
Kesokan harinya seperti biasa shoyo sarapan pagi lalu bersiap siap untuk berangkat ke kantor dan siap memulai pekerjaannya dengan semangat.Sesampainya di kantor ia menyapa rekan rekannya Seon ,Shiro ,Pak Kazuya, dan bekerja seperti biasanya.
setelah Shoyo pulang kerja dari kantornya yang bekerja sebagai desainer interior, ia tiba tiba diikuti oleh seseorang , shoyo yang sadar akan dirinya yang sedang diikuti seseorang berbalik badan dan berteriak "Siapa di sana".
Lalu seseorang keluar dan berkata "aduh, ketahuan deh" sambil tersenyum.
Seseorang tersebut adalah Ray teman masa kecil shoyo dan juga Ayumi.
Shoyo bertanya "apakah kamu..... Ray?"
__ADS_1
Ray :"yah ini aku kawan, Lama tidak bertemu".
Shoyo (berjabat tangan dan memeluk Ray) : "sebuah kebetulan kita bisa bertemu lagi disini setelah masa kecil yang kita lewati".
Shoyo sedikit lega dan tersenyum
Ray (tersenyum kecil) : "banyak hal yang sudah terjadi padaku".
Akhirnya mereka berdua mampir cafe memesan 2 kopi yang berbeda americano dan vanila latte kemudian berbincang bincang tentang masa lalu(masa masa saat mereka bertiga bermain bersama)(tetapi shoyo tidak membicarakan tentang Ayumi yang menghilang tanpa kabar)
__ADS_1
Ray bercerita bahwa ia sekarang menjadi manager akuntan , setelah itu shoyo bercerita tentang dirinya dari awal mula masuk kerja, desainnya dicuri yoru hingga naik pangkat menjadi manajer proyek di perusahaan desain interior tempatnya bekerja. Mereka saling berbagi pengalaman dan tertawa mengenang momen-momen lucu saat mereka masih kecil.
Selama percakapan mereka, Shoyo memutuskan untuk tidak membicarakan tentang Ayumi yang menghilang tanpa kabar. Meskipun rasa penasaran masih ada dalam pikirannya, dia tidak ingin mengganggu kebersamaan dan kenangan indah yang mereka bagikan saat ini.
Ray memberikan dukungan dan penghargaan kepada Shoyo atas kesuksesannya dalam karier desain interior. Dia mengatakan betapa bangga dia atas prestasi Shoyo dan bagaimana dia telah mengatasi tantangan yang dihadapinya.
Setelah beberapa jam berlalu, Shoyo dan Ray berpisah dengan senyuman di wajah mereka. Mereka berjanji untuk tetap menjaga hubungan mereka dan tidak menunggu terlalu lama untuk bertemu lagi. Shoyo merasa terhibur dan bersemangat setelah bertemu kembali dengan Ray, mengingat masa-masa kecil yang tak terlupakan dan melihat bagaimana mereka telah tumbuh menjadi individu yang sukses.
Saat Shoyo pulang ke apartemennya, pikirannya kembali kepada Ayumi. Meskipun mereka tidak membahasnya hari ini, rasa khawatir dan penasaran tentang keadaan Ayumi masih ada dalam hatinya. Dia berharap bahwa Ayumi baik-baik saja dan mendoakan agar mereka bisa bertemu lagi suatu hari nanti.Meskipin Shoyo masih memiliki trauma yang mendalam akibat menghilangnya Ayumi tanpa kabar.
__ADS_1
Dalam kegelapan malam, Shoyo mengambil beberapa saat untuk merenung. Meski ada misteri yang mengelilingi kepergian Ayumi, dia merasa terima kasih atas dukungan dan kehadiran teman-temannya seperti Ray. Mereka memberikan kekuatan dan semangat baginya untuk tetap maju dalam hidup dan pekerjaannya.
Dengan pikiran yang penuh harapan dan tekad yang kuat, Shoyo siap menghadapi apa pun yang akan datang, baik dalam kehidupan pribadinya maupun dalam proyek desain interior yang sedang dikerjakannya. Dia berjanji untuk tetap fokus, menghadapi tantangan dengan kepala tegak, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal.