
Keesokan paginya berita tentang putri kerajaan Li yang bukan sampah tersebar luas serta pertarungan yang seimbang membuat gempar seluruh kekaisaran. Namun soal mahkota legenda itu sudah dibungkam oleh kaisar Li.
Di kediaman mawar
"DASAR PRIA BRENGSEK BERANINYA DIA MENGATANGAN BAHWA AKU ISTRINYA EMANG TU ANAK HARUS DI BUNUH. GARA GARA DIA AKU HARUS KEHILANGAN IMACE KU HUHU ... LIAT SAJA KAU JIKA AKU KETEMU LAGI DENGANMU MAKA...MAKA? maka? Maka apa ya? Aduuuuhh LIAT LAH AKU SAMPAI KEHILANGAN KATA KATAKU ..." Teriak Li Jhi Sie menggelegar membuat semua pelayan dan pengawal menutup telinga.
Di aula rapat
"Mohon ampun yang mulia kaisar..."
"Ada apa panglima Gu?"
"Tuan putri berteriak mengumpat yang mulia raja kegelapan di kediamannya dan juga sudah banyak pelayan dan prajurit yang pingsan akibat tak tahan akan aura tuan putri yang sangat kuat yang mulia"
"Hadeehh!! Putriku ini makin hari makin aneh saja, baiklah semua bisa bubar"
Semua petinggi istana pun pergi setelah memberi hormat.
Kaisar Li dan rombongannya pun berjalan menuju ke kediaman mawar. Saat di tengah perjalanan rombongan kaisar bertemu dengan rombongan permaisuri dan juga kedua pangeran. Akhirnya mereka pun pergi bersama.
__ADS_1
Sesampainya dikediaman mawar mereka gemetar tak kuat menahan aura membunuh yang sangat besar bahkan kaisar saja sudah gemetar sedangkan yang lain sudah terduduk ditanah. (Bukannya nyari kursi dulu baru duduk ini malah duduk ditanah kan kasian tanahnya didudukin sama orang ituππβββ canda)
Akhirnya kaisar, permaisuri, dan kedua pangeran berjalan memasuki kediaman namun tidak menemukan Li Jhi Sie.
"Putrikuuu!! Mei mei!!" Teriak mereka, salah satu pelayan datang menghampiri mereka dan mengatakan bahwa Li Jhi Sie berada diluar.
Saat di luar mereka terkejut (asik terkejut aja nggak serangan jantung tuh) melihat Li Jhi Sie yang sedang berdiri diujung ranting pohon sambil mengumpati Liang.
(anggap kalau rambutnya putih)
*sejak kapan putriku berulah seperti ini?*
*Segitu bencinya kah meimei kepada Raja kegelapan?*
Itu lah pikiran mereka yang melihat perubahan Li Jhi Sie yang biasa jahil namun tetap menjaga sopan santun dan anggun tapi sekarang tak ada anggun anggunnya sama sekali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Di Ruang Makan
Semua hening tak ada suara apapun cuma suara sendok dan piring.
Semua orang hanya menatap meja yang penuh makanan namun perlahan lahan mulai berkurang sedikit demi sedikit.
*Apakah ini putriku?*
*Kemana semua makanan yang dimakan mei-mei pergi? Apakah mei-mei hantu? Begitu banyak makanan yang berada di meja semua habis tak tersisa?*
Pikiran Kaisar Li dan juga Li Daiyi.
Ya semua makanan itu sudah dimakan ludes tak bersisa oleh Li Jhi Sie. Dikehidupan sebelumnya jika Li Jhi Sie sedang kesal maka ia akan makan makanan enak untuk mengalihkan pikirannya dari sesuatu yang membuatnya kesal sampai ke ubun ubun.
"Kakak pelayan siapkan lagi makanan untuk ayahanda, ibunda dan gege-ku karna aku ingin pergi. Owh ya makanan ini sungguh enak" Ucapnya pada pelayan itu dan berlalu pergi keluar dari ruangan itu meninggalkan semua yang mematung seraya berpikir untuk tidak lagi membuat Li Jhi Sie kesal.
*author up ini dulu ya ntar author bakal up lagi insya allah ya
tunggu terus kelanjutan ceritanya yaππ*
__ADS_1