
"sayang.kamu pasti capekan bagaimana kalau kita mampir beli makanan dulu?sekalian buat orang-orang di rumah juga?"(ucap Dika sambil memegang pundak Mala).
"aku sih terserah kamu aja mas"(ucap Mala).
"kamu tunggu di sini aja ya sayang?"(ucap Dika melepaskan sabuk pengamannya).
"hemm"(ucap Mala hanya berdehem).
sudah setengah jam lewat Dika tak kunjung kembali juga Mala keluar dari mobilnya dan masuk ke sebuah rumah makan itu.saat Mala ke dalam rumah makan itu dia tidak melihat Dika ada di rumah makan itu."mas Dika kemana kok gak ada di sini?"(gumam Mala dalam hati).
"ada yang bisa saya bantu mba?"(ucap seseorang karyawan Lestoran).
"mba apa ada laki-laki tingginya segini, kulitnya putih rambutnya lurus kaya orang Korea gitu mba?"(ucap Mala memberi tahu ciri-ciri Suaminya).
"maksud mbanya yang kaya begitu?"(ucap seorang karyawan yang menunjuk ke arah kursi yang di sana ada suaminya dengan seseorang perempuan).
"Mas Dikaaa..heeee..😡😡"(ucap Mala kesal).
Mala tidak mau membuat keributan di dalam Lestoran itu akhirnya ia kembali kedalam mobil."Ya Allah kenapa engkau memberi cobaan ini ya allah.bu maafin Mala ya Bu yang belum bisa memberikan ibu seorang cucu"(gumam mala dalam mobil).
Mala melihat Dika keluar dari Lestoran itu dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi makanan.mala cepet-cepet menghapus air matanya yang mengalir di pipinya."Maaf ya aku lama?"(ucap Dika sambil menaruh makanannya di kursi belakang).
Mala sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari dika.dika melihat Mala sedari tadi ia menatap ke luar jalanan."sayang kamu kenapa sih?"(ucap Dika memegang pundak Mala).
Mala langsung menggerakkan pundaknya tanda tidak mau di sentuh.dika yang melihat kelakuan Mala langsung mendadak memberhentikan mobilnya."kamu itu kenapa sih?kalo ada masalah ngomong sama aku?"(ucap Dika memegag kedua pundak Mala).
"Lepasin mas.aku lagi gak mau ribut ya"(ucap Mala sambil menyingkirkan tangan Dika dari pundaknya).
"gak kamu harus jawab dulu pertanyaan aku.kamu kenapa kaya begini hemm?"(ucap Dika sambil melihat ke arahnya).
"Jalankan mobilnya mas?"(ucap Mala masih fokus melihat ke arah luar).
Mala langsung keluar dari mobil dan menaiki sebuah taksi.
"Loh mba kok naik taksi mas Dika kemana mba?"(ucap Mesya melihat ke arah Mala).
"mas Dika masih di jalan tadi aku pulang duluan pas mas Dika membeli makanan di Lestoran tadi.udah ya Mesya kakak cape kakak mau istirahat di kamar dulu"(ucap Mala beranjak pergi ke kamarnya).
"Mesya kakak kamu ke mana?"(ucap Dika melihat ke arahnya).
__ADS_1
"mba Mala di kamarnya ka.tadi dia bilang katanya dia mau istirahat di kamar"(ucap Mesya).
"yaudah.oh iya Mesya kakak minta tolong dong tolong bawain makanan yang ada di dalam mobil ini koncinya?"(ucap Dika sambil memberikan konci mobilnya).
"iya ka"(ucap Mesya beranjak ke mobil kakak iparnya itu).
Dika masuk ke kamarnya Mala ia melihat Mala sedang tertidur di atas ranjangnya."sayang kamu ini kenapa sih kamu lagi gak enak badan?aku bawa kamu ke rumah sakit ya kalo kamu sakit?"(ucap Dika mengelus pipi mala).
"ka.ka Dika?"(ucap Mesya dari luar kamar).
"iya sya"(ucap Dika membuka pintu kamarnya).
"ini Ka koncinya"(ucap Mesya menyodorkan konci mobil).
"makasih ya Sya?"(ucap Dika).
"oh iya ka Mala gimana ka?apa ka Mala sakit?"(ucap Mesya).
"kakak juga gak tau sya dari tadi kakak kamu tidak mau ngomong sama kakak"(ucap Dika).
"mungkin ka Mala masih mikirin ibu kali ka.ka Dika yang sabar ya ka ngandepin ka Mala?"(ucap Mesya).
"iya sya"(ucap Dika).
"ka Mala kenapa?kakak lagi sakit ya?"(ucap Mesya melihat ke wajah kakaknya).
"apaan sih kamu liatin kakak kaya begitu?gak kakak gak apa-apa kok"(ucap Mala langsung duduk di meja makan).
"Halo iya tas ada apa?"(ucap Mala mengangkat ponselnya).
"MALAAAA...".
"Astaga Tasya kamu ini kenapa sih bikin telinga gw sakit aja".
"iya maaf-maaf deh".
"ada apa?".
"la lo kapan masuk?tiga hari lagi ujian kelulusan Lo kapan masuknya?".
__ADS_1
"besok gw masuk ya kalian gak usah pada berisik ok?".
"ok sip Mala See you".
"ih geli ah dengernya alay tau gak".
"darah gw mau mandi dulu".
"Bapak,Mesya besok Mala harus kuliah jadi Mala pulang dulu ya?"(ucap Mala pamit kepada mereka berdua).
"iya ndo hati-hati di jalan ya?(ucap pak Mail).
"Dika pamit ya pak sya?"(ucap Dika sambil mencium tangan pak Mail).
sesampainya di rumah mereka berdua masuk ke kamarnya masing-masing.mala mendengar ada suara pintu yang diketuk."iya sebentar"(ucap Mala dari dalam rumahnya).
"eh mamah loh papah kemana mah ga ikut?"(ucap Mala sambil mencium tangan Bu serly).
"papah gak bisa ikut soalnya papah masih banyak tugas di kantornya jadi gak bisa dateng deh.oh iya Mala mamah mau menginap di sini?"(ucap Bu serly).
"aduh gimana ini mana kita tidur pisah kamar lagi kalo ketahuan sama mamah bisa berabe ini"(ucap Mala dalam hati).
"i..iya mah gak papa"(ucap Mala).
"oh iya Dika kemana?"(ucap mamahnya duduk di sofa ruang tamu).
"ada di kamar mah sebentar ya mah Mala panggilin mas Dika dulu ya?"(ucap Mala beranjak pergi ke kamar atas).
Mala membuka pintu kamar Dika tanpa mengetuk pintu kamar.dika yang melihat mala masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintunya membuat Dika penasaran."ada apa kamu masuk ke kamar aku apa kamu sudah siap untuk menjalankan kewajiban seorang istri?"(ucap Dika begitu pedenya sambil menekuk kedua tangannya di atas dadanya).
"Geer banget kamu ya mas.aku masuk itu karena di bawah ada mamah aku bingung mas.mamah mau menginap di sini ini gimana mas?"(ucap Mala).
mereka berdua turun ke bawah mereka berdua melihat di ruang tamu tidak ada mamahnya ia melihat mamahnya di kamar mala."nak apa kalian pisah ranjang?"(ucap Bu serly melihat mereka tajam).
"ehhh..aku.."(ucap Mala terbata-bata).
"enggak kok mah kami tidur seranjang"(ucap Dika).
"tapi kenapa pakaian Mala ada di bawah?"(ucap Bu serly).
__ADS_1
"Mala kalo menggosok pakaiannya emang di situ mah makannya pakaiannya mala ada di situ gitu mah"(ucap Dika menjelaskan ke mamahnya).
YU GUYS DUKUNG TERUS YA CERITAKU INI DAN JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AUTHOR DENGAN CARA MEMBERIKAN VOTE,LIKE AND KOMEN YANG SEBANYAK-BANYAKNYA 👌 MAKASIH