Lily & Nathan

Lily & Nathan
3. Kesal!


__ADS_3

Nathan pun pergi setelah mengenakan kemeja keberuntungannya


Ditempat lain, Lily di bantu oleh Devin untuk turun dari mobil karena kondisinya yang kurang sehat saat ini


" dimana makanannya? " tanya Devin pada seorang pelayan


" sudah saya siapkan di meja makan tuan, silahkan anda melihat " jawab pelayan ini menunduk


Devin pun mengajak Lily menuju meja makan


"makan dulu tuh, muka lo udah pucet banget" ucap Devin


Lily hanya diam membisu sambil menyuapkan sendok ke dalam mulutnya dengan sangat lemah


di tempat lain, Nathan yang telah sampai di depan hotel mewah, keluar dari dalam mobilnya langsung masuk untuk menghadiri undangan acara amal yang diselengarakan oleh perusahaan sahabat ayahnya


di lobby Nathan berjumpa dengan pak Fadi yang telah menunggunya, yang akan menemani Nathan di dalam sana


" tuan muda, karena para direktur perusahaan lain banyak yang masih belum mengenal anda, maka baiknya anda duluan yang akan menyapa mereka terlebih dahulu " ucap pak Fadi asisten ayah Nathan


" kenapa sekretaris ayah tidak kemari juga? " tanya Nathan sedikit berbisik


" sekretaris Aliyah ikut dengan tuan besar ke jerman tuan muda " jawab pak Fadi

__ADS_1


"Hmm... baiklah" ucap Nathan mengerti sambil melangkah untuk mendekati direktur direktur yang ada di dalam acara itu


Setelah cukup lama Nathan di sana, iapun pulang bersama dengan pak Fadi selaku asisten ayahnya yang di tugaskan untuk menemani Nathan dalam menghadiri acara amal tersebut.


Lily yang telah selesai makan akhirnya istirahat di kamarnya.


"Li, awalnya gw mau ajak lo main bareng kerumah gw, tapi lo sakit" ucap Devin


"ngapain dirumah lo, gk ada orang juga " jawab Lily


"adalah ka" belum bicara, ucapan Devin di potong Lily


" kak Billy, mbak Rani pembantu lo, dll " itu maksud lo kan? " potong Lily


"iya, lukan juga udah jarang ketemu kak billy " jawab Devin


" ah pelit bener lu, mending gw pulang aja. lo juga sakit. bye" ucap Devin pergi meninggalkan Lily


" apaah sih tu bocah " ucap Lily dalam hati


Esoknya, Lily yang sudah merasa lebih baik akhirnya memutuskan untuk pergi ke kampus hari ini


" Li, gw kira lo gak dateng karna sakit " ucap Clara

__ADS_1


"gaklah, gw juga udah enakkan. Yang ada gw bosen di rumah sendirian" ucap Lily


" Hei! lo? "


Lilypun menoleh kebelakang


" makasih, kalau udah tau mau minta apa ke gw bilang aja " ucap Nathan ketus pergi meninggalkan kedua wanita itu yang sedang kebingungan menatapnya


" Hei tunggu! gw udah bilang gw gak mau apa-apa, lo gak perlu merasa berhutang juga kok. ucapin MAKASIH aja cukup kok dan juga seharusnya lo gak perlu bilang Makasih karna yang gw tolong juga bukan lo dan lo tenang aja, orang yg bersangkutan juga udah bilang makasih kok!" jelas Lily panjang lebar pergi meninggalkan Nathan


Nathan terdiam seribu bahasa, karena ia merasa wanita itu berbeda dengan wanita-wanita yang sudah di repotkan olehnya atau keluarganya


Lily yang merasa sangat kesal dengan Nathan yang tidak mengerti-mengerti apa yang ia sudah ucapkan


" Li, lo **** atau gimana sih" ucap Clara


"apaan sih lo" jawab Lily


" kalau gw jadi lo, gw udah minta Nathan untuk jadiin gw pacarnya " ucap Clara semangat


"apaan pacar, udah gila ya lo. sinting" ucap Lily kesal meninggalkan Clara


" lo yang ****, itukan Nathan Li, cowok ganteng idaman wanita sekampus kalau perlu sekota ini, seindonesia " ucap Clara membanggakan

__ADS_1


" berlebihan lo, liat sikapnya aja gw udah kesel. gk ngerti orang ngomong apa " ucap Lily kesal


" ahh! lo tuh, buat kesel aja " ucap Clara kesal pada Lily


__ADS_2