Lie Jhi Shi

Lie Jhi Shi
***


__ADS_3

"ka...ka..kamu...APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HAH??!!!!"


"Li Jhi Sie putriku, jaga sopan santunmu" Tegur permaisuri Sie. Li menoleh cemberut sambil menggerutu sebal, semua orang tersenyum. Namun suara pengawal mengejutkan semua orang.


"YANG MULIA MOHON AMPUN HAMBA MENGABARKAN KALAU ADA PENYERANGAN PEMBERONTAK DILUAR ISTANA..." Belum selesai ia berbicara sebuah panah telah menancap dipunggungnya.


TAK


ughh..ia mengeluarkan seteguk darah, akibat hal itu semua orang panik dan berteriak ada juga yang ketakutan seperti para putri bangsawan.


"LINDUNGI SEMUA ORANG YANG BERADA DI ISTANA!!!" Teriak Jendral Bo dan langsung seluruh prajurit melindungi semua orang yang ada.


"LINDUNGI PUTRI LI JHI SIE JENDRAL BO" Teriak kaisar Li tiba tiba saat melihat anaknya tak ada yang melindungi. Li yang mendengar itu membuat hatinya hangat dan langsung menjentikkan jarinya terbentuk sebuah dinding pelindung transparan tingkat tinggi untuk melindungi semua orang. Jendral Bo yang ingin melesat ke arah Li Jhi Sie terkejut saat melihat dinding pelindung tingkat tinggi itu dan ia pun memberitahukan hal itu pada kaisar Li.


"Mohon ampun ya..ya..Yang mulia ha..hamba tak bisa mendekati tuan putri seperti ada dinding pelindung transparan yang melindungi kita " Ucap Jendral Bo gugup serta khawatir mengenai Tuan putrinya pasalnya di Istana tak tau mengenai meridian Li Jhi Sie yang telah sembuh karena Li tak pernah memberitahukannya.


*Maaf ayahanda, ibunda, gege, aku melakukan ini agar kalian aman dan selamat* Pesan Li kepada keluarganya melaui pikiran, membuat seluruh keluarganya terkejut melihat Li yang bisa mengirim pesan melalui pikiran. Mereka menatap Li yang tersenyum manis kepada mereka.


Permaisuri menatap putrinya sambil menggeleng kearah Li seperti memberi isyarat agar tidak melakukan hal yang berbahaya tak terasa bulir mutiara jatuh ke pipi permaisuri Sie "Tidak nak hiks hiks kau tak akan melakukan ini kan hiks hiks jangan.... bunda mohon" Isak tangis itu menyayat hati seorang ibu yang tak ingin kehilangan putrinya. Tanpa sepengetahuan siapapun Permaisuri membaca sebuah mantra teleportasi tingkat atas yang telah ia pelajari.


Li tak menghiraukan hal lain ia pun menoleh kearah lelaki yang ada disebelahnya "Anda masih belum sembuh total karna racun yang anda miliki belum keluar seutuhnya, jika anda menggunakan kekuatan internal anda maka racunnya akan menyebar dengan cepat" Ucap Li Jhi Sie dingin kepada lelaki yang ada di sebelahnya yang tak lain adalah Leng Huaji.

__ADS_1


"Maka saya akan tetap melakukannya untuk melindungi calon permaisuriku😏" Balasnya santai.


BLUSHH


Wajah Li tiba tiba memerah bak kepiting rebus, "A..aku tak butuh itu" Leng pun mendekat ke Li Jhi Sie membuat wajah Li bertambah merah "A..Ap..Apa y..yang kau LAKUKAN MENJAUH DARIKU" Teriak Li dengan gugup sambil mendorong Leng menjauh membuat Leng terkekeh geli karena berhasil membuat Li malu. Namun suasana itu terganggu oleh seseorang.


"Cih..sudah mendekat ke kematian pun kalian masih bisa untuk saling menggoda? Dasar..." Ucapnya percaya diri. Mendengar hal itu membuat kedua orang itu merubah raut wajahnya menjadi datar.


"APA YANG KALIAN MAU HAH??!!" Teriak Kaisar Li tiba-tiba.


"Suatu hal yang kecil😏"


"Katakan.." ucap Li Jhi Sie


Leng yang mendengar itu langsung menyuruh bawahannya untuk menyerang mereka semua.


Sebuah panah melesat dengan kecepatan tinggi menuju Permaisuri Sie yang muncul tiba tiba dibelakan Li Jhi Sie dan hampir mengenai permaisuri Sie jika Li Jhi Sie tak cepat mungkin panah itu sudah menancap tepat dijantung Permaisuri Sie. Li Jhi Sie yang melihat itu pun langsung marah dan mengeluarkan aura membunuh yang pekat menuju semua pemberontak itu menyebabkan mereka gemetar ketakutan menatap Li Jhi Sie yang berdiri diam menatap panah yang ada ditangannya.


"Jika darah ibundaku mengalir setetes saja maka... kalian akan merasakan 1000 kali lipat dari yang ibundaku rasakan, aku akan membuat kalian lebih baik mati dari pada hidup" Ucap Li penuh penekanan dan aura membunuh, semua orang menatap tak percaya saat merasakan aura membunuh yang lebih menyeramkan dari Kaisar Li yang terkenal akan kebengisannya.


"Dulu kalian sudah mengambil gege ku..." Lanjut Li dan kaisar langsung membeku mendengar ucapan Li "Sekarang kalian ingin mengambil ibundaku juga maka...." Li terdiam sejenak. Leng yang merasakan aura Li bertambah pekat setian ia berbicara satu kata memutuskan bawahannya untuk mundur, setelah ia menjauh ia menatap Li dengan lekat.

__ADS_1


'Apa yang telah kau jalani hingga memiliki aura seperti itu Li' Batin Leng Huaji.


WUSHHH


Angin berhembus kearah pemberontak itu sebuah dinding tranparan mengelilingi mereka semua membuat mereka tak bisa lari dari tempat itu "Sebelum aku puas bermain dengan kalian maka kalian aku kutuk akan hancur dimakan serangga tubuh kalian akan digrogoti hingga bersisa tulang belulang dan tubuh kalian akan terbentuk kembali dan dimakan kembali hingga aku menyatakan puas maka itu akan berlanjut selamanya" Ucap Li dingin dan penuh penekanan. Tiba tiba ribuan serangga datang menggrogoti mereka memakan daging mereka.


Suara teriakan kesakitan dan juga teriakan ampunan terdengar namun Li menutup matanya menikmati teriakan kesakitan seakan itu adalah lagu termerdu. Semua orang bergidik ngeri menatap hal menyeramkan serta ada yang muntah dan pingsan.


Permaisuri Sie menatap putrinya yang tak terkendali pun ingin menyentuh bahu Li namun sebuah suara mencegahnya.


"JANGAN MENYENTUHNYA DISAAT DIA SEPERTI ITU" Permaisuri menoleh ke arah suara ternyata seorang kakek tua berambut putih berjalan perlahan "Kenapa? kenapa putriku tak terkendali seperti ini?" Tanya Permaisuri Sie lirih.


"Itu karna dia belum mampu mengontrol emosinya jika orang yang dia sayang hampir terluka atau terluka" Semua terdiam mendengar penuturan kakek tua itu.


Sudah 3 jam berlalu hal itu terus berlanjut membuat banyak yang tak kuat menatap tubuh yang hancur dan tumbuh lagi kemudian hancur lagi.


Kakek tua itu hanya menyunggingkan senyumnya


"Aku tau hanya dia yang mampu menghentikan iblis yang ada ditubuh Ratu Kegelapan selanjutnya😏..." gumamnya pelan.


*Jangan lupa tinggalin jejak berupa like, komen, vote, and rate ya karna itu bermanfaat banget buat author

__ADS_1


owh ia ikuti terus ya karna petualangannya baru dimulai


See you next episode..😄😄😄*


__ADS_2