
pagi hari pun tiba
" sena bangun sudah siang ini Sena ....Sena....!!"Devan memanggil Sena dengan suara keras tapi Sena tetap tidak bangun dari tidur nya Devan pun menghampiri Sena, dikamar Devan melihat Sena menutup kedua telinganya dengan bantal
"kenapa dia seperti ibuku "gumam Sena dalam hati dengan wajah kesal
Devan yang melihatnya pun langsung berdiri dihadapan Sena ,Devan membangunkan Sena dengan suara lembut
"Sena bangun apa kamu tidak kerja ,ini sudah siang"
Sena yang mendengarnya pun tidak bangun-bangun dan malah tersenyum sambil pura-pura tertidur
"Sena bangun bangun anak malas "kata Devan yang mengambil bantal dari telinga Sena
Sena yang merasa kesal pun langsung bangun "aaahhh ...jangan sini ....."Sena merengek meminta bantalnya dikembalikan
"Sena ini sudah siang cepat mandi dan sarapan jangan tidur lagi anak malas" kata Devan dengan tegas
"aku bukan anak malas lagian jika aku anak malas aku tidak akan kerja"kata Sena yang tidak suka
"baiklah aku.... anak baik cepat bangun dan mandi "kata Devan yang ingin minta maaf tapi gengsi Devan hanya mengelus rambut Sena
"baiklah aku akan mandi "kata Sena yang masih kesal
Sena pun mandi dan Devan menyiapkan sarapan, tidak lama kemudian Sena pun keluar dari kamarnya dan duduk di meja makan
"apa menu hari ini Devan"kata Sena yang melihat-lihat makanan yang ada dihadapannya
"hari ini aku memasak menu kesukaanku "kata Devan dengan percaya diri
Sena yang melihat ada begitu banyak makanan yang ada dimeja makannya pun kaget
"bukankah ini seperti makan siang ada cumi goreng,udang saus tiram,dan ini ini "kata Sena yang menunjuk-nunjuk semua makanan itu
"ini sedikit tidak sebanyak yang ada dirumahku"kata Devan dengan sombong
"sedikit dia bilang dasar sifat sombong nya memang alami lagian ini rumah ku bukan rumahnya "gumam Sena dalam hati
"lalu kamu membeli semua makanan ini pake uang siapa"kata Sena yang mengerutkan kedua alisnya
"tenang saja aku tidak beli kan ibumu sudah menyiapkan semuanya di kulkas "
"syukur lah ternyata kamu masih ingat tapi kenapa kamu memasak setengah makanan nya bagaimana untuk kedepannya nanti "kata Sena yang kesal
"bukankah ada Sena disini sudah ayo makan "devan melihat ke arah Sena dengan penuh senyuman Sena yang melihatnya pun langsung makan dengan kesal
"apa maksudnya dia ingin aku yang menafkahi nya ternyata dia sangat menyebalkan"gumam Sena dalam hati sambil memakan cumi goreng.
"waah cumi ini enak sekali tidak ada amis-amisnya sama sekali"gumam Sena dalam Hati dengan wajah bahagia
__ADS_1
"apakah enak"devan menanyakan nya dengan penuh percaya diri karena masakan dia pasti enak
"tidak "kata Sena yang langsung melahap cumi itu Devan yang melihat sena dengan tersenyum
"baiklah aku berangkat yh"kata Sena pada Devan
"iya hati-hati yh"balas devan
"ternyata sena sangat baperan banget yh "kata Devan yang melihat Sena yang sudah berjalan jauh
diluar rumah
"permisi Bu apa ibu pernah melihat orang ini "seorang polisi menunjukkan sebuah foto seseorang Devan yang sekilas melihat foto itupun langsung menutup pintu karena yang ada di foto itu adalah dia sendiri
"ternyata tappa sudah mulai mencariku sejauh ini sampai masuk ke perkampungan aku harus berhati-hati"kata Devan pada dirinya sendiri
pesan dari sakira
*tappa aku akan pergi ke London untuk membantu bisnis ayahku tolong kamu urus semuanya dengan baik yh jika Devan sudah ditemukan cepat hubungi aku*
"apa ini kenapa dikondisi seperti ini bukankah dia tidak mengerti bisnis dia hanya mengerti menghabiskan uang"ucap tappa yang merasa aneh dengan sakira
"jonh saya perintahkan kamu untuk mengikuti sakira kamu harus melaporkan setiap kesehariannya dengan siapa dan dimana mengerti"ucap tappa
"baik pak"
jonh pun pergi untuk mempersiapkan segala dan bergegas ke bandara yang sama dengan sakira
perusahaan Rk
"hai Sena "sapa Fina
"Fina kamu udah sembuh kenapa kamu tidak memberitahu Aku kalo kamu sakit aku khawatir tau"kata Sena dengan mata berbinar
"aku hanya sakit perut kemarin gara-gara makan mie setan"kata Fina yang memegang perut nya dengan ekspresi
"apa masih sakit"ucap Sena yang khawatir
"udah nggak sen kamu tenang aja aku udah sehat"kata Fina yang memeluk Sena
"Sena bagaimana setelah pulang kerja kita ke kafe rindu "kata Fina
"aku sepertinya nggak bisa fin"
"kenapa apa ibumu sakit"
"bukan aku harus pulang cepat karena ibu tidak ada dirumah aku harus membereskan rumah rumahku berantakan Fin maaf yh"kata Sena yang beralasan
__ADS_1
"emangnya ibu kamu kemana sen"
"ibuku udah beberapa hari nginep di rumah nenek jadi aku harus jaga rumah"Sena beralasan lagi
"oh gitu bagaimana jika ke rumah mu saja kan nggak ada orang yhkan pasti seru "ucap Fina
Sena yang ingin menolak nya tapi bingung harus beralasan apa lagi pun menerima ajakan Fina
"yh baiklah tapi kamu harus ganti baju dulu setelah pulang"kata sena agar bisa mengulur waktu untuk menyembunyikan Devan
"jika langsung ke rumah pasti akan ketauan nanti kalo Devan ada dirumahku bukan di luar kota, aku harus mengulur waktu ,jika ponsel ponsel devan tidak hilang aku pasti mengabarinya lewat ponsel "gumam Sena dalam hati
"Sena sen kamu kenapa "ucap Fina yang melihat Sena seperti banyak pikiran
"baiklah besok saja pasti rumah kamu berantakan banget yh "kata Fina yang kasian pada Sena
"iya fin makasih yh udah ngertiin aku" kata Sena yang merasa lega
"iya"balas Fina
mereka pun kembali bekerja
...****************...
di sisi lain para polisi yang terus mencari keberadaan Devan belum menemukan petunjuk apapun tappa yang bekerja keras membereskan masalah di perusahaan Rk dan menunggu hasil devan sedangkan ibu devan yang masih dinas di luar kota sama sekali tidak khawatir tentangnya sakira yang pergi beralasan ingin membantu bisnis ayahnya di luar kota ayah Devan yang masih koma
Devan kamu akan menemukan arti dari kata kebahagiaan yang sesungguhnya, kalung liontin bulan merah yang masih menjadi misteri ,,,,,,mari kita lanjutkan ceritanya
beberapa jam kemudian
" hari yang melelahkan"ucap Fina
"yh benar ayo kita naik taksi bareng"ajak Sena
"ayo "mereka pun pesan taksi online lewat hp Fina
"Sena apa kamu tau pak Devan hilang"
"apa hilang bukankah pak Devan dinas yh "
"hah bagaimana Fina tau Devan hilang apa ada yang membocorkannya "gumam Sena dalam hati
"kamu tidak tau tapi pagi di depan rumahku ada beberapa polisi yang bertugas mencari seseorang dan polisi itu menunjukkan fotonya dan itu pak Devan kata pak polisi itu pak Devan hilang beberapa hari yang lalu" kata Sena yang serius Sena yang mendengarnya pun terkejut
"jangan-jangan "Sena mengingat bahwa waktu dia berangkat kerja di depan rumahnya ada beberapa polisi yang seperti sedang mencari seseorang
"jangan-jangan polisi-polisi itu juga mencari Devan bagaimana jika terjadi sesuatu Devan "gumam Sena dalam hati yang sangat menghawatirkan Devan
cahaya merah dari kalung Sena pun memancarkan cahaya merah lagi dan membuat pak sopir dan Fina terkejut ketakutan
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya teman-teman 😊 maaf kalo alurnya nggak nyambung soalnya masih belajar 🙏🏻🙏🏻