
Malam hari
Gazebo kediaman Mawar
seorang gadis cantik tengah memainkan musik sambil menatap bulan dan bintang yang seakan mencoba menghibur gadis yang tengah bersedih hati.
(Rain In Jiang Nan -Erhu cover)
(Liat aja di Youtube videonya)
Karna mengikuti alunan musik dan mengikuti kesedihan yang tak terbendung hingga gadis itu tak tau bahwa ia telah menambah sedikit Qi nya kedalam alat musik Erhu itu.
(Erhu : Alat musik tradisional chna)
Diseluruh kekaisaran seakan terhipnotis dan terbawa suasana kesedihan itu. Karna menggunakan Qi tampak dilangit suatu peristiwa yang membuat takjub yaitu sebuat not yang berupa Qi murni yang terbawa angin menuju kesuatu tempat. Akibat musik itu semua meneteskan air mata.
"Siapakah yang memainkan musik sebagus dan seindah ini hingga zhen menitikkan air mata"
"Suaranya sungguh membuat aku terbuai"
__ADS_1
"musik yang sangat bagus"
"owh aku sungguh ingin menangis"
"musik ini seperti membawaku untuk merasakan kesedihannya"
Seakan terhipnotis mereka mengikuti asal suara itu. Semakin mereka mendekat semakin mereka sedih.
sesampainya mereka digazebo kediaman mawar mereka melihat gadis cantik sedang bermain musik yang indah dan menatap bulan sambil meneteskan air mata. Gadis itu ialah Li Jhi Sie.
(anggap berambut putih dan di gazebo ya)
Mereka terdiam cukup lama hingga musik selesai dan mereka bertepuk tangan.
Li Jhi Sie menoleh ke suara itu
"eh...mengapa semua orang disini?"
"Kami terpanggil oleh musik yang putri Li Jhi Sie main kan" Ucap para kaisar bersamaan.
"hmm...karena musik yang ku mainkan telah usai maka kalian dipersilahkan pergi" Ucap Li Jhi Sie yang bertambah dingin dan datar setiap kalimat yang ia ucapkan membuar semua orang terkejut atas keberanian dia.
__ADS_1
Semua orang yang berpikir bila Li Jhi Sie sedang dalam suasana yang buruk jadi mereka mengikuti ucapan Li Jhi Sie.
Setelah semua pergi tinggallah permaisuri Sie dan Li Jhi Sie.
"ada apa denganmu putriku?"Tanyanya lembut sambil mengelus sayang pucuk kepala Li Jhi Sie.
"Ibunda...hiks hiks..." Panggilnya bergetar kemudian Li Jhi Sie mengusap wajahnya kasar untuk menghapus air matanya membuat pipinya memereh membuat permaisuri gemes, "Apakah ibunda mau mendengar musikku lagi?" Lanjutnya bersemangat.
Permaisuri tersenyum hangat dan mengangguk sebagai pertanda mengiyakan pertanyaan putrinya.
Li Jhi Sie pun mengambil harpanya yang tiba tiba muncul membuat permaisuri terkejut.
"Putriku! dari mana benda itu datang? dan apa nama benda itu?" Tanyanya penasaran.
"Ini namanya harpa ibunda, dan aku menyimpannya menggunakan kantong ruang agar memudahkanku memakainya"Ujar Li Jhi Sie sambil tersenyum.
Li Jhi Sie pun memainkan Harpa itu sambil tersenyum kepada permaisuri.
"Ibunda bisakah menari?" Tanya Li Jhi Sie sambil memainkan harpanya.
"Tentu, Ibunda sangat ahli menari putriku. Apakah kau ingin aku menari mengikuti permainan harpamu, hmm?" Ujar permaisuri lembut sambil berjalan mendekati Li Jhi Sie dan mulai menari.
Mereka bersama layaknya sebuah lukisan yang sangat indah. Satu, memainkan harpa yang sangat merdu dan bagus. Satunya lagi menari dengan sangat sangat indah, membuat siapa saja yang melihatnya akan terpukau.
__ADS_1
"Maafkan hamba yang mulia! hamba melakukan ini untuk tuan hamba! Ia menyuruh hamba berpura-pura menjadi pasangan anda, karna tuan belum bisa menemui anda, hamba hanya pengawal anda yang disuruh tuan untuk melindungi anda" Gumam lelaki itu pelan dan sendu. Lelaki itu tak lain adalah....
Jangan lupa like, komen, vote, and rate ya๐๐