
Selama berjam jam Li'er diceramahi oleh keluarganya hingga ia tertidur pulas. Mereka menatap wajah teduh Li'er saat tidur hingga mengukir senyum tulus diwajah mereka.
"Biarkan aku mengantarkan putri kecil ku" ucap Li Yuan sambil beranjak mengangkat Li'er yang tertidur pulas.
"Baik yang mulia/Ayahanda" ucap permaisuri dan kedua pangeran.
Saat diperjalanan Kaisar Li Yuan menangis dan mencium putrinya.
'Bagaimana engkau akan menghadapi racun yang ada ditubuh mu putriku, ayahanda sudah mencari penawarnya tapi tidak pernah ayahanda dapatkan hiks hiks Ayahanda mohon kamu harus kuat dan harus bersama ayahanda terus' Batin Kaisar Li Yuan.
'kami harap putri dapat disembuhkan dan yang mulia kaisar dapat tersenyum' Batin kasim dan pelayan saat melihat junjungan mereka menangis.
Sesampainya dikediaman Mawar
"Selamat malam putriku" Ucapnya dan mecium kening sambil mengelus sayang pipi Li'er. Saat hendak pergi tiba tiba suara teriakan menggema diseluruh istana terutama kediaman mawar.
"AAARRRGGGGG.....!!!!"
Kaisar berbalik menatap putrinya yang berteriak kesakitan dan batuk darah.
"PANGGILKAN TABIB ISTANA SEKARANG!!!" Teriak Li Yuan.
"Baik yang mulia" Ucap sang kasim.
Berita sang Putri sakit pun tersebar luas hingga ke kediaman Phoenix, Kediaman Pedang Biru ( kediaman Putra mahkota ), dan Kediaman Pedang Kembar ( kediaman pangeran ke-3 ). Saat mendengar hal itu mereka langsung beranjak ke Kediaman Mawar.
__ADS_1
BRUAK
Pintu didorong kuat oleh permaisuri.
"PUTRIKUU!!"
"LI'ER"
Teriak mereka bersamaan.
"Mohon ampun yang mulia kaisar,yang mulia permaisuri, yang mulia pangeran mahkota, yang...." Ucap Tabib terpotong oleh kaisar.
"TAK PERLU BERBASA BASI TABIB MU, APA YANG TERJADI DENGAN PUTRIKU HAH!!" Ucap Li Yuan emosi.
"I..i..itu yang mulia racun yang..yang ada ditubuh tuan putri telah masuk kedalam darahnya dan menyebabkan tubuh tuan putri melemah yang mulia" Ucapnya menunduk.saat mendengar itu Permaisuri langsung pingsan dan dibawa ke kediaman Phoenix. Sedangkan Kaisar dan pangeran sudah mematung mendengar berita itu.
Saat tersadar Kaisar pun langsung menyuruh tabib itu pergi. Tabib itu pun pergi setelah memberi penghormatan.
"hiks hiks hiks...Ayahanda mohon jangan tinggalkan ayahanda!! hiks hiks apapun akan ayahanda berikan padamu asalkan putri ayahanda tak akan meninggalkan kami semua" Ucap Li Yuan sesegukan dan kedua Pangeran yang menitikkan air matanya menatap adik mereka yang terbaring lemah serta pucat dan Ayahanda mereka yang terlihat rapuh. Tiba tiba mereka dikejutkan oleh suara imut tapi lemah.
"Apakah....ayahanda ...berjanji?" Tanya Li Jhi Sie.
"Li'er? apakah ada yang sakit? cepat panggilkan tabib!!!" Ucapnya cepat.
"Tidak perlu ayahanda😊" memegang tangan Li Yuan untuk menghentikannya memanggil tabib, "ananda tak perlu tabib, ananda menginginkan sesuatu, bolehkah?" Lanjutnya.
"Apapun sayang, katakan apa yang putri kecil ayahanda inginkan hmm?" Tanyanya sambil membaringkannya dipangkuannya.
__ADS_1
"Iya meimei katakan apa yang kamu inginkan gege akan memenuhinya" Ucap kedua pangeran itu dan hanya dibalas senyuman oleh Li Jhi Sie.
"Ananda hanya ingin tinggal dihutan belakang bersama 1 pelayan dan 2 pengawal selama 5 tahun dan aku tak menginginkan ada yang menjenguk diriku, Apakah ayahanda dan gege mengizinkanku tinggal disana?" Tanyanya dengan penuh permohonan.
"APA? 5 TAHUN? DI HUTAN?" Teriak mereka bersamaan dan dibalas anggukan oleh Li Jhi Sie.
'Gue harus bisa ngebujuk mereka agar gue bisa ngelatih tubuh dan juga nyembuhin tubuh ini, hadeehh dosa apa gue dapat tubuh lemah ini cih' Batin Li Jhi Sie.
"Ananda ingin tempat yang tenang dan jauh dari kegiatan lainnya"
"Tapi sayang kamu itu lagi lemah"
"Iya meimei, apakah kau ingin Duan gege marah melihat dirimu yang ingin tinggal dihutan belakang?" Tanya Li Xiaoyi.
"Gege tidak mengizinkannya, apalagi 5 tahun" Timpal Li Daiyi.
"Ananda berjanji jika sudah 5 tahun ananda siap melakukan apapun yang kalian bilang. Jika kalian tidak mengizinkannya ananda akan buat kerusuhan baik diistana atau diluar istana. Mana kalian pilih mengizinkanku atau buat kerusuhan?" Ancam Li Jhi Sie.
"Huh...ternyata putriku ini berani mengancam ya?" Ucap Li Yuan.
"Lagian aku bawa pengawal, pelayan, dan masih dilingkungan istana saja, apa takutnya?" Kekeh Li.
"Baik hanya 5 Tahun setelah itu kau harus mengikuti apapun kata ayahanda dan ibundamu kau mengerti?"
"AYAHANDA...." Teriak mereka berdua.
*Maaf ya aku baru update, soalnya aku kan masih sekolah dan tugas tugas aku juga numpuk, aku bakal usahain deh update.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, and rate ya!!!
Makasi😄😄*