
“ Anak yang istimewa? ” gumam Hayashi.
Saat ini Hayashi masih memikirkan perkataan Emma yang mengatakan bahwa dirinya adalah anak istimewa, dia tidak mengerti maksud perkataan Emma.
Saat sedang melamun, tiba-tiba suara dari luar kamarnya membuatnya tersadar.
“ Hayashi apa kau sudah bangun? ” Tanya suara itu yang terdengar sangat keibuan.
Hayashi langsung tersadar dan menjawab pertanyaan pemilik suara itu.
“ Aku sudah bangun, bu! ” Jawabnya dengan lantang.
“ Ya sudah sebaiknya kau mandi, dan sarapan. ” Kata suara itu yang tak lain dan bukan adalah Layla, ibu Hayashi.
“ Baik! ”
Setelah Hayashi mengucapkan kalimat tersebut, sudah tak terdengar lagi suara Layla, yang terdengar adalah suara langkah seseorang berjalan pergi.
Setelah memastikan ibunya sudah pergi, diapun langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Saat semua sudah selesai, Hayashi langsung menuju ke akademi. Namun saat di pertengahan jalan, Hayashi melihat Emma yang sedang berjalan seorang.
Hayashi mendekati Emma dan menyapanya.
__ADS_1
“ Hai, Emma! ” ucap Hayashi dengan raut wajah datar.
“ Hai juga! ” jawab Emma tanpa menoleh ke arah Hayashi, dia juga memasang wajah datar yang hampir mirip dengan Hayashi.
Terjadi kecanggungan di antara mereka berdua, hingga Hayashi membuka topik.
“ Oh, ’ya Emma. Apa maksud dari perkataan, ’mu yang mengatakan bahwa ' aku adalah anak yang Istimewa ' ? ”
Emma berhenti dan menengok ke arah Hayashi, dia bingung ditambah lagi dia menengok ke kanan dan ke kiri.
Setelah merasa keadaan kondusif, Emma segera menarik lengan kanan Hayashi dan menariknya ke sebuah tempat kosong.
Mungkin sebagian orang akan salah paham dengan kelakuan Emma tapi bagi Hayashi dia sama sekali tak pernah berpikir semacam seperti itu.
“ Aku ingin memberitahu, ’mu beberapa hal. tapi kau harus ingat kau harus menyembunyikan hal ini dari siapapun mengerti? ” Gumam Emma dengan nada yang sangat pelan.
Hayashi tak menjawab dia hanya mengangguk kepalanya dengan wajah seakan tak tertarik namun dari lubuk hatinya yang terdalam ia merasa aneh, sepertinya pembicaraan ini adalah pembicaraan yang serius.
“ Aku adalah anggota dari kelompok. Fallen angels. ”
**
Saat ini matahari telah terbenam yang sebentar lagi akan digantikan oleh bulan malam yang menemani manusia beristirahat.
__ADS_1
Ditengah-tengah jalan desa yang saat ini mulai sepi. Hayashi pun sedang melangkah ke arah sebuah perpustakaan.
Flashback
“ Fallen angels, kelompok itu bukannya kelompok yang merupakan salah satu anak buah Klan Magasaki bukan? ” ucap Hayashi dengan nada tinggi.
“ Memang benar, tapi kebanyakan dari Fallen angels telah keluar bukan lagi anak buah Klan Magasaki. Mungkin sekitar 70 persen dari mereka keluar dan sisanya masih setia pada Klan Magasaki. ” Jawab Emma.
Flashback off
“ Sebenarnya sebanyak apa anak buah Klan Magasaki? ” Gumam Hayashi sambil mengerutkan keningnya.
Setelah sampai di perpustakaan Desa Basara, ia langsung masuk dan menuju ke lantai atas.
Tepat dimana lantai itu menyimpan banyak sekali buku-buku penting yang sudah tak dibaca lagi, dan buku umum.
Setelah mencarinya dengan waktu yang cukup lama, Hayashi akhirnya langsung menemukan Buku yang ia cari, tanpa pikir panjang ia langsung mengambilnya dan membuka buku itu yang sudah sangat berdebu.
‘’ Bacanya serius sekali, Hayashi. ‘’ muncullah seorang pria berambut putih panjang sambil melayang datang secara tiba-tiba.
‘’ Diamlah! lagipula saat ini aku ingin mencari informasi tentang Klan Magasaki. ‘’
‘’ ‘’ ‘’ ‘’
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote