
**Prolog**
Aku masih ingat betul masa kecilku pertama kali ku bertemu dengannya di taman sakura
(Shoyo sedang duduk di bawah pohon sakura di taman ketika Ayumi datang)
Ayumi: (tersenyum)" Halo, apa boleh aku duduk di sini?"
Shoyo: (terkejut tapi tersenyum) "Tentu saja! Silakan duduk."
Ayumi: (tersenyum) "Terima kasih. Namaku Ayumi. Siapa namamu?"
Shoyo: (tersenyum)" Aku Shoyo. Senang bertemu denganmu, Ayumi."
Ayumi: (tersenyum) "Sama-sama, Shoyo. Kamu sering duduk di sini?"
Shoyo: (mengangguk) "Ya, aku suka datang ke sini dan menikmati pemandangan bunga sakura."
Ayumi: (tersenyum)" Aku juga. Taman ini sangat indah di musim bunga. Kamu tinggal di dekat sini?"
Shota: (menggeleng) "Tidak, aku sebenarnya cukup jauh dari sini. Tapi, aku sering datang ke sini untuk bermain atau hanya bersantai."
Ayumi: (tertawa)" Kamu sangat menyukai taman ini ya?"
Shoyo: (tertawa) "Ya, aku pikir begitu. Bagaimana denganmu, Ayumi? Apa kamu juga sering datang ke sini?"
Ayumi: (tersenyum) "Aku baru pertama kali datang ke taman ini. Aku senang menemukan tempat ini, aku pasti akan datang lagi di masa depan."
Shoyo: (tersenyum) "Itu baik. Jangan ragu untuk datang lagi di sini. Aku akan senang jika kamu datang lagi dan bermain bersama."
Ayumi: (tersenyum) "Terima kasih, Shoyo. Aku akan mengingatnya."
Shoyo: (tersenyum) "Baiklah. Kamu ingin bermain apa nanti? Aku punya beberapa mainan yang bisa kita mainkan."
Ayumi: (tersenyum) "baik. Aku senang bermain denganmu."
__ADS_1
Shoyo: (tersenyum) "Sama-sama, Ayumi. Mari kita bersenang-senang bersama!"
aku selalu menghabiskan banyak waktuku bersamanya
hingga akhirnya kami berdua menjadi sahabat dekat sering menghabiskan waktu bersaama menjelajahi hutan bermain bersama,berbicara tengang masa depan kami.
dan aku ingat saat ku menemukan kucing lalu menunjukkannya ke ayumi
(Shoyo berjalan ke arah Ayumi sambil tersenyum dan membawa seekor kucing)
Shoyo: "Ayumi, lihat siapa yang aku temukan di jalan tadi!"
Ayumi: (terkejut)" Wah, kucing yang lucu! Kamu menemukannya di mana?"
Shoyo:" Di dekat taman. Dia kelihatan sedang kesepian, jadi aku pikir aku akan membawanya pulang bersamaku."
Ayumi: (tersenyum) "Baguslah. Kamu pasti akan menjadi pemilik yang baik untuknya."
Ayumi: (mengulurkan tangannya untuk membelai kucing) "Hei kamu, kamu benar-benar lucu! Siapa yang akan menyangka bahwa Shoyo akan menjadi pemilik kucing?"
Shoyo: (tersenyum lebar) "Apa kamu meremehkanku? Aku juga bisa menjadi pemilik kucing yang baik, tahu!"
Ayumi: (tertawa)" Tentu saja, tentu saja. Kamu akan menjadi pemilik kucing yang hebat."
Kucing: (mengusap kepala Ayumi dengan lembut)
Ayumi: (tertawa) "Aku pikir kamu menyukai Ayumi, ya?"
Shoyo: (tersenyum puas) Ternyata kucing juga tahu mana yang baik, tahu!
dan ku juga ingat ketika aku dan Ayumi membuat janji kita untuk tidak berpisah di tepi sungai saat malam hari yang gelap disinari oleh terangnya kunang kunang dan bintang.
__ADS_1
Shoyo: "Ayumi, pernahkah kamu memkirkan kita akan berpisah"
Ayumi: "Tidak, bicara apa kau Shoyo."
Shoyo: (Sedih merenung)"aku benar benar takut jika itu terjadi,aku akan merasa kesepian jika suatu saat kita akan berpisah."
Ayumi: (Tersenyum memandang Shoyo) "Tenang saja aku akan selalu ada sisimu Shoyo, Aku tidak akan
meninggalkanmu,aku akan selalu ada disisimu."
Shoyo; "Hei Ayumi ayo kita buat janji."
Ayumi: "Janji unuk apa?"
Shoyo: "Berjanjilah kepadaku agar kita selalu bersama meskipun kita sudah dewasa nanti."
Ayumi: "Baiklah aku akan berjanji, biarkan bintang dan kunang kunang yang bersinar pada malam hari ini menjadi saksi dari janji kita."
Shoyo; "kau harus tepati janji mu itu...."
Hingga tiba dimana hari aku berlari mengelilingi kota untuk mencari Ayumi,aku sudah mengelilingi kota tetapi tidak menemukan Ayumi.Aku ingat masih ada satu tempat yang belum ku kunjungi yaitu tepi sungai tempat dimana aku dan Ayumi membuat janji untuk tidak berpisah.
Ketika ku sampai disana aku juga tidak menemukan Ayumi.
Saat itu aku benar takut kehilangan ayumi selamanya dan merasa kesepian.Aku yang sudah putus asa merasa lemas dan tidak kuat untuk berdiri kemudian menangis karena tidak menemukan Ayumi.
Dia menghilang tanpa jejak bagaikan kabut yang perlahan lahan menyapu dan menghilang dari pandangan,dan meninggalkan ku akan trauma kesepian dan kehilangan.......
Shoyo terbangun dari tidur dengan wajah muram
Shoyo:(berbicara dalam hati) "Ah mimpi ini lagi,lagi-lagi aku bermimpi buruk tentang Ayumi Aku merindukannya terlalu banyak"
__ADS_1