
“TENG... TENG... TENG... TENG...”
Suara lonceng bergema di sekitar sekolah itu.
Ribuan siswa mulai memasuki kelasnya masing-masing. Beberapa yang berlarian, beberapa lagi tidak terburu-buru. Tetapi, mereka berempat masih saja membaca buku horor itu. Mereka tidak mempedulikan teman-teman yang berlarian melewati mereka atau yang berteriak-teriak memanggil mereka untuk memasuki kelas karena pelajaran akan dilanjut kembali.
Sudah lima menit mereka duduk dilantai berkumpul mengelilingi buku tebal itu. Lalu dua orang datang mendekati mereka berdua yang asyik menikmati setiap kata-kata yang membawa mereka kedalam cerita.
“Wooiii,, lu lu ternyata pada di sini yah,,, nggak masuk kelas lagi... woooiiii,” teriak seorang laki-laki yang baru saja berhenti didepan mereka. Dia adalah Leo.
“Heehh,, kalian kesambet apaan sih.. Baru saja bu killer memasuki kelas loh.,..” kini Siska yang berada dibelakang Leo berbicara memperhatikan mereka.
“Apaan sih,, lagi seru nih,, ganggu aja kalian nih,,,” teriak Lala membuat telinga Lia, Kevin dan Yogi hampir pecah. Dia lalu mengangkat wajahnya dan melihat pacarnya, Leo, berdiri disana. “Eh yayang,,, maaf yah,, kirain bukan yayang,,,” ucap Lala menggandeng tangan Leo dengan kelakuan yang manja.
“Ada apa sih Sis,, ganggu aja...” ucap Lia dengan rasa heran. Mengapa Siska berteriak-teriak kepada mereka berempat. Kelas kan masih lama masuknya.
“Bu Killer udah masuk kelas,, udah ngajar disana..??” ucap Siska membuat mereka berempat melotot kaget.
__ADS_1
“Apa....!!! Bu Killer udah ada dikelas....” balas Kevin dengan rasa ketakutan.
Ibu Killer adalah guru tergalak yang tidak segan-segan memarahi bahkan menghukum siswanya membersihkan toilet selama tiga minggu non-stop. Wajahnya yang menakutkan itu membuat semua siswa takut menatapnya lama-lama. Dia seakan memiliki taring panjang dibibir manisnya yang membuat siswa lari terkencing-kencing.
“Gawat... gawat, gawat,,, mati kita... Kalo ibu killer menyadari kita tidak ada dikelas,, bisa-bisa kita jadi penghuni toilet selama tiga minggu nih...” Yogi menambahi kata Kevin dengan wajah takut.
Tiga menit mereka semua terlihat takut dan cemas. Lalu tiba-tiba...
“Hahahahahaa,,,” tawa Leo dan Siska memuncak. Mereka berdua tidak bisa menahan tawa yang dari tadi ditunda-tundanya. Drama yang paling mengesankan seumur hidupnya. Seakan menjadi raja produser di sebuah film yang dibintanginya sendiri.
“Maaf... Maaf... Bukan salah kami kan kalo kalian takut... Semua orang pun tahu kok kalo cuma dengar nama bu killer aja udah pada lari luntang-lantang, sama dengan kalian yang kelihatan takut sekali tadi...” ucap Leo terkekeh-kekeh. “Gue sih bisa lanjutin dramanya tapi tawa nih tidak bisa ditahan, jadinya kelepasan dan ketahuan deh,,” lanjut Leo.
“Akkhhh,, yayang.. Tipu-tipu deh.. makin cayang ahh...” ucap Lala dengan sifat manja yang lebih tinggi sampai bergelantungan dibahu Leo. Hahahaha..
“Kalian baca apa-an sih... Sampai-sampai lonceng berbunyi kagak kedengeran,,” kata Siska.
__ADS_1
“Iya nih,,, kita lagi baca buku horor,, kisahnya buat kita terbawa masuk kedalam ceritanya deh,” balas Lia.
“Iya tuh,, benar kata Lia,, kita sampai-sampai nggak perhatiin yang lain lagi kecuali baca nih buku,,” timpal Kevin.
“Ayo,, kita baca sama-sama,,” panggil Yogi pada mereka berdua.
“Eh,, kalo ketahuan baca buku disini, nanti dimarahin loh,,, mending kita baca di tempat biasa aja,,” ucap Leo.
“Yap,,, bagus juga tuh saran lu Leo,,”
“Come on,, kita kesana,, udah laper juga nih...” teriak Lala."
"Ayooo..."
Mereka pun pergi bersama-sama ke kantin di samping sekolah.
__ADS_1
***