
Lily dan Clara pun kembali dari rumah sakit menuju rumah Lily, karena sesuai janji Clara akan menginap di rumah Lily
Dirumah, Clara langsung menuju kamarnya Lily sedangkan Lily menuju dapur untuk minum dan menyapa pembantu rumahnya yang sedang memasak makan malam untuk mereka
" mbak temenku nginep sini, makanannya tambahin 1 ya" ucap Lily sambil meletakkan gelasnya dan pergi ke kamar
" oke neng" balas mbak Ani
Dikamar Clara yang sudah tiduran di atas kasur langsung di omelin sama Lily karena belum mengganti bajunya
" woy, mandi sana atau ganti baju deh. kita dari luar kotor tau, nanti tempat tidur gw kotor " ucap Lily sangat berisik
"tar lagi, badan gw capek banget ini " jawab Clara memohon
" ya udah, gw duluan" jawab Lily dan masuk ke kamar mandi
" yey " ucap Clara kesenangan dan kembali menidurkan tubuhnya ke atas kasur
Dirumah sakit, Seorang Pria datang karena baru menerima kabar tentang keadaan adiknya yang sedang terbaring lemah
" gimana keadaan Tata kak? " tanya Yoel pada kakaknya
" Tata masi di ruang operasi, mama baru aja pulang karna wajahnya pucat banget" ucap Raymond pada Yoel adiknya
Yoel hanya diam tidak menjawab
Ternyata, wanita kecelakaan yang ditolong oleh Lily dan Clara bernama Thania Sanjaya, anak konglomerat dari keluarga Sanjaya Group yang sangat kaya raya. Kakak pertamanya bernama Raymond Sanjaya dan kakak keduanya bernama Yoel Sanjaya.
2 jam telah berlalu, seorang suster keluar menemui keluarga pasien dan bertanya tentang golongan darah keluarga
" apakah kalian keluarga pasien Thania Sanjaya? pasien telah kehilangan banyak darah, karena kalian keluarganya tolong donorkan darah untuknya " ucap suster tersebut
" saya saja, saya kakaknya " ucap Yoel
Yoel pun di bawa untuk di ambil darahnya, namun terjadi keanehan. golongan darah Tata tidak sama dengan Yoel, akhirnya Yoel memanggil kakaknya Ray untuk mendonorkan darah pada Tata tetapi juga nihil, golongan darah mereka tidak sama dengan Tata. keadaanpun semakin genting karena stok darah golongan AB di rumah sakit sedang habis, sedangkan Ray dan Yoel adalah O.
Yoel pun akhirnya bertanya pada orang orang yang berada di rumah sakit tentang golongan darah mereka, hampir 10 menit tidak ada yang memilikinya.
Kebetulan Lily dan Clara datang ditemani dengan Devin, kembali ke rumah sakit karena Lily tidak sengaja membawa handphone Clara pulang
" maaf, saya mau kembalikan ini. saya tadi tidak sengaja membawa handphonenya" ucap Lily sambil menyodorkan tangannya
__ADS_1
" oh gapapa, makasih ya. btw apakah diantara kalian ada yang golongan darah AB? " tanya Ray pada mereka bertiga
" gw, gw AB " ucap Devin
" adik saya sedang membutuhkan darah golongan AB, bisa tolong kamu donorkan untuknya ?" tanya Ray hati hati
" ya, ayo " ucap Devin langsung sambil pergi ke ruang donor darah
Lily dan Clara akhirnya menunggu Devin selesai mendonorkan darahnya, beberapa menit kemudian Devin kembali
" gimana lu gapapa Vin? " tanya Lily sedikit khawatir
" gapapa, agak gak stabil aja. but i'm okay kok" jawab Devin
" tunggu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banget ya, kalau kamu gak ada mungkin nyawa adik saya sedang tidak jelas sekarang" ucap Ray
" makasih ya bro, gw juga kakaknya " ucap Yoel pula
" iya sama sama, gw tau kok stok darah AB sering abis. santai aja " jawab Devin pada mereka
" kalau gitu kita balik dulu deh " ucap Devin
Mereka bertiga pun kembali pulang dari rumah sakit menuju rumah Lily
Di mobil
" Aneh banget ya, merekakan kakaknya masa golongan darah mereka beda sih" ucap Clara
" iyaya, kok beda? "
" apa jangan jangan itu bukan saudara kandung mereka? " tanya Devin
" sok tau lu pada ya" ucap Lily
" ah gak seru lu" ucap Clara kesal
Devin hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua yang tidak cocok kalau sedang membicarakan orang lain
Operasipun selesai, Tata sudah di pindahkan keruangannya. Mama mereka pun sudah kembali karena tidak tenang hanya berada dirumah saja
" gimana keadaan Tata, Ray? " tanya Mama
__ADS_1
" Tata udah baik baik aja sekarang ma, jangan khawatir. tapi, tadi ada yang aneh karena Tata kehilangan banyak darah ma " ucap Ray pelan takut dengan keadaan Mamanya buruk
" aneh kenapa Ray? " tanya mama Mutia, Nama Asli Mama mereka
" golongan darah AB dirumah sakit lagi kosong mah, pas kita diminta untuk donorin darah untuk Tata, ternyata golongan darah Tata sama kita beda " ucap Yoel
" beda? gak mungkinlah Yel, Tatakan adik kamu" ucap Mamanya tidak percaya
"Mah " panggil Seorang pria dari depan pintu
" Papa? kenapa baru dateng, mama syok banget denger keadaan Tata pa" ucap mama sedih langsung memeluk suaminya, Tuan besar Aditya Sanjaya
" Mama tenang aja, Papa udah di sini kok" ucap Papanya menenangkan
" permisi" ucap seorang dokter sambil mengetuk pintu ruangan
" silahkan dokter " ucap Papa
" saya akan mengecek keadaan pasien terlebih dahulu tuan" ucap dokter pada Papa mereka
" silahkan silahkan " jawab Papa mengizinkan
" pasien sudah baik baik saja, kita hanya menunggu pasien sadar saja tuan. maaf tadi saya mendengar, bener kalau golongan darah pasien adalah AB " ucap Dokter tersebut
" bagaimana bisa Dokter, dia anak saya dan kebetulan golongan saya O dan istri saya adalah A" ucap Tuan besar
dokter hanya bisa bungkam tidak sanggup menyimpulkannya pada keluarga
" ada apa dok? " tanya Mama Mutia
" jika saya boleh menyimpulkan, sebaiknya tuan dan nyonya melakukan tes DNA pada Puteri anda " ucap Dokter
" kenapa harus?" tanya Papa Aditya
" Maaf, tapi kita harus memastikan bahwa pasien yang sekarang adalah anak anda ini adalah benar puteri anda atau tidak tuan" jelas dokter
tidak ada jawaban dari kedua orang tua Tata ini
" bagaimana tuan?" tanya Dokter itu
setelah berpikir Papapun menjawab " baiklah, silahkan lakukan testnya "
__ADS_1