
☀LIKE DAN VOTE NOVEL INI YA 🌵
Di rumah sakit, hasil test DNA milik Tata telah keluar. setelah di beri kabar oleh pihak rumah sakit, Tuan Aditya dan serta Nyonya Mutia datang kerumah sakit karena ingin mengetahui hasil lebih cepat di temani oleh Yoel, kakak kedua Tata.
Di dalam ruangan dokter
" Bagaimana dok hasilnya? " tanya papa Aditya
" Saya minta maaf sebelumnya tuan tapi Dari hasil lab di nyatakan bahwa putri anda, Nona Thania Sanjaya memang bukan putri anda tuan, darahnya tidak cocok dengan darah anda dan nyonya " ucap dokter itu hati-hati
" Tidak mungkin! Pasti anda salah, Tata anak saya dan suami saya " ucap mama Mutia sambil meneteskan air matanya
" ma, tenang" ucap Yoel sedih sambil mengusap bahu mamanya
" maaf nyonya, tapi hasil tes DNA dirumah sakit ini tidak pernah salah nyonya dan saya bisa menjamin hal itu" jawab dokter
" kenapa ini bisa terjadi pa, kalau Tata bukan anak kita lalu anak kandung kita dimana? dan nasib Tata gimana pa" ucap Mamanya sambil memegang lengan suaminya dengan sangat sedih
" mama tenang dulu, kita bahas ini dirumah. Tata jangan tahu ini dulu" jawab papa menenangkan istrinya
" baik, terima kasih dokter. tapi lebih baik anda tidak memberi tahukan hal ini pada siapapun " ucap papa Aditya
" pasti tuan, anda tenang saja " jawabnya
Papa Aditya, Mama Mutia serta Yoel pun kembali kerumah untuk menenangkan diri serta membahas masalah ini terlebih dahulu
Dirumah, Mama hanya dia saja. ia ingin istirahat di kamarnya. Kebetulan Tata juga sedang tidak berada dirumah, jadi mereka bisa membahas hal ini dengan leluasa
" Yoel, kamu panggil pulang Kakakmu Ray sekarang juga. kita harus membahas hal ini sekarang, papa tunggu di kantor papa" perintah Papa Aditya pada Yoel
" Baik pa " jawab Yoel pergi untuk menelfon kakaknya yang sedang berada di luar rumah
" pa, kakak akan pulang dalam 20 menit kedepan" ucap Yoel
papa hanya diam mengangguk wajah saja, wajahnya terlihat sangat bingung harus bagaimana
20 menit pun berlalu, Ray pun sampai dirumah dengan tepat waktu.
" pa, Ray sudah mengetahui semuanya dari Yoel. Lalu apa langkah papa selanjutnya? " tanya Ray yang baru saja datang
" duduklah, kita harus memikirkannya dengan kepala yang dingin" jawab papa sudah tenang.
" pa, Saya ingin memberi masukkan. lebih baik kita jangan memberi tahu hal ini dulu pada Tata, dia baru saja sembuh. Yoel takut dia akan melukai dirinya sendiri" ucap Yoel
__ADS_1
" benar nak, Papa juga berpikir begitu. Papa tidak mau melihat Tata sedih, tapi juga kita harus mencari adik kalian yang sebenarnya, Papa ingin melihatnya " Ucap Papa sambil berpikir
" kalau begitu, Saya akan meminta orang untuk mencari tahu kebenarannya pa, mau bagaimanapun kita harus mengetahui kabarnya. Dan Tata, tidak akan tahu akan hal ini " jawab Ray
" baik, Papa percayakan pada kalian, nanti papa akan sampaikan hal ini pada mama kalian. papa naik dulu" ucap papanya lalu pergi meninggalkan ruang kerjanya.
setelah papa pergi
" kak, bagaimana dengan keluarga kandung Tata? " tanya Yoel
" itu nanti saja Yoel, yang penting kita harus menjaga hal ini dari Tata dan mencari tahu kebenarannya " jawab Ray
Yoel pun hanya menganguk saja dan pergi dari ruang kerja papanya.
Ray pun pergi dari rumah sambil menelfon seseorang yang merupakan detektif khusus untuk menyelidiki kebenaran yang terjadi 20 tahun yang lalu
Ditempat lain, setelah selesai dengan urusan kuliah, Lily berniat untuk mentraktir Clara, Devin dan Sam untuk makan malam bersama. iapun mengirim pesan pada mereka, dan menuju rumahnya untuk bersiap-siap. karena dinnernya akan di lakukan tepat pada pukul 7 malam.
Malam pun tiba, Lily sudah bersiap-siap menuju restaurant yang telah ia pesan dengan mengunakan mobilnya
15 menit berlalu, Lily sampai lebih dahulu. Tak lama Clara pun datang.
" kok mendadak sih Li, untung gw lagi gak sibuk " ucap Clara
Sam pun datang, sambil tersenyum. disusul oleh Devin yang datang dengan wajah kesal
" kenapa kak? " tanya Sam
" Tega banget lu pada ya, di kamar itu juga ada gw . tapi ga ada yang mau bangunin gw tadi pagi, kesel banget gw. untung gw mau dateng nih " ucap Devin kesal
" sorry, gw lupa Vin. Abisnya lo di sofa, gak keliatan " jawab Lily membela diri sambil tersenyum meyakinkan
Devin hanya diam sambil memberi wajah kesalnya pada mereka semua, sementara Clara dan Sam hanya bisa tertawa lepas
setelah selesai berdebat akhirnya makanan pun datang
" kok cepet? kitakan belum pesen " tanya Clara bingung
" sorry, gw udah pesan duluan tadi. kalau masih ada yang kurang pesen aja ra " jawab Lily
" siap bos! " jawab Clara bahagia
setelah selesai Dinner, merekapun kembali ke rumah masing - masing
__ADS_1
" kak, aku pulang bareng kakak ya. mobil di bawa ke bengkel" ucap Sam yang sedang berdiri di samping Lily yang ingin pergi menuju mobilnya
" mobil kamu rusak? " tanya Lily
" enggak, cuman mau nambah aja " jawab Sam sambil tersenyum
Lily hanya menggelengkan kepalanya saja karena tau adiknya sangat suka memodifikasi mobil
Saat berjalan menuju mobil, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Lily menggunakan nama lengkapnya, dan hal itu mengejutkan Lily
" Dahlia Angelica" panggil Nathan sambil berjalan mendekat
Lilypun berbalik
" Hai, Nathan" jawab Lily kaku
Nathan hanya tersenyum tipis sambil menatap Sam seperti tidak suka
" dinner? " tanya Nathan
" iya, tadi bareng sama Clara juga " jawabnya
Ternyata Nathan bukan hanya seorang diri, tetapi bersama dengan Yoel, Yoel yang melihat keberadaan Lily hanya tersenyum menyapa
" Kita duluan ya Nat, udah malem " ucap Lily yang sebenarnya ingin cepat-cepat pergi
" oh ya, bye " jawab Nathan masih melihat lekat Sam
Lily pun tersenyum dan berjalan ke arah mobil, diikuti oleh Sam yang tersenyum pada Nathan
" Lily, gw aja yang bawa mobilnya" ucap Sam keras mengambil kunci mobil dari tangan Lily, karena sebenarnya Sam sudah mengerti bahwa Nathan suka dengan kakaknya dan ingin membuat Nathan cemburu
Lily hanya menurut dan masuk kedalam mobilnya. Disana Nathan masih berdiri melihat kedekatan Sam dengan Lily. Yoel yang juga berada di sana hanya berdiri dalam diam
setelah Mobil Lily pergi, Yoel pun mengajak Nathan untuk masuk kedalam restaurant itu karena sudah merasa sangat lapar.
Namun, Nathan hanya diam mengikuti ajakan Yoel sahabatnya itu untuk masuk. Yoel yang mengerti kondisi Nathan pun langsung memesankan alkohol untuknya
* Mohon maaf jika ada typo, lama up atau hal lainnya, ini novel pertama author :)
mohon dukungannya serta kritik dari pembaca yang tercinta
-------------------- BERSAMBUNG -----------------------
__ADS_1