
“ pertunjukan kembang api? ” kata Hayashi dengan wajah datar seakan-akan tidak tertarik, namun di dalam hatinya dia sangat tertarik akan pertunjukan kembang api itu. karena mengingatkan padanya tentang kebersamaan, bersama teman-teman dan kakaknya.
“ iy..kalau begitu aku pulang dulu ya,
Hayashi. ” kata Miya sambil beranjak pergi.
Hayashi hanya memandang Miya dengan tatapan sedih, karena perkataan Kazuya, kalau Miya menyukainya.
bagaimanapun juga dia sama sekali tak memiliki ketertarikan pada wanita karena pengkhianatan pada seseorang.
“ aku harus membuang perasaan ini mau tidak mau karena aku tak ingin membahayakan orang sekitar ku. ” kata Hayashi sambil menggenggam erat kalung pemberian kakaknya itu.
“ dan, meminta penjelasan. ” lanjutnya dan pergi.
*****
pagi telah tiba. semua orang mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing, suara riuh para warga dan para binatang sudah mulai terdengar.
Hayashi ternyata sudah bangun lebih awal bahkan saat matahari belum terbit.
saat ini dia sedang berada di rumahnya, hubungan antara Hayashi dan keluarganya mulai membaik.
Hayashi terlihat termenung dan lamunannya buyar,karena suara seorang wanita.
“ Hayashi, kau sudah bangun belum, kalau sudah ayo makan ibu sudah menunggu di bawah. ” kata wanita itu, yang tak lain dan bukan adalah Saori.
“ aku akan segera kesana. ” jawab Hayashi dengan nada dingin.
seketika kamarnya kembali sunyi hingga ada seorang pria aneh masuk tanpa diketuk dan membuat Hayashi emosi.
“ Hayashi, hahahaha....adik ku yang paling imut dan tampan, ternyata kau sudah bangun, ayo mak- ” belum selesai sang pria aneh itu menyelesaikan perkataannya. sebuah tonjokkan mendarat diantara hidung, muka, dan bibir.
__ADS_1
“ jangan pernah berkata hal-hal yang menjijikkan seperti itu lagi! ” kata Hayashi dengan pandangan dingin, membuat pria aneh itu yang tak lain dan bukan adalah Shin, kakak ketiga Hayashi merinding ketakutan.
“............ ”
Shin hanya bisa diam karena pandangan mengerikan itu.
saat Hayashi turun bersama Shin, semua orang langsung menangkap sikap aneh, Shin. dia terlihat termenung dengan keringat dingin yang bercucuran bak air terjun.
tapi, mereka segera mengetahui kalau saat mereka melihat Hayashi dengan keadaan marah, dan memilih untuk tidak berkata apa-apa.
mereka tahu Hayashi adalah orang yang cukup emosian, karena pengalaman masa lalunya.
“ kau bahkan galak pada kakakmu sendiri Hayashi, bisakah kau sedikit lembut, kau tahu wajahmu yang tampan itu akan terbuang sia-sia karena kau selalu terlihat marah. ” tiba-tiba sebuah suara sedikit membuat Hayashi kaget, namun dia segera menyadari kalau itu adalah salah satu dari enam dewa kuno, Yamazhi sang dewa peracik obat.
“ aku mempunyai alasan tersendiri mengapa aku bersikap seperti itu. ” kata Hayashi dalam pikirannya.
“ baiklah, baiklah, ngomong-ngomong, bagaiman latihan mu bersama sang pemimpin Ras Elf itu, apakah menyenangkan. ” gumam Yamazhi dia sengaja menggoda Hayashi.
seketika terlihat urat syaraf di kening Hayashi💢.
“ ahahahha.....baiklah, baiklah, aku takkan membicarakan itu lagi. tapi ada hal yang ingin kau lakukan! ” gumam Yamazhi dengan nada serius. mendengar Nada Yamazhi yang serius, Hayashi langsung memasang wajah serius.
“ aku ingin kau berlatih semua elemen yang kau milik itu, terlebih lagi kau punya cahaya jiwa yang berkarakteristik. ” kata Yamazhi.
Hayashi pun sontak saja kaget sampai hampir tersedak makanan yang dia makan.
uhuk...uhuk...uhuk....
“ Yamazhi-san, kau jangan bercanda!, tidak mungkin aku punya cahaya jiwa yang berkarakteristik! ” kata Hayashi.
“ hah...kau tak percaya!, kau sendiri yang bilang kalau tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini!, lalu sekarang kau lupa dengan apa yang kau katakan sendiri!, dasar bocah idiot! ” kata Yamazhi dengan nada tinggi.
__ADS_1
setelah Yamazhi mengatakan itu, Hayashi terlihat termenung, dan akhirnya dia menemukan jawaban nya. dia hanya perlu bertanya pada kakeknya itu.
Hayashi pun langsung pergi, “ Hayashi kau ingin kemana! ” kata Saori yang terkejut karena Hayashi tiba-tiba pergi.
“ aku ingin bertemu kakek! ”
***
saat ini Hayashi telah sampai di sebuah goa, tempat dimana Imura dan Nagami, sedang melakukan latihan tertutup.
“ hah...hah...hah....”
“ apa kau yakin ingin menemui mereka, saat sedang latihan tertutup. ” ucap Yamazhi sambil melayang di samping Hayashi.
“ mereka hanya membual, saat ini aku harus menjadi kuat agar bisa mengalahkan orang-orang yang berencana untuk menyerang desa Basara dan Klan Harugawa, takkan kubiarkan mereka lolos! ” kata Hayashi, dengan tatapan penuh semangat walaupun tertutupi oleh pandangan dingin nya itu.
Hayashi pun langsung masuk dan mendapati mereka berdua sedang bertengkar,
“ apa maksud perkataanmu tadi hah....dasar tua Bangka Belitung!!!! ”
“ berhenti memanggil ku dengan sebutan " tua bangka belitung " dasar kau cacing tanah!! ” jawab Imura yang tidak mau kalah.
“ DIAMM!!!!!!!!!....... ”
***
“ jadi kau ingin mengetahui kenapa cahaya jiwamu berkarakteristik? ” jawab Nagami dengan muka bonyok.
Hayashi tanpa menjawab apapun dan hanya mengangguk kepalanya.
“ itu mungkin karena, kau memiliki darah campuran dari 11 Ras utama. ” gumam Imura yang keadaan sama dengan Nagami.
__ADS_1
“ tapi, aku juga bisa merasakan kalau aku memilki seluruh elemen. ” gumam Hayashi.
sontak saja mereka berdua kaget bukan main. karena setiap individu memang memiliki elemen masing-masing namun tidak semuanya kadang ada dua, kadang ada tiga, kadang ada empat, dan kadang lima. orang yang memiliki lima element saat ini adalah hal yang sangat langka, terlebih lagi orang-orang yang memiliki lima element populasi mereka semakin menurun.