Lia & Friends (Travels and Adventures)

Lia & Friends (Travels and Adventures)
Three


__ADS_3

Tempat biasa yang mereka maksud adalah kantin diluar sekolah. Sebenarnya sih tidak berbentuk seperti kantin namun lebih tepat disebut seperti toko-restaurant yang menyediakan bukan cuma makanan namun peralatan sekolah pun ada. Tapi, dari papan nama yang tertempel jelas didepan pintu, “Kantin Serba Guna”, maka semua siswa yang kesana pasti menyebutnya dengan sebutan kantin “KANBAGU”.



Dikantin itu tidak ada seorang siswa satu pun. Kesempatan untuk pesan makanan yang banyak sekalian numpang baca buku. Disana dikantin itu dijaga oleh seorang ibu-ibu tua yang umurnya kira-kira 70-an. Dia ramah dan baik. Biasa jika pesan makanan yang banyak maka akan mendapat bonus ice cream cokelat rasa vanilla serta request makanan ringan seperti snack atau roti merah khas buatan ibu kantin.



“Mau pesan apa neng..!!!” ucap ibu kantin saat mendekati Lia yang baru saja duduk dikursi favoritenya.



“Emm,, saya tanya teman-teman dulu ya bu...!!!,” ucap Lia. “Kalian mau pesan apa...??” kata Lia menoleh ke arah teman-temannya.



“Yang biasa aja deh,” balas Lala.



“Iya, yang biasa aja seperti kemarin.” kata Kevin.



Lia lalu menghadap ke arah ibu kantin lalu mengatakan bahwa mereka pesan roti dan keripik yang seperti biasanya. Biasa mereka berenam memesan Roti Cokelat isi sosis, keripik singkong yang sangat banyak, nasi goreng, ayam goreng, steak, pai, serta humberger dan uang yang mereka keluarkan hanya 100 ribuan untuk enam orang. Kantin ini memang mantap.



“Emm, mau makan apa mau baca buku nih,” kata Siska.



“Iya yah,, nih kalian berdua kan belum baca,,, oke, nih bukunya...” ucap Yogi..

__ADS_1



“Cover yang keren untuk versi buku horor,,” balas Leo mengagumi buku itu.



Siska dan Leo kini mulai membaca buku itu. Mereka sangat terpanah membaca buku yang sangat menakutkan itu. Tulisannya seakan membawa mereka berdua menjelajahi setiap ruangan yang ada dalam cerita itu.



Lama mereka membaca, namun ada satu gambar yang tidak dimengertinya. Kemudian tulisan berikutnya menggunakan tulisan aneh yang tidak bisa dimengerti.



“Apaan nih,,, kok tulisannya seperti ini,, nggak ngerti gue,, trus,, nih lagi,, gambar apaan...” ucap Siska lalu memperlihatkan buku itu pada mereka berempat.



“Iya,,, itu tulisan apaan ya..!!! kagak ngerti gue,,” timpal Leo.




Yogi yang saat itu baru melihatnya, merasa bisa membaca tulisan itu. Dia mengambil dan menerjemahkannya satu per satu.


“J-jika k-kalian i-ingin mengetahui c-cerita selanjutnya. Aku s-sarankan untuk t-tidak melakukannya. Tapi jika k-kalian memang b-benar-benar penasaran, maka b-baca tulisan dibawah ini bersama-sama, baca dengan menggunakan sinar di bagian bawah kertas berikutnya,” ucap Yogi dengan rasa aneh.



Baru saja dia memecahkan teka-teki tulisan itu. Bahkan dia baru saja menerjemahkan tulisan yang tidak bisa dijelaskan itu, lagi pula itu pertama kalinya dia melihat tulisan atau sandi seperti itu. Tidak mungkin secara langsung dia paham tulisan aneh itu.


__ADS_1


“Wahh,, kamu bisa menerjemahkan tulisan ini ternyata, keren,,, dan pintar,,,” ucap Siska merasa kagum pada Yogi.



“Aku juga tidak tahu, kok bisa baca tulisan aneh itu,, itu juga pertama kalinya aku melihat tulisan itu,,” balas Yogi.



“Udah-udah,, yang penting kita tahu kan apa maksud dari tulisan aneh itu,” kata Kevin.



“Kalo gitu, kita coba sama-sama baca tulisan ini,,” ucap Leo sambil menunjuk serangkaian kata tampak putus-putus itu.



Mereka lalu melakukan apa yang dikatakan Yogi tadi. Ternyata memang ada tulisan saat diberi cahaya pada kertas di buku itu.



“Mirteo-Willose-Promuli-Sinweo-Leiso-Bilovin-Dilada-Gidova-Liana-Kisisce-Endentro”, ucap mereka secara bersama-sama.



Tiba-tiba…..



“Kita ada dimana?” ucap Siska merasa aneh dengan tempat duduk yang biasa mereka duduki.



Tempat itu seakan-akan berbeda. Banyak orang memandangi mereka. Orang-orang yang tampak asing saling menatap mereka. Bukan hanya dari wajah mereka yang ditatapnya, akan tetapi pakaian serta seluruh tubuh mereka dipandangi dari atas ke bawah. Ibu kantin pun tidak ada disana.

__ADS_1



***


__ADS_2