Liontin Bulan Merah

Liontin Bulan Merah
Bab 6


__ADS_3

"halo pak bagaimana apa Devan sudah ditemukan"ucap tappa yang menelfon polisi


"maaf pak masih belum ada perkembangan jika ada perkembangan saya akan kabari bapak"kata polisi


"baiklah"


"bib."suara ponsel mati


"bagaimana "ucap sakira


"belum ada perkembangan "kata tappa sambil mengela napas


" aduh gimana ini"sakira gelisah dan khawatir


" jika Devan tidak kembali bagaimana bagaimana kita menghadapi ibu Devan nantinya dan perusahaan juga tidak ada yang memegang nya"kata sakira dengan cemas


"kamu mencemaskan hubunganmu dengan Devan atau perusahaannya "kata tappa dengan dingin


"tentu sajaa aku mencemaskan Devan"


"aku melihatmu bersama dengan Devan dan bahagia sekali bersamanya, hanya saat Devan memberikan kartu atm-nya pada mu bukan begitu, karena jika tidak kamu akan mengadu pada nyonya dengan sandiwaramu itu Devan memberikan nya dengan sukarela juga karena nyonya selalu memarahi nya untuk slalu menuruti kemauanmu dan yh aku tau ayahmu teman baik ayah Devan tapi sejujurnya kamu tidak seharusnya seperti itu padanya"kata tappa


"apa maksudmu Devan saja tidak keberatan lagian aku ini punya uang sendiri mana mungkin aku meminta ATM pada Devan jangan ngomong asal yh"kata sakira dengan marah


"punya ATM orang perusahaan ayahmu saja mau bangkrut"kata tappa yang menyindir sakira


"apa kamu bilang"sakira memangangkat tangan nya pada tappa


"aku mengampuni kamu Karena kamu teman masa kecil Devan"kata sakira yang kesal pada tappa


"oh nona Manja apakah kamu merindukan Devan atau atm-nya "sindir tappa pada sakira


"iih awas yh kamu lihat saja nanti setelah Devan menikahiku aku akan pecat kamu "sakira mengancam tappa dan langsung pergi


"aduh takutnya"kata tappa sambil tertawa


saat kecil karena bisnis ayah sakira sedang goyah ayahnya sakira Minta tolong pada ibu devan untuk membantunya dan menerima tawarannya dikarenakan ayah Devan berteman dengan ayah sakira sejak kecil ,dan karena ibu devan slalu melihat devan bermain hanya bersama tappa ibu devan takut devan menjadi tidak normal dan takut tidak memiliki keturunan, maka terjadilah perjodohan antara sakira dan Devan dan itupun tanpa sepengetahuan Devan yh walaupun perusahaan ayah sakira sedikit tertolong oleh perusahaan pratapvir tapi tetap saja ada masalah di perusahaan ayah sakira


rumah Sena


"Sena dia memiliki kalung bulan itu kalung bulan kalung bulan"Devan memikirkannya dan terlintas ingatan


"ini untuk mu tapi janji jangan menangis lagi" terngiang-ngiang

__ADS_1


"ah aku ingat anak yang menangisi ayahnya tapi aku lupa menanyakan namanya ternyata dia orangnya aku baru satu hari mengenalnya dan aku merasa tidak asing padanya aku yang memberikan kalung itu juga padanya, sementara ini aku akan tinggal di rumah Sena dulu dan menghindari ibu dulu tunggu dimana hpku apa Sena menyimpannya aku akan tanya dia"kata Devan yang mondar-mandir


Devan pun keluar kamar


"he kamu melihat hpku tidak"kata Devan dengan dingin


" nggak tau lagian pas bapak pingsan saya tidak melihat hp bapak"


"jangan panggil saya bapak emang gwe udah tua apa"kata Devan dengan sedikit marah


"iya Devan"kata Sena


"jangan-jangan kamu menjualnya yh "Devan menuduh Sena


"tidak pak sumpah "kata Sena yang ketakutan


"jangan panggil bapak"Devan melototinya


"iya maaf pak eh maaf Devan"


"serem banget sih kalo udah marah lagian aku juga nggak bohong kok lagian suruh aku panggil Devan bukankah ini terlalu cepat untuk menjadi santai"gumam Sena dalam hati


"yh sudahlah hanya satu hp saja "kata Devan dengan sombong


"apa kamu bilang "kata Devan yang mengangkat kedua alisnya pada Sena


"aku nggak ngomong apa-apa "kata Sena


"Sena bagaimana dikantor hari ini"kata Devan dengan santai Sena yang mendengarnya merasa canggung takut dan bingung


"di kantor semuanya baik-baik saja pak "kata Sena


"kan aku udah bilang panggil saya Devan"kata Devan dengan kekeh


"tapi pak bukannya ini terlalu santai kita juga belum kenal cukup lama"kata Sena


"yh aku tau tapi aku ada dirumah mu sekarang dan kita akan slalu bersama yhkan ini akan baik buat kedepannya "kata Devan


"masuk akal juga tapi "


" tidak usah tapa tapi cepat ceritakan bagaimana dikantor"


"oke hari ini pak tappa bilang bapak sedang ada pekerjaan di luar kota"kata Sena

__ADS_1


beberapa menit kemudian


"oh jadi seperti itu dia beralasan aku sedang dinas diluar kota"


"katanya juga ibu bapak sedang dinas juga diluar kota"kata Sena


" yh memang benar ibu sedang dinas diluar kota tappa pasti sangat sibuk mengurus perusahaan dan mencariku aku pergi dari rumah karena"Devan berhenti bicara dan melihat Sena yang dengan serius menatap Devan


" kenapa kenapa bapak berhenti bicara lanjutkan aku akan menjadi pendengar yang baik untuk bapak"kata Sena yang semakin ingin tau alasan Devan


"Sena "kata Devan dengan nada tinggi yang membuat Sena kaget dan langsung duduk dengan tegak


"yh pak"kata Sena dengan sigap


"pasti kamu belom terbiasa memanggil nama ku yh kan coba kamu latihan dulu panggil namaku Devan oke Devan jangan panggil bapak mengerti"Devan mengalihkan pembicaraan


"aku akan berusaha devan"kata sena dengan takut


"baiklah kamu sebaiknya istirahat besok kamu akan kerja bukan "kata Devan dengan lembut


"yh selamat malam Devan "kata Sena yang menuju pintu kamar nya


"malam juga sena"balas Devan


sesampainya di dalam kamar Sena loncat kegirangan karena Devan memanggil namanya dengan lembut " ternyata rumor yang dikatakan oleh Fina dan orang-orang kantor tidak benar pak Devan tidak maksudku devan dia nyatanya penyayang lembut jago masak dan aahhhhk apa aku sedang bermimpi serumah dengan dia"gumam Sena yang dalam hati Sena pun mencubit pipinya dengan sangat keras "aahaduh sakit"kata Sena Devan yang mendengarnya pun langsung mengetok pintu kamar Sena "tok tok tok sena kamu kenapa"


Sena pun membuka pintu kamarnya dan menahan rasa bahagianya itu "ah tidak apa-apa tadi ada kecoak "kata Sena


"dimana dimana kecoak"kata Devan yang khawatir pada Sena


"kenapa Devan khawatir pada ku apa aku ini adik keluarga pratapvir yang terbuang jika iya aku tidak bisa menikah dengan Devan nantinya"gumam Sena dalam hati yang berpikir berlebihan dan merasa kecewa


"Sena ini kecoaknya aku sudah membunuhnya"Devan yang terus mencari kecoak dan menemukan kecoak itu pun langsung memperlihatkan kecoak itu didepan matanya senapun terkejut


"apa dia menemukanya padahal aku tadi hanya beralasan"gumam Sena dalam hati sambil menelan air liurnya


"ah hebat Devan terimakasih aku akan tidur sekarang selamat malam"keata Sena yang mendorong Devan dan langsung menutup pintu kamarnya


"apa itu tadi...."kata Sena dengan bingung


...****************...


mohon dukungan nya teman-teman 😊

__ADS_1


__ADS_2