
Lily yang terlihat terkejut masih berusaha mencerna ucapan Nathan padanya
" maksudnya? " tanya Lily bingung
" kemarin lo udah tolong adik gw jadi sekarang lo bisa minta apa pun sama gw" ucap Nathan sombong sambil melipat kedua tangannya di depan dada
" adik? siapa? " ucap Lily bingung
" Namanya Anita Zefanya " jawab Nathan ketus
" oh Anita, saya kemarin tolong Anita ikhlas kok. kamu gak perlu merasa punya utang dengan saya " balas Lily kesal namun tetap sabar dan pergi
Lily yang sudah lebih dulu kesal dengan ucapan Nathan padanya, langsung pergi meninggalkan Nathan yang masih bingung diam mencerna ucapan Lily padanya
" tunggu" panggil Nathan menghalangi dengan memegang lengan Lily dengan keras
" apasih lo, lepas! " ucap Lily kesal berusaha melepaskan cengkraman tangan Nathan yang sudah menyakiti lengannya
Nathan yang baru sadar dengan cengkraman tangannya yang keras langsung melepaskannya spontan
"sorry" ucapnya
" saya perjelas sekali lagi. Saya ikhlas banget tolongin Anita kemarin, saya juga bantu dia karna dia kepeleset, itu hanya gerakan refleks untuk bantu orang aja. Jadi kamu gak perlu merasa punya hutang dengan saya" ucap Lily pergi meninggalkan Nathan yang berdiri di depannya
Nathan hanya diam mendengar ucapan Lily padanya dengan mimik wajah yang sudah terlihat kesal
Lily juga kesal dengan ucapan Nathan padanya, karena pikirnya dia bukan wanita seperti yang Nathan pikirkan dan tidak akan serendah itu karna dia mempunyai harga diri yang tinggi
" Lily!!! wait!" panggil Clara mengejar Lily yang sudah berada cukup jauh di depannya
"Li tunggu! " ucap Clara yang sudah berada tidak jauh dibelakang Lily berusaha menggapai tangan Lily
" ngapain lo kejer gw" ucap Lily yang baru sadar dengan kedatangan Clara
Clara masih berusaha mengatur napasnya, belum bisa menjawab pertanyaan Lily
__ADS_1
" lo gak tau gw kenapa gini?! " tanya clara
" lo abis ngejar gw, lari-lari" Balasnya cuek sambil berjalan menuju kelas
" bukan itulah. Tadi Nathan pegang tangan loh Li!!! " jawab Clara histeris
"so? " belas Lily malas
" lo taukan Li Nathan itu orangnya gimana?! " balas Clara sambil memegang kedua tangan Lily dengan tatapan dalam
" tau, dinginkan? " tanya Lily melepaskan kedua tangan clara yang sedang memegang tangannya
" bukan hanya dingin li, tapi dingin banget kayak kutub gitu, suhunya di bawah 0 derajat deh terus selama kita kenal Nathan dia gak pernah pegang tangan cewek" terang Clara semangat
" gak mungkinlah, dia punya adek. Mamanya juga, Cewekkan" balas Lily
" itukan beda, mereka keluarga. Maksud gw yang bukan keluargalah" jawabnya kesal sambil mengeluarkan bukunya
" udah deh gak penting banget pembahasan kita deh cla" jawab Lily juga sambil memasang kaca matanya
Kelas selesai pukul 2 siang , Lily yang sudah merasa kelelahan langsung keluar meninggalkan kelas. Diikuti Clara yang berada tak jauh di Belakangnya
" Cla, gw balik dulu ya. Capek banget nih badan gw" balas Lily
" tumben, padahal gw mau minta temenin ke mall lho Li" jawab Clara sedih
" besok besok aja deh, bye" balas Lily cepat meninggalkan koridor
Lily yang sudah menghubungi Devin untuk menjemputnya pulang langsung masuk kedalam mobil saat melihat kedatangan Devin di depan gerbang kampusnya
" selamat siang tuan putri! " sapa Devin semangat sambil tersenyum manis
" Vin jangan becanda dulu, kurang enak badan deh gw " balas Lily sambil menyandarkan kepalanya di kursi depan mobil dan menutup kedua matanya
" lo sakit? " tanya Devin, refleks menempelkan tangannya di dahi Lily
__ADS_1
" gk panas banget sih, masih anget-anget" jawab Devin khawatir sambil membawa mobilnya menuju rumah Lily
"lo udah makan li? " tanya Devin
" belum Vin" balasnya dengan suara lemah
" Aduh, mungkin lo telat makan nih. Lo kan punya maag Li, kenapa bisa seceroboh ini sih " ucap Devin
Namun tidak ada respon apapun yang Lily berikan, dia tetap berada pada posisinya diam nan nyaman
" lo makan yah, gw hubungin orang rumah lo sekarang biar pas kita nyampek lo langsung makan, gk perlu tunggu di masakkin lagi" jelas Devin sambil membawa mobilnya, sedikit ngebut
Di tempat lain, Nathan yang selesai kuliah 2 jam lebih cepat dari Lily langsung menuju mobilnya sambil mengeluarkan handphonenya dari dalam saku celananya
Nathan terlihat sedang menelfon seseorang
" halo Pak Haris, saya akan datang 1 jam lagi kesana" ucap Devin
"baik pak" jawab seseorang dari balik telfon itu
Nathan pun masuk ke dalam mobilnya dan melaju kencang menyisiri jalanan yang cukup sepi saat itu
Ternyata dia menuju rumahnya dan langsung masuk menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih formal dari pakaian sebelumnya yang lebih terlihat santai dan nyaman
" bi" panggil Nathan sedikit berteriak
" ya tuan? " jawab wanita paruh baya itu
" saya mau pakai kemeja keberuntungan saya, jadi di siapkan sekarang juga" ucap Nathan tanpa meliat ke arah wanita tua itu, ia masih fokus pada jasnya
" baik tuan. Bibi akan ambilkan" jawab wanita itu pergi meninggalkan kamar tuannya yang sangat rapi namun elegan
* Mohon maaf jika ada typo atau hal lainnya, ini novel pertama author :)
mohon dukungannya serta kritik dari pembaca yang tercinta
__ADS_1
-------------------- BERSAMBUNG -----------------------