Lie Jhi Shi

Lie Jhi Shi
***


__ADS_3

5 tahun kemudian


Li Jhi Sie menjadi anak berumur 8 tahun dan gadis yang periang dan juga jahil kepada gege-gegenya.


Contoh halnya seperti kejadian 1 tahun lalu


Flashback on


Li Jhi Sie membuat kenakalan menaruh pakaian latihan putra mahkota Li Daiyi di lapangan tempat latihan dan juga Li Jhi Sie menaruh tinta pada seluruh pedang kesayangan pangeran Li Xiaoyi hingga membuatnya kesal setengah mati dan mengejar Li Jhi Sie dengan mengancam akan memberikan hukuman kepada Li'er, karna Li Jhi Sie tak ingin dihukum ia pun lari menuju aula dengan menangis. Kaisar dan seluruh isi aula yang sudah hapal dengan kelakuan Li'er hanya geleng geleng kepala dan juga senyum yang terpatri diwajah mereka yang melihat kenakalan dan kepolosan Li Jhi Sie. Hingga kaisar pun bertanya


"Li'er! kenakalan apa lagi yang kau kepada gegemu hah?" Tanya kaisar lembut beserta terkekeh geli melihat putrinya yang berdecik kesal mendengar penuturan ayahnya itu.


"Hei ayah aku tak melakukan apapun terhadap gege ku yang tampan itu๐Ÿ˜’" Elak Li, tiba tiba terdengar suara dari arah pintu hingga membuat seluruh isi aula menoleh ke arah suara.


"Bohong yah... meimei meletakkan tinta keseluruh pedang kesayanganku...lihat lah" ucap Li Daiyi dan menunjukkan pedangnya, hanya dibalas kekehan geli seluruh isi aula hingga membuat Li Daiyi berdecik kesal.


"hehe.. putri kecil ku cepat minta maaflah pada gegemu"


"baik ayah...gege tampanku meimei minta maaf ya๐Ÿ˜ข" Ucap Li dengan mata puppy eyes nya.


'Aaa...Lihatlah wajah imut adikku ini bagaimana coba aku ingin memarahinya๐Ÿ˜”' batin Pangeran Li Daiyi.


'Tuan putri sangat imut...rasanya aku ingin mencubitnya' batin petinggi kerajaan.


'aarrrggg...kau sangat imut tuan putri' batin pelayan dan pengawal.


Dan banyak lagi kata hati mereka.


"Ahh baiklah ku maafkan tapi dengan satu syarat" Ucap Li Daiyi.


"Mengapa perasaanku tidak enak ya?" Gumaman Li Jhi Sie namun masih di dengar semua orang membuat seluruh isi aula tertawa kecil mendengarnya.

__ADS_1


"Kau harus menggunakan hanfu, perhiasan dan berlaku dengan anggun layaknya seorang putri lainnya selama 6 bulan, bagaimana?" bilangnya santai dan dibalas pelototan oleh Li Jhi Sie karana ia paling tidak suka memakai itu, biasanya ia hanya menggunakan pakaian bergaya layaknya laki-laki. Mendengar syarat itu dan melihat wajah merah padam menahan kesal namun terlihat imut ditambah pipi tembem itu menambah kesan cantik dan imut membuat seluruh isi aula tertawa.


"Gege kau tak bisa melakukan itu, bagaimana jika aku terjatuh karna hanfu itu terlalu berat? dan bagaimana jika kepala ku lepas karena perhiasan itu ? oh tidak tidak aku tak mau memakainya , berikan syarat yang lain saja ya gege!!" Heboh Li Jhi Sie dibalas gelengan oleh Li Daiyi.


" ya atau aku buat menjadi 1 tahun?" Ancamnya.


"Gege.....๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ข"


"Ya atau...."


"Ya ya ya baiklah..kau sungguh jahat pada meimei mu yang cantik nan imut ini" Ucapnya narsis dan hanya dibalas gelengan kepala di sertai tawa kecil.


"Huaaaa...Gege...Lihatlah meimei mu ini ditindas oleh gege Daiyi" Adu Li'er kepada putra mahkota dan hanya dibalas dengan kata kata yang membuat Li mendelik sebal.


"Ya ucapan Pangeran ketiga ada benarnya juga, kau bisa menjadi layaknya wanita sungguhan" Ucap Li Daiyi santai.


"Yak..gege putra mahkota Li Daiyi, apakah kau kira aku ini wanita jadi-jadian? apakah kau seorang pria yang menyukai pria juga hingga kau tak mau menikahi para putri atau nona nona muda hah?" Ucapnya marah sambil menunjuk kepada putra mahkota dan di balas pelototan oleh Li Daiyi membuat Li Jhi Sie tersenyum kikuk.


Flashback off


*hehehe maaf ya lama up nya๐Ÿ˜ harap maklum ya author kan masih sekolah tugas pada numpuk ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜” tapi tiap hari minggu author bakal usahain up deh tapi gak bisa janji kali ya๐Ÿ˜„


jangan lupa tinggalin jejak ya


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ.


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

__ADS_1


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ.


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ.


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ*

__ADS_1


__ADS_2