
Devan yang sudah sembuh dari koma pun teringat ayah nya yang sedang dirawat di rumah sakit tanpa berkata-kata Devan langsung pergi meninggalkan sakira
RUMAH SAKIT ANGGREK
"ayah Devan slalu berdoa untuk ayah semoga ayah lekas sembuh Devan sangat merindukan ayah semua ini kesalahan ku yah jika saja waktu itu aku tidak mengajak ayah untuk berkeliling hal seperti ini pasti tidak akan terjadi hiskhiskhiks"
Devan menangis karena merasa bersalah pada ayah nya
setelah melihat ayahnya Devan pun pergi dengan tatapan kosong
BAR LOLI
Devan dengan tatapan kosong meminum banyak sekali minuman dan sampai akhirnya mulai mabuk Devan yang mabuk pun teringat pada ayahnya yang tak kunjung sadar dan tertekan karena ibunya pun menjadi frustasi dan marah-marah di bar
"aduh apa apaan sih ini awas!! "
orang-orang dibar pun kesal pada Devan yang semakin mabuk berat
"hey cepat ambil HP-nya dan telvon keluarga atau teman nya "kata bos bar menyuruh pelayan nya
pelayan pun memegang tangan devan dari belakang dan mencari hp Devan tapi Devan tidak membawa HP-nya dan hanya membawa dompet nya saja
"dia tidak membawa hp bos dia hanya membawa uang"kata pelayan
"yh sudah ambil uang untuk bayar semua minuman yang dia minum "
" baik "
"orang ini bagaimana bos "
"keluarkan dia "
"hey kalian jaga sopan santun kalian aku ini bos dari perusahaan RK kalian tau itu?"
Devan mabuk berat dan berjalan-jalan
Sena yang baru pulang kerja tidak sengaja melihat orang mabuk dari sebrang jalan yang mengaku sebagai bos perusahaan RK Sena juga merasa femiliar dengan wajahnya pun meng hampiri Devan yang sedang mabuk
"pak Devan kenapa bapak bisa ada disini"sena terkejut ternyata benar itu adalah Devan
"hai manis kamu sangat cantik namamu siapa? hah tatapan ini aku suka tatapan khawatir ini kamu tau aku aku hiskhiskhiks aku sangat menyayangi ayahku
tapi dia masih belum sadar sampai sekarang dan ibu ku dia slalu ingin aku melakukan semua perintah nya aku sangat lelah aku sangat kesepian" Devan mengungkapkan semua keluh kesahnya pada sena
" pak ayo aku akan mengantarmu pulang"
__ADS_1
"aku tidak mau pulang mereka pasti akan mengurung ku dan mengendalikanku lagi aku tidak mau"
" siapa yang akan mengurung bapak?"
"ibu dia selalu ingin aku menuruti semua perintah nya sampai-sampai istri pun dia yang pilihkan Devan Devan nggak suka Devan ingin pergi jauh dari mereka kamu bawah aku pergi yh manis " Devan merengek seperti anak kecil pada Sena
"baiklah baiklah Devan ikut Sena pulang ke rumah Sena yh " Sena mengatakannya dengan lembut
"ternyata pak Devan sangat terkekang dengan ibunya dia berpura-pura kuat di depan semua orang untuk menutupi luka ini " gumam Sena dalam hati
" namamu Sena cantik sekali seperti orang nya "
Sena pun tersenyum dan tersipu mendengarnya
Sena membawa Devan ke rumah nya sesampainya di rumah Sena menemukan sepucuk surat yang terselip di bawah pintu ternyata itu surat dari ibunya tertulis
"Sena ibu balik kampung dulu nenek kamu sakit ibu akan menjaganya dulu untuk beberapa hari ibu sudah menyimpan makan di lemari es kamu jangan lupa makan yh
_dari ibu_💕"
"haduh ibu balik ke kampung lagi aku nggak enak kalo cuma berdua sama pak Devan bagaimana ini?" Sena bingung harus bagaimana
"aku aku aku pengen tidur Sena"
kata Devan
" nah bapak tidur dikamar sini yh " ucap Sena sambil membaringkan Devan
" bulan-bulan-bulan"devan mengucapkan nya beberapa kali dengan suara kecil
Sena yang mendengar Devan mengatakan sesuatu tapi tidak terdengar jelas Sena pun mendekat pada Devan
"bulan-bulan-bulan"
"pak Devan kenapa terus memanggil bulan siapa bulan? apa mungkin karena pak Devan sedang mabuk makanya kayak gini yh sudahlah aku capek mau istirahat"
Sena mengira Devan hanya sedang mabuk saja
"bapak tidur baik-baik yh "sambil mengelus-elus rambut Devan
Devan yang merasa nyaman karena di elus oleh Sena pun menarik tangan Sena
Sena yang jatuh di dada Devan pun langsung mencoba melepaskan diri tapi Devan malah memeluknya semakin erat
"emm parfum pak Devan wangi nya enak banget sih" kata Sena sambil memeluknya balik
__ADS_1
mereka pun tidur dengan nyenyak
pukul 02:00 Malam
Devan yang tertidur pulas pun perlahan mulai membuka matanya sambil memijat kepalanya yang masih sakit akibat minum-minum kemarin malam Sena yang masih memeluk Devan pun kaget
"hah,! siapa kamu? " kata Devan sambil melepaskan pelukan Sena
"dia ini adalah anak baru di kantor yang waktu itu menatapku dengan pandangan seperti.....tapi bagaimana aku bisa ada disini" gumam Devan dalam hati sambil melihat wajahnya Sena
sena yang memeluk Devan dengan erat pun susah untuk di lepaskan
tanpa sengaja Devan melihat kalung liontin bulan itu
" apa aku salah lihat kalung yang dipakai gadis ini memang seperti kalung yang di berikan ayah dulu kepada ku.... aku akan menanyakan nya besok aku akan tanya ke dia dari mana dia mendapatkan kalung itu"gumam devan dalam hati sambil memegang kalung itu dan melanjutkan tidurnya karena sakit kepala
sedangkan ibu Devan yang masih Dinas hanya bisa menghubungi sakira dan tappa
Sakira yang tidak bisa tidur karena khawatir pada Devan pun terus mencoba menghubungi Devan tapi telvon Sakira tidak di jawab-jawab oleh Devan saikira pun merasa kesal
"Devan angkat dong kamu dimana sih?"sakira menelfon devan dan khawatir terjadi apa-apa pada Devan karena Devan baru sembuh dari komanya
hp Devan ternyata tertinggal di rumah sakit waktu menjenguk ayah nya, Devan menaruh nya di meja
pagi hari pun tiba
Sena yang mulai membuka matanya dan melihat Devan ada di sampingnya pun diam dan memandang Devan dengan senyuman yang geregetan
"pak Devan kalo di liat dari Deket gini nambah ganteng Banget sih hidung mancung kulit nya putih badan nya bagus alis nya bagus bibir nya aaahhhkkk jadi pengen cium deh ih"gumam Sena dalam hati
Sena yang terus memandangi wajah Devan pun langsung pura-pura tidur Devan yang mulai bangun melihat Sena yang tidur sambil tersenyum senyum pun langsung bangun
"kamu siapa?kenapa aku bisa ada di sini?"tanya Devan kepada Sena
Sena pura-pura bangun dan menguap lalu menjelaskan pada Devan dengan pura-pura terkejut
"ahh SA SA saya minta maaf sebelumnya pak saya tidak ada niat untuk mengambil kesempatan bapak sendiri yang menarik tangan saya dan memeluk saya"
" cukup jangan sampai orang lain tau kalo kita pernah tidur bersama paham" kata Devan dengan dingin
"baik pak " kata Sena dan sedikit ketakutan
...****************...
hai guys gimana menurut kalian alurnya nyambung nggak jangan lupa untuk like dan komen yh
__ADS_1
Terimakasih 😊