelah mencari tabib untuk mengobati penyakit anaknya yang tidak kunjung sembuh. Mereka bertemu dengan seorang laki-laki tua yang kelaparan. Orang kaya itu pun langsung membagikan bekal yang dibawa dari rumah. Dia rela tidak makan dan menyerahkan bekal makanannya kepada orang tua itu. Sungguh sifat dermawan dan suka menolong tanpa pamrih yang patut kita tiru dan dijadikan suri teladan bagi kita semua.Keluarga itu mempunyai seorang anak laki-laki yang berusia lima tahun. Namun, anak tersebut tiba-tiba terserang penyakit yang mengakibatkan ia tidak bisa lagi berbicara atau bisu. Penduduk yang tinggal di sekitar keluarga kaya raya ini pun ikut prihatin atas musibah yang menimba keluarga tersebut serta merasa iba dan kasihan atas penderitaan yang dialami anak kecil itu. Anak itu merupakan anak saudagar kaya. Anak saudagar yang lain adalah perempuan. Jadi, anak kecil yang sakit itu merupakan anak laki-laki satu-satunya saudagar kaya tersebut.Anak laki-laki keluarga kaya itu terlahir sebagai anak yang normal dan sehat dan tidak memiliki kekurangan sedikit pun. Ketika usianya mulai bertambah, anak tersebut tidak menunjukkan kesulitan berbicara. Hingga ketika anak laki-laki itu menginjak usia lima tahun, dia mengalami panas tinggi. Tenggorakan anak laki-laki itu juga bengkak sehingga membuat dia tidak bisa berbicara lagi.Orang tua kaya itu sangat menyayangi anak lakilakinya tersebut. Apapun keinginan anak itu selalu dikabulkan. Saudara perempuannya juga sangat mencintainya karena dia satu-satunya saudara lakilaki di keluarga itu. Setiap hari mereka selalu bermain dan bercanda bersama. Hingga penyakit panas tinggi datang menyerang anak laki-laki itu. Hal ini membuat semua keluarga dirundung sedih, terutama orang tuanya yang selama ini selalu menjaga dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.Sementara itu, pembicaraan masyarakat sekitar tempat tinggal saudagar kaya tersebut menganggap bahwa anak kecil itu terkena guna-guna dari orang yang sakit itu merupakan anak laki-laki satu-satunya saudagar kaya tersebut.