Lga Bisa

Lga Bisa
Chapter 31 : Emma Harugawa


__ADS_3

“ hei apa kau sudah tahu kalau akhir-akhir ini banyak sekali warga Desa Basara yang dibunuh, katanya itu adalah kelompok pembunuh. ”


“ kelompok pembunuh? kelompok apa itu? ”


“ kelompok itu adalah kelompok yang menyewa para pembunuh handal, mereka membunuh dengan sangat kejam. dan kebanyakan yang mereka bunuh adalah orang-orang yang sangat licik. ”


Hayashi yang mendengar perkataan para murid itu heran.


“ kelompok pembunuh....?! ” batin Hayashi.


“ hei, Hayashi! kenapa kau melamun? ” tiba-tiba Kazuya datang yang membuat Hayashi terkejut bukan main.


“ bisakah kau tidak muncul secara tiba-tiba, dasar otak cabul! ” ucap Hayashi dengan urat syaraf yang terlihat di pipinya.


“ hehehehe.... maaf-maaf aku tidak sengaja, ngomong-ngomong apa kau tahu saat ini kelompok pembunuh telah meneror Desa Basara. katanya mereka hanya membunuh orang yang licik. ” Ucap Kazuya.


“ aku sudah tahu akan hal itu, memangnya darimana kelompok itu berasal? ” tanya Hayashi tanpa Ekspresi.


“ entahlah, tapi banyak sekali yang beranggapan kalau kelompok itu merupakan dari bawahan Kerajaan Anggrek merah. ” jawab Kazuya.


Hayashi hanya terdiam saat mendengar jawaban Kazuya, namun jauh di dalam lubuk hatinya dia masih memikirkan tentang firasat buruknya. hingga dia memutuskan untuk mencari informasi lebih dalam tentang kerajaan Anggrek merah.


____--------_____-----________----___


hari mulai mengelap, Namun Hayashi belum tidur sama sekali, dia akhirnya bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke perpustakaan Klan Harugawa.

__ADS_1


perpustakaan Klan Harugawa tetap buka sampai tengah malam. saat Hayashi masuk dia melihat keadaan yang sepi. karena kepribadiannya yang dingin dan penyendiri membuatnya merasa ini adalah tempat yang sesuai dengan kriterianya. tenang dan senyap.


dia langsung naik ke lantai paling atas.


setelah naik dia pun langsung mencari-cari buku yang dicari, hingga dia menemukannya, saat dia ingin meraih secara bersamaan seorang wanita berambut hitam panjang dan mata berwarna merah, biru sedang menatap Hayashi, dan Hayashi juga menatap wanita itu dengan tatapan yang sama.


“ Emma...?! ”


“ Hayashi......?! ”


mereka mengatakan nama lawan jenisnya secara bersamaan.


“ Emma kenapa kau berada di sini? ” ucap Hayashi dengan nada terkejut tapi tetap memasang wajah datar.


“ bukan itu maksudku! kenapa kau ada di wilayah Klan Harugawa? ” ucap Hayashi.


dia heran, kenapa Emma ada disini? dia, ’kan bukan salah satu anggota Klan Harugawa. itulah yang terpikirkan oleh Hayashi.


“ oh...aku lupa memberitahumu, ayahku adalah penjaga keamanan Klan Harugawa, marga, ’ku sebenarnya adalah, Emma Harugawa. ”


***


pagi telah kembali menyinari dunia ini, burung berkicauan, suara riuh masyarakat Desa Basara sudah kembali terdengar.


di sebuah kamar seorang bocah berusia 4 tahun sedang berusaha bangun dari tempat tidurnya. setelah berusaha mati-matian dia akhirnya bangun.

__ADS_1


“ badanku pegal sekali! ” ucap bocah itu sambil memengangi punggungnya yang sedang menjerit kesakitan.


KRAAAKKKK!!!


sebuah suara yang terdengar sangat ngilu.


“ sial..sial...sakit sekali! pantas saja kakek selalu mengeluh saat sakit punggung. ” ucap bocah itu yang tak lain adalah Hayashi.


setelah beberapa menit menahan rasa sakit itu akhirnya mulai mereda. Hayashi pun langsung teringat tentang pertemuan-Nya dengan Emma.


kemarin malam


“ apa kau bilang?! ” ucap Hayashi sambil melebarkan mulutnya.


“ E...E...Em...Emma Harugawa, kenapa kau tidak memberitahukan akan perihal itu?! ” ucap Hayashi dengan nada tinggi.


“ untuk apa aku memberitahumu, lagipula ayah, ’ku menyuruh, ’ku untuk melindungi, ’mu. ” ucap Emma dengan wajah dingin.


“ melindungi, ’ku? kenapa? ” tanya Hayashi.


“ kau akan mengerti suatu saat nanti, lagipula kau adalah anak yang istimewa. ” ucap Emma sambil beranjak pergi dan menghilang entah kemana.


kembali ke alur cerita


“ anak yang Istimewa....?! ”

__ADS_1


__ADS_2