Lelaki Pilihan Ibu

Lelaki Pilihan Ibu
Bab 10


__ADS_3

"Dik kenapa dik?ada apa?"(ucap Hasya).


"Sya gw mau jemput mala.ibunya Mala meninggal di rumah sakit.gw duluan sya?"(ucap Dika beranjak pergi).


"Iya dik".


"bener kata mamah Mala gak bisa di hubungi"(gumam Dika di dalam mobil).


sesampainya di kampusnya Mala ia melihat seorang security yang menghampirinya."Maaf mas cari siapa ya?"(ucap seorang security yang sambil memegang pentongan).


"Saya mau cari Mala dia kelasnya di mana ya?"(ucap Dika melihat security itu).


"Ada keperluan apa sama neng Mala mas?".


"begini pak tadi itu orang tua saya nelfon saya kata beliau ibunya Mala meninggal di rumah sakit makannya saya mau samper dia pak".


"ohh..".


"neng Mala kelasnya ada di lantai 2 ruangan di sebela pintu itu tuh"(ucap security itu sambil menunjuk ke sebuah ruangan).


"yang pintunya warna biru bukan pak?"(ucap Dika sambil melihat ke arah yang ditunjuk oleh bapak security itu).


"Nah iya di situ mas.tapi sebelum ke situ masnya izin ke guru Piket dulu ya?"(ucap security itu).


"iya pak makasih ya pak?"(ucap Dika).


"Eh mala lihat deh tuh ada cowo ganteng banget tinggi lagi"(ucap Jihan menunjuk ke arah lelaki itu).


"Ha..Mas Dika.ngapain mas Dika ke sini ada apa ya?"(gumam Mala dalam hati).


"woi Mala lu dengerin gw gak sih"(ucap Jihan membuat Mala buyar dari lamunannya).


"Eh cowo ganteng itu Deket ke arah kita Mala aduhhh...Mala gimana penampilan gw rapih gak?"(ucap Jihan sambil merapikan rambut dan pakaiannya).


"Mala ayo kita pulang aku udah izinin kamu ke guru piket tadi?"(ucap Dika).


"Emangnya ada apa mas Mala di suruh balik?"(ucap Mala bingung).


"nanti aku ceritain yang penting kita pulang dulu yu?"(ucap Dika menarik tangan Mala).


"Ha..cowo itu kenal sama Mala apa dia kakaknya mala.tapi setau gw mala gak pernah cerita kalao dia punya kakak seganteng ini"(ucap Jihan melihat laki-laki itu dari atas sampai bawah).


"Yaudah aku ambil tas aku dulu di kelas mas?"(ucap mala beranjak pergi ke kelasnya).


"hemm.. jangan lama-lama ya?"(ucap Dika menganggukkan kepalanya).

__ADS_1


mereka pergi ke parkiran dan masuk ke dalam mobil yang Dika bawa biasanya."Mas ada apa sih?"(ucap Mala melihat dika).


"ibu kamu.."(sebelum Dika menuntaskan pembicaraannya mala memotong pembicaraannya).


"ibu..ibu kenapa mas?apa yang terjadi sama ibu mas?"(ucap Mala memandang Dika penasaran).


"Ya Allah aku jadi gak tega lihat wajahnya bengkak cuma gara-gara menangis"(gumam Dika dalam hati).


"Mas..".


"ibu kamu.. meninggal Mala.ibu kamu masih di rumah sakit kita ke rumah aja soalnya jenazahnya lagi otw ke rumah duka"(ucap dika).


"apa mas?ibu meninggal?gak.gak mungkin mas gak mungkin hikss..hikss.."(ucap Mala sambil menangis tersedu-sedu).


"yang sabar Mala"(ucap Dika menenangkan istrinya).


"mas..gak mungkin kan ini hanya mimpi kan mas?hikss..hikss"(ucap Mala tidak percaya ia menampar pipinya sendiri).


sesampainya di rumah pak Mail mereka memarkirkan mobilnya di tempat yang kosong.ia melihat baru saja mobil jenazahnya lewat di samping mereka.mala yang melihat keranda yang digotong oleh beberapa orang tiba-tiba Mala jatuh pingsan."Mala.. astaghfirullah alazim"(ucap Dika mengendong Mala).


"Mas Dika bawa ka Mala ke dalam aja ka sini?"(ucap Mesya adiknya Mala).


Dika yang mendengarnya langsung membawa Mala ke sebuah kamar yaitu kamar Mala sebelum Mala pindah tinggal bersama Dika."ka Dika Mesya ke belakang dulu ya mau buatkan teh hangat buat ka Mala?"(ucap mesya).


"iya sya makasih ya?"(ucap Dika menaruh Mala di atas kasur).


"Eh mamah.iya mah"(ucap Dika sambil mengoleskan minyak angin itu ke hidung mala).


"eh ada tante serly toh.ini ka teh hangatnya?"(ucap Mesya sambil menaruh tehnya ke atas meja).


"iya sya apa kabar?"(ucap Bu Serly).


"Alhamdulillah baik bu.yaudah Tante ka Dika Mesya ke luar dulu ya?"(ucap Mesya).


"iya makasih ya Sya?"(ucap Dika).


"yaudah Dika mamah ke depan dulu ya?"(ucap Bu serly kepada anaknya Dika).


"iya mah"(ucap Dika masih duduk di ujung kasur dekat Mala).


"Heeee...Ibu kenapa ibu ninggalin Mala secepat itu sih Bu?"(ucap Mala menangis tersedu-sedu).


"Mala yang sabar ya? diminum dulu yu teh hangat nya?"(ucap Dika membantukan Mala duduk).


***

__ADS_1


"Jih Mala kemana?"(ucap Tasya melihat ke arah meja Mala yang tidak ada Mala).


"tadi dia izin pulang di jemput sama kakaknya"(ucap Jihan).


"kakak? emangnya Mala punya kakak setau gw dia anak pertama loh"(ucap Tasya bingung).


"ya gitu deh soalnya tadi Mala manggilnya mas..mas gitu"(ucap Jihan masih fokus menulis pelajaran yang dosen tulis di papan tulis).


"Yang jemput Mala laki-laki?"(ucap Tasya melihat ke arah Jihan).


"iya bener kok lu tau tas?"(ucap Jihan penasaran).


"lu taukan kalo Mala udah nikah?"(ucap Tasya bertanya kembali).


"iya gw tau"(ucap Jihan).


"BERARTI LAKI-LAKI ITU SUAMINYA!"(ucap mereka berdua).


semua seisi kelas melihat ke arah mereka berdua begitu juga dengan dosennya."Jihan Tasya apa-apaan kalian ini saya suruh kalian mencatat yang sudah saya tulis di papan tulis bukannya mengobrol"(ucap pak dosen memarahi mereka berdua).


"ba..baik pak"(ucap mereka berdua).


"Yasudah cepat tulis masih ada materi lain yang mau bapak jelaskan"(ucap pak Dosen).


selesai kuliah mereka berdua menelfon Mala ia yang mendengar kabar ibunya Mala meninggal ia langsung pergi ke rumahnya Mala.


"Mala"(ucap Tasya dan Jihan).


"Maafin ibu gw ya tas,jih?"(ucap Mala langsung memeluk mereka berdua).


"yang tabah ya Mala kita selalu ada buat Lo kok?"(ucap Tasya).


"iya mal kita selalu ada kok buat lo"(ucap Jihan).


"makasih ya kalian udah dateng ke sini?"(ucap mala).


"iya sama-sama"(ucap mereka berdua).


tak lama kemudian jenazah di bawa ke mushola dekat rumahnya untuk disholatkan.selesai di solatkan jenazah di bawa ke tempat pemakaman umum yang tidak begitu jauh dari rumahnya.selesai pemakaman warga-warga yang ikut menguburkan semua kembali ke rumahnya masing-masing."Mala kita pamit pulang dulu ya?"(ucap jihan).


"iya makasih ya?"(ucap Mala).


Mala mengantar mereka berdua sampai pintu pemakaman.mala kembali ke pemakaman ibunya."sayang kamu yang sabar ya papah sama mamah pamit pulang dulu ya?nanti habis magrib papah sama mamah ke rumah kamu lagi ya?"(ucap pak Daniel).


"iya pah mah"(ucap Mala).

__ADS_1


**jangan lupa dukung terus novel ini dan jangan lupa beri Vote,Like,and comennya juga ya? makasih 🙏


😍😘😘**


__ADS_2