Lia & Friends (Travels and Adventures)

Lia & Friends (Travels and Adventures)
Seven


__ADS_3

(Author POV)


Yogi, Kevin, dan Leo masuk ke kamar yang ditunjukkan Dewi. Sangat luar biasa besarnya. Leo lebih memilih tempat tidur paling berjauhan dengan jendela dan yang paling dekat dengan pintu kamar. Kamar itu bercat berwarna hijau sehingga mereka bertiga dapat dengan nyaman melepas lelah akibat berkeliling mencari rumah didaerah ini.


"Gi, apa lo nggak ngerasa aneh dengan dia?" kata Kevin saat Yogi dan Leo mengatur tempat tidur kami.


"Dia siapa?" Yogi yang saat itu agak lelah memang kurang dapat menangkap apa yang dikatakan Kevin.


"Dewi, iya kan," ucap Leo dengan rasa yakin bahwa Kevin sedang membicarakan Dewi, dan benar saja, Kevin meng-iya-kan. "Aneh bagaimana maksud lo Vin? Gw nggak ngerti." lanjut Leo.


"Aneh aja, kok dia bisa tahu kita ada bertiga cowok  dan cewek sehingga setiap kamar punya tempat tidur ada tiga," ucap Kevin.


"Pendengaranku yang salah atau kata-kata Kevin yang mulai saling tak beraturan. Ah, sudahlah, mungkin efek kelelahan" batin Leo yang agak terkekeh. Yogi yang tidur ditengah sudah terlelap. Dia tak bergerak sedikit pun


"Iya juga ya, kok bisa. Atau hanya kebetulan saja. Atau mungkin...." Leo menggantung kata-katanya agar Kevin menanggapi dengan cepat. Namun tak kudengar suara Kevin. Ternyata dia disana sudah terlelap tanpa menanggapi apa yang baru saja dikatakan Leo. Dia pun lalu mencoba terlelap kedalam mimpi indah.

__ADS_1


Paginya mereka berenam berkumpul dikamar Kevin cs.


"Semalam sangat nyaman sekali, tempat tidurnya enak," Lala membuka diskusi pagi itu.


"Ahh lu La, sekarang ini kita harus cari cara keluar dari buku itu," sanggah Siska.


"Bukunya mana?" tanya Lia.


"Ada kok, tenang," Kevin lalu membuka tasnya dan mengorek-orek isi tasnya. "Kok tidak ada! Bukunya hilang!!!" ucap Kevin membuat mereka semua ke tempat Kevin membuka tasnya. Yogi lalu membalikkan isi tas itu dan hanya beberapa kertas saja yang ada didalam tas itu. Bukunya hilang.


"Atau jangan-jangan buku yang semalam aku lihat itu??" kata Leo membuat semuanya bengong.


"Buku apaan Leo?" tanya Kevin.


"Aku rasa buku kita ada pada Dewi..." semua kaget. Bahkan Lala menganga setelah Leo mengatakan hal ini.

__ADS_1


"Maksud kamu?" ucap Kevin penasaran.


"Tadi malam aku......."


(FLASHBACK - Leo)


Kira-kira sekitar jam 03.27, aku terbangun akibat kandung kemihku sudah penuh. Perutku terasa mengembang keluar sehingga berjalan saja agak susah. Aku berjalan ke WC dan menghabiskan isi kandung kemihku disana. Sungguh lega kurasa. Dengan rasa kantuk yang amat sangat, aku kembali ke kamar dengan pandangan yang agak buram. Ditengah perjalanan kembali, aku mendengar sesuatu, seseorang sedang berbisik didalam kamar. Dengan rasa penasaran tinggi dan rasa kantuk tadi hilang seketika aku mendekati kamar itu. Kutempelkan telingaku pada pintu dan mendengar baik-baik.


"Aku harus bisa kembali, aku tidak ingin terjebak disini," ucap seseorang dibalik kamar itu. Dengan rasa penasaran, aku sedikit membuka pintu itu dan terlihat seorang perempuan disana tepat duduk didepan cermin sambil memegang buku. Dia adalah Dewi. Tapi, kusipitkan mataku dan fokus kepada buku yang dipegangnya. Itu mirip sekali buku yang kami miliki. Buku dengan mantera yang membawa kami ke dunia aneh ini. Aku ingin lebih melihatnya dengan jelas dan memastikannya itu adalah buku kami. Namun, tak sengaja aku mendorong pot bunga hingga pecah. Dewi mengarahkan pandangannya kearahku. Untung saja dengan cepat aku berlari tanpa suara apapun hingga tiba di kamar. Mungkin dia tidak sempat melihatku.


(FALSHBACK - END)


Lalu......


__ADS_1


__ADS_2