Liontin Bulan Merah

Liontin Bulan Merah
BAB 1


__ADS_3

kamar mayat 5 tahun yang lalu


"ayaaahh bangun ayah bangun ayah "Sena menangis sambil memeluk ayahnya "Sena sudah hiskhiskhiks "ibu Sena menggendong Sena keluar kamar mayat "ibu aku mau sama ayah aku nggak mau pisah sama ayah ayaaaahhhhhh"Sena teriak sambil menangis


beberapa menit kemudian Sena akhirnya berhenti menangis lalu dari kejauhan ada seorang anak seumuran dengan Sena sedang memperhatikannya lalu anak itu menghampiri Sena "kamu kenapa menangis sendirian disini dimana orang tuamu"tanya anak itu


"ayahku dia hiskhiskhiks"Sena mulai menangis lagi anak itu khawatir kepada Sena "ini"sebuah kalung dengan liontin bulan ditangan nya


"ini apa ini buat aku?"tanya Sena sambil mengusap air matanya


"iya ini untuk kamu tapi kamu janji jangan menangis lagi yh"


"janji "Sena berjanji pada anak itu "baiklah ini kalungnya aku pakein yh sini"anak itu memakai kan kalung liontin bulan pada sena


"kamu cantik"Sena tersipu mendengar anak itu memujinya


"makasih buat kalungnya yh"


" iya sama-sama " mereka tersenyum bersama


"tuan muda -tuan muda ayo kita pulang nyonya sudah menunggu di mobil "sopir memanggil anak itu


"baiklah," jawab anak itu


"aku pulang dulu yh dah dah" sambil berjalan cepat dan melambaikan tangan


"oh yh nama kamu siapa?"Sena lupa menanyakan nama anak itu Sena mengejar nya keluar tapi dia sudah pergi


"yh sudah pergi"kata Sena sambil cemberut dan menghela nafas


"Sena Sena kamu dimana?" ibu mencari Sena


"ibu aku disini "sambil melambaikan tangan ke ibu nya


ibu menghampiri Sena dan pulang ke rumah ,


20 tahun kemudian


Pagi hari pun tiba , Sena masih tertidur pulas sambil memeluk bantal nya


"Sena bangun udah siang "ibu teriak membangunkan sena


"Iya Bu "sahut Sena sambil menguap


,Sena langsung bergegas mandi dan sarapan karena hari ini hari pertamanya masuk kerja


"Bu aku berangkat dulu yh "Sena berpamitan pada ibunya

__ADS_1


"iya nak kamu yang bener kerja nya yh " ibu menasehati sena "Iya Bu tenang saja Sena pasti kerjanya bener"jawab sena dengan wajah penuh semangat


"assalamualaikum Bu" sambil mencium tangan ibunya


"waalaikumsalam nak",


Sena pergi ke tempat kerja dengan wajah penuh semangat dan ceria Sambil memegang kalung bulan nya,


Sena bekerja Di perusahaan RK , perusahaan RK adalah perusahaan besar yang ada dikota R yang di pimpin oleh pak Devan pratapvir,


sena tinggal bersama ibunya dirumah ayah nya sudah meninggal 5tahun yang lalu karena serangan jantung sekarang umur Sena 20 tahun,


sesampainya Sena di perusahaan Sena pun berjalan menuju meja kerjanya dengan ceria sambil tersenyum lebar sena merapikan meja kerjanya tidak lama kemudian


"pak devan Dateng cepat-cepat "Fina berteriak ke semua orang


pak Devan berjalan ke ruangannya semua karyawan menyambut nya


"pak Devan dan sahabat setianya yaitu tappa yang slalu bersama nya dan mungkin satu-satunya karena pak Devan bosku dia terkenal sebagai orang misterius tegas dingin dan juga galak dan katanya dia memiliki sesuatu yang mistis semua orang di perusahaan takut padanya tapi yang aku lihat dia biasa aja "Sena bergumam dalam hati sambil menatap mata Devan lalu Devan pun menatap balik sena dan melihat kalung liontin bulan itu,


Devan langsung memalingkan wajahnya dengan dingin dan berjalan menuju ruangannya,


"hey apa yang kamu lihat cepat kerja"tegur Bu netri


"baik Bu"Sena menjawab sambil menunduk


Bu netri dia yang mengarahkan ku dan mengajariku dikantor walaupun dia sedikit galak tapi dia baik padaku,


"sen semangat kerja nya"Fina teriak menyemangati sena


"iya Fin kamu juga "sahut Sena kepada Fina


Fina hanya mengangkat tangannya dan tersenyum pada Sena


Fina dia sahabat ku dia itu ratu gosip dikantor dia tau tentang banyak hal yang terjadi dikantor dan ada banyak cowok yang suka sama dia karena dia cantik,


***


sedangkan aku sendiri berniat kerja untuk memenuhi kebutuhanku dan ibu karena Ayah sudah tidak ada aku rindu ayah,


Ruangan Devan


Devan duduk diruang kerjanya sambil melihat ke arah jendela dan teringat gadis yang bertatapan dengannya tadi dan mengingat kalung itu"aku seperti nya pernah melihat kalung itu tapi dimana?"gumam Devan


"siapa?" tanya tappa


"oh tidak bukan apa-apa oh iya tappa kamu udah nyiapin dokumen nya belum?" Devan mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"blom, siapa kamu pernah melihat siapa hah?" tappa tetap kekeh ingin tau jawabannya


"siapa apanya sih udah sana kerjain dulu dokumen nya"Devan tetap tidak ingin menjawab pertanyaan tappa


"baiklah baiklah bos"jawabnya dengan sedikit kesal


"sebenernya siapa yang sedang di pikirkan oleh Devan jangan sampai dia menyukai wanita lain jika dia menyukai wanita lain maka akan terjadi masalah nanti nya aku harus terus mengawasi nya"gumam tappa dalam hati sambil membawa dokumen dan keluar ruangan,


***


hari mulai gelap Sena berjalan menuju pintu keluar sendirian dengan wajah lelah Sena mengambil HP dari tasnya untuk melihat jam


"sudah jam 8 malam aku laper banget aku nggak sempet istirahat tadi pas siang karena banyak kerjaan hahh"gumam nya sambil lesu


"Sena Ayuk kita makan aku tau tempat bagus dan enak buat makan?" ajak Fina dari belakang sambil menepuk pundak sena


"aku capek pengen pulang Fin "ucap Sena dengan lemas


"katanya kamu laper aku traktir deh gimana?"


"hah dimana tempatnya wah pasti bagus nanti kamu mau makan apa"ucap Sena sambil berjalan melewati Fina dengan semangat


"Sena -sena" Fina sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya Sambil mengejar sena "tunggu aku Sena"


"cepat Fin"


Kediaman keluarga pratapvir


"tappa bagaimana dengan Devan apa dia apa yang dia lakukan akhir-akhir ini?" tanya ibu Devan


"Devan akhir-akhir ini tidak melakukan apa-apa dia hanya melakukan tugas kantornya"jawab tappa


"awasi dia terus dia sudah dijodohkan dengan wanita pilihan saya yaitu sakira jangan sampai dia mencintai wanita lain mengerti?


"mengerti nyonya"


"pergilah"ibu Devan menyuruh tappa pergi


setelah tappa pergi tanpa disadari Devan tidak sengaja mendengar apa yang dibicarakan ibunya dan tappa dari luar jendela Devan pun terkejut dan marah mendengarnya


Devan pergi ke kamar nya dengan wajah marah


"ternyata ibu selama ini slalu menyuruh ku menemani sakira karena mau menjodohkanku dengan dia selama ini aku selalu menuruti perintah dan keinginan ibu tapi untuk yang satu ini aku tidak bisa " gumam nya di dalam hatinya dan merasa kecewa pada tappa karena yang di kira sahabat tapi ternyata mengkhianati nya


"hai teman-teman saya baru pertama kali menulis novel saya minta maaf jika ada salah kata maupun alurnya mohon dukungannya temen-temen "


terimakasih 😄

__ADS_1


__ADS_2