
Dari Kampus lily pun sampai di rumahnya, ternyata Clara sudah sampai diluan dan sudah masuk ke kamar Lily
" Vin, Clara udah sampai ya? dimana dia sekarang? " tanya Lily pada Devin yang sedang mengambil minum di dapur
" udah tuh, di kamar lo kayaknya. Dia kenapa sih? kok murung gitu? " tanya Devin sambil meletakkan gelasnya
Lily tidak menjawab dan hanya lari pergi meninggalkan Devin sendirian
" gak sopan" jawab Devin kesal
Tok tok tok
Lilypun masuk pelan pelan masuk ke dalam kamar
" eh, lo Li" ucap Clara
" iya Ra, btw lo baru dateng atau udah lama? gw tadi baru dari kampus, ada tugas baru Ra, lo kapan balik ngampusnya? " tanya Lily pelan
" baru Li. kalau ngapus gak tau deh Li, tapi secepatnya aja deh " ucap Clara dengan menunjukkan Senyumnya
" ya udah, serah lo aja" ucap Lily
" btw, gw di sini agak lamaan boleh gak Li? bosen gw di rumah sendirian mulu" ucap Clara
" ya udah Ra, santai aja. Lo kalau perlu curhat ngomong ke gw aja ya Ra, gw pasti dengerrin lo kok " jawab Lily dengan tersenyum memenangkan
" lu kan tau ya Li keluarga gw gimana, gw rasa ini akhir dari segalanya, bokap nyokap gak akan berantem berantem lagi, gw gak akan capek denger beranteman mereka, gw gak akan sedih lagi kalau mereka lagi berantem dan yang paling penting bokap nyokap gw gak akan capek ribut lagi dan rumah bisa jadi tenang, damai. seharusnya gw senang Li, tapi kenapa harus cerai, gw pengen punya keluarga kayak orang orang tapi kenapa gak di kasih waktu, sekali aja " ucap Clara dengan menangis
" mereka cuma anggep gw orang lain, gak ada perhatian dari mereka ke gw, mereka berdua sama aja, gw benci banget sama mereka. gw terlalu **** tangissin mereka , mereka aja gak ada peduliin gw Li, jahat banget!" ucap Clara sambil menangis meraung raung
Lily hanya bisa mendengarkan isi hati Clara dan tidak dapat melakukan apapun, karena Lily juga tahu betul dengan keluarga sahabatnya ini. orang tuanya hanya sibuk bekerja dan selalu ribut satu sama lain tanpa mempedulikan Clara anaknya
" gw mungkin ****, tapi gak akan selamanya. mereka bisa hidup tanya pentingin gw yang selalu nungguin kasih sayang dari mereka, mulai sekarang juga gw bakal lebih gak peduli sama mereka" ucap Clara dengan sangat marah
" Ra, lo gak boleh ngomong gitu, lo harus jadi anak yang baik walaupun orang tua lu begitu, ini semua untuk kebaikkan lo juga" ucap Lily
" gw gak akan macem macem banget kok li, hanya ngabisin uang mereka sampe mereka sadar kalau ada gw di sini" ucapnya
Lily hanya diam karna melihat sikap Clara sahabatnya ini sudah sangat marah, Clara kalau sudah marah tidak akan bisa di kendalikan
*
__ADS_1
Dirumah Nathan sudah sibuk di depan Laptopnya
" kak, Anita pergi dulu ya" ucap Anita
" mau kemana? " tanya Nathan masih menatap layar laptopnya
" ketemuan temen aja, udah ya kak, bye" ucap Anita lalu pergi keluar rumah
" mau dia anter gak? " tanya Nathan berteriak karena Anita sudah keluar
" gak usah, bisa sendiri" jawab Anita dari luar
Nathan kembali menatap laptopnya karena sedang mengerjakan tugas kantornya
Ting
Nathan langsung mengecek pesan yang masuk ke handphonenya
PESAN
*Asri : besok nonton bareng di bioskop x jam 14.00 siang
Nathan : ok*
Besoknya, Asri yang sudah sampai duluan menunggu Lily dan Nathan di dalam cafe yang berada di dalam biskop itu sendiri
" cepet banget gw dateng, jadi nunggu mereka deh" ucap Asri dalam hati
beberapa menit kemudian
" Asri" ucap Nathan sambil duduk di depan kursi depan Asri
" kok cepet banget lo" ucap Asri
" gak cepet banget, pas kok" jawab Nathan
" oh okay, tinggal Lily nih" ucap Asri
5 menit kemudian Lily pun dateng
" sorry telat ya gw" ucap Lily
__ADS_1
" gak kok, filmnya 2 menit lagi" jawab Nathan
mereka pun diam karena hanya ada kecanggungan di antara mereka bertiga
" ya udah, ayuk masuk filmnya juga tinggal 2 menit lagi main" ucap Asri mencairkan suasana
ketiganya pun langsung berdiri masuk ke biskop
di dalam bioskop, Asri berada di tengah antara Nathan dan Lily karena Lily yang memintanya dengan alasan dia ingin di sebelah kanan karena dia sangat suka di kanan saat menonton film.
beberapa menit sudah terlewat, Asri tiba tiba saja ingin ke toilet karena merasa kebelat buang air kecil
Nathan dan Lily juga melanjutkan tontonnan film mereka, namun Lily merasa sangat tidak nyaman karena dari awal film berlangsung seorang pria yang berada tepat di samping
Lily selalu menatap Lily karena terpukau akan kecantikan yang di milikinya hingga membuat Lily tidak nyaman dan terkadang menutup wajahnya beberapa kali
Nathan yang baru menyadari ketidak nyamanan Lily langsung meminta tukar tempat duduk dengan Lily, dengan alasan ac yang di dekat tempat duduknya terlalu dingin
" Li, tukaran tempat duduk boleh gak? AC disini dingin " ucap Nathan
" boleh boleh" jawab Lily langsung berdiri bertukar tempat duduk
Nathan pun langsung duduk dengan menatap pria yang ada di sebelahnya, pria itu terlihat sedikit kecewa Lily yang sudah pindah tempat duduk
Asri pun datang kembali setelah dari toilet
buang air
Film pun selesai, mereka bertiga pun Keluar dari bioskop bersama
" makan dulu yuk atau minum? " tanya Asri
" sorry Ri, gw ada keperluan lain nih, kapan kapan aja yah" ucal Lily ingin pergi
" ok deh " jawab Asri
" gw juga Ri, sorry ya. bye" ucap Nathan juga pergi meninggalkan Asri sendirian di bioskop
" yah, apaan sih mereka berdua" ucap Asri kesal
* Mohon maaf jika ada typo atau hal lainnya, ini novel pertama author :)
__ADS_1
mohon dukungannya serta kritik dari pembaca yang tercinta
-------------------- BERSAMBUNG -----------------------