
☀LIKE DAN VOTE NOVEL INI YA 🌵
Ditempat lain, Ray sudah dihubungi oleh detectiv rahasia yang sudah ia percayakan untuk menyelidiki kasus hilangnya puteri bungsu dari keluarga Sanjaya
" bagaimana? " tanya Ray pada seseorang yang baru saja datang ke kantornya dengan menggunakan pakaian serba hitam serta menggunakan topi dan kaca mata hitam
" saya sudah memulai menyelidiki kasus ini tuan muda, saya akan berusaha menyelidikinya secepat mungkin " jawabnya
" baik, jika ada informasi, cepat hubungi saya" sebut Ray
" baik tuan, saya permisi " jawabnya lalu pergi meninggalkan kantor Ray
Di ruang meeting hotel Rich Carltin
" nona Lily, nona baik - baik saja!? " panggil Diana menyadarkan Lily yang sudah diam membeku dari tadi
" tidak masalah Diana, aku mengenalnya " jawab Lily lalu berjalan mendekatinya
" Hai! selamat pagi Nathan "
" maksud saya tuan Nathan " ucap Lily tersenyum sambil menjulurkan tangannya memberi salam
" pagi juga Lily, ternyata kamu tuan puteri keluarga Datin " jawab Nathan menjawab dari tersenyum takjub
Lily hanya tersenyum mendengar ucapan Nathan. Lily pun duduk untuk memulai meetingnya
" Diana kenapa kau tidak mengatakan kalau dia Nathan yang kau maksud?! " gerutu Lily kecil yang hanya dapat didengar oleh Diana yang duduk tepat disebelahnya
" saya sudah mengatakannya dari awal Nona, dan saya sudah mengucapkan nama lengkap tuan Nathan" jawab Diana santai
Lily hanya kesal mendengar ucapan Diana yang sangat santai tanpa memperhatikan raut wajah nonanya itu
mereka pun memulai meeting setelah mengenal saling sapa
" bagaimana? apa anda setuju nona Lily? " tanya Nathan diakhir meeting
" rencana anda terdengar sangat bagus tuan, tapi maaf sebelumnya, saya harus bertanya keputusan rencana proyek ini pada pemilik aslinya. saya minta waktunya untuk menunggu, secepatnya akan saya atau sekretaris CEO yang akan mengabarinya pada perusahaan tuan, bagaimana? " tanya Lily kembali
" baik, tolong putuskan dengan cepat " jawab Nathan tersenyum
" terima kasih, mari " ucap Lily pergi di ikuti Diana dari belakang
di jalan
" nona, anda ingin saya yang menyampaikan hasil meeting ini pada tuan atau nona sendiri yang akan menyampaikannya? " tanya Diana di mobil
" saya akan meyampaikannya sendiri pada papa, Diana. kamu tenang saja " jawabnya
__ADS_1
" baik nona " jawab Diana
Lily yang tidak memiliki pekerjaan lagi di kantor memutuskan kembali ke rumah untuk mengganti pakaiannya dan datang ke kampus tepat waktu
di rumah
" Lily, kamu sudah pulang? " tanya Mama yang datang dari dapur mengikuti langkah Lily menuju kamarnya
" sudah Ma, Lily terburu-buru. sebaiknya kira berbicara nanti malam saja ya ma " jawab Lily
" baiklah" ucap Mama pergi kembali ke dapur menyelesaikan masakannya
setelah 10 menit di dalam kamar, Lily pun keluar
" Ma aku pergi dulu ya " ucap Lily sambil menyalam tangan Mamanya dan menuju kampus
Di campus
" woy kemana aja lu, gw telfonin dari tadi tau" ucap Clara duduk di samping Lily
" sorry, gw tadi sibuk " jawabnya
" udah gak asik lu, sibuk sibukan " ucap Clara
" apaan sih lo "
Lily hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya ini yang seperti anak anak saja
tak lama setelah kelas Lily selesai, Lily dan Clara pun menuju kantin untuk makan siang bersama
" Lo mau pesen apa Ra? gw cemilan aja deh, gw gak laper " tanya Lily setelah mereka duduk di kantin
" gw perlu makan berat nih, belakangan ini gw cukup stres. harus makan banyak banyak nih. bentar gw pesen dulu " jawab Clara lalu pergi meninggalkan Lily untuk memesan makanan
Sambil menunggu Clara, Lily membuka ponselnya untuk mengecek chatnya
" Nona Dahlia Angelica Datin? " panggil seseorang dari belakang Lily
Lily langsung menoleh karena merasa ter panggil
" kita bertemu lagi " ucapnya sambil tersenyum manis, sangat meningkatkan ketampanannya. semua wanita yang ada di kantin merasa sangat iri melihat Nathan yang tersenyum manis pada Lily
" kenapa selalu bertemu dengannya?! " - ucap Lily dalam hati
" tolong untuk tidak menyebut nama belakang saya Nathan, aku tidak suka orang orang mengetahui hal itu, saya sudah berusaha untuk menyimpannya selama ini, tuan " jawab Lily tegas sedikit mengecilkan suaranya
" maaf Lily, aku tidak bermaksud " jawabnya santai
__ADS_1
" boleh aku ikut? " tanya Nathan menunjuk meja mereka
" silahkan " jawab Clara tiba tiba
" terima kasih " jawab Nathan
Lily hanya bisa diam kaku karena tidak sanggup lihat bahwa Nathan sudah bergabung di mejanya
" duduklah Lily " sebut Nathan santai
" lo gak capek berdiri aja Li? " tanyaa Clara tersenyum. Clara sangat menikmati kekesalan Lily karena Clara membiarkan Nathan bergabung di meja mereka
Lily yang tersadar hanya bisa duduk kembali sambil memakan makanannya dengan cepat
" Nathan kok lo tau nama belakang dia? " tanya Clara bingung
" jadi Lu juga tau? " tanya Nathan balik
" gw sahabatnya tuan Nathan" jawab Clara
" gw juga baru tau " jawab Nathan kembali diam
setelah saling diam, akhirnya Clara memulai percakapan kembali
" Li, nanti gw ikut rumah lu ya? " tanya Clara
" ngapain? "
" Sam kan dirumah lo, pengen ketemu itu cowok gantenglah " jawab Clara santai
" terserah " ucap Lily
Clara sangat senang mendengar jawaban Lily, bahkan Clara berencana untuk berdandan dulu sebelum datang kerumah Lily
Nathan sangat terkejut mendengar ucapan Clara
* Halo readers, baca novel author yang lain juga ya ... 🙏
" Wanita Pintar "
selamat membaca
* Jangan lupa Like dan Komen ya, tolong dukungannya ❤
* Mohon maaf jika ada typo, lama up atau hal lainnya, ini novel pertama author dan belakangan ini author sangat sibuk :)
mohon dukungannya serta kritik dari pembaca yang tercinta
__ADS_1
-------------------- BERSAMBUNG -----------------------