
Shoyo membuka matanya, mengambil napas dalam-dalam, dan duduk di atas tempat tidurnya. Dia melihat sekeliling kamar apartemennya, mengecek jam dinding, dan merasakan kecemasan yang mulai memenuhi dirinya. Dia bermimpi buruk malam itu, mimpi tentang segala sesuatu yang mungkin salah di tempat kerjanya yang baru. Sebagai seorang desainer interior yang baru saja memulai karirnya, dia merasa sangat tidak percaya diri tentang pekerjaannya dan kemampuannya.
Shoyo (merenungkan mimpi buruknya): "Aku harus berusaha lebih keras dan tidak meragukan kemampuanku. Aku bisa melakukan ini."
Dia berjalan ke kamar mandi dan mencuci mukanya. Dia memandangi wajahnya sendiri di cermin, mencoba membangkitkan semangat dirinya sendiri. Dia memikirkan tentang semua hal yang telah dia pelajari dan semua proyek yang telah dia selesaikan selama studinya. Namun, kecemasannya masih belum hilang.
Shoyo (berbicara pada dirinya sendiri): "Kau bisa melakukannya, Shoyo. Kau telah mempersiapkan dirimu dengan baik untuk bekerja di bidang ini."
Setelah mandi, Shoyo mempersiapkan sarapan paginya dan memeriksa kembali semua barang-barangnya yang dibutuhkan untuk bekerja. Setelah memastikan semuanya lengkap, dia meninggalkan apartemennya dan berjalan menuju tempat kerjanya yang baru.
Shoyo (menatap jam di tangannya): "Waktu sudah dekat. Aku harus cepat tiba di tempat kerja baru."
__ADS_1
Dia memasuki ruangan dengan langkah hati-hati, mencoba untuk tidak menunjukkan ketakutannya pada rekan kerjanya. Namun, ketika dia melihat sekeliling ruangan, dia merasa lega karena suasana kerja yang bersahabat dan santai. Dia disambut oleh beberapa rekan kerjanya yang ramah dan membantunya merasa lebih nyaman.
Pak kazuya: "Halo, Shoyo! Selamat datang di tim kami. Kami senang memilikimu di sini."
Shoyo (tersenyum lega): "Halo pak, terima kasih banyak. Saya sangat bersemangat untuk memulai hari pertama saya."
Pak kazuya: "Tentu saja! Kami siap membantumu dengan apa pun yang kamu butuhkan. Jangan ragu untuk bertanya jika ada yang perlu dijelaskan."
Shoyo duduk di depan komputernya dan memulai hari kerjanya. Dia merasa semakin percaya diri seiring berjalannya waktu dan berhasil menyelesaikan beberapa tugas awalnya dengan baik. Dia mulai merasa bahwa mimpinya tentang kegagalan di tempat kerja itu hanyalah kekhawatirannya yang berlebihan.
Dia menatap jam dan tersadar bahwa waktu sudah larut malam. Dia mengumpulkan barang-barangnya, mengucapkan selamat tinggal pada rekan kerjanya, dan kembali ke apartemenn
__ADS_1
Di perjalanan pulang, Shoyo melewati sebuah taman kecil di dekat apartemennya. Di sana, dia melihat dua anak kecil sedang bermain, mereka saling berlari dan mengejar satu sama lain. Pemandangan itu mengingatkannya pada masa lalunya, ketika dia masih kecil dan sering bermain dengan sahabatnya Ayumi di taman yang sama.
Shoyo (merenungkan masa lalunya): "Ayumi, aku harap kamu baik-baik saja di mana pun kamu berada."
Meskipun disisi lain dari shoyo enggan bertemu dengan Ayumi karena meninggalkannya tanpa kabar,ia juga sangat khawatir dengan Ayumi.
Shoyo menghela napas, lalu melanjutkan perjalanannya pulang. Dia tiba di apartemennya dan melempar dirinya ke sofa dengan kelelahan.
Shoyo (berpikir): "Aku sudah melewati hari pertama di tempat kerja baru. Aku harus terus memperbaiki kemampuan dan menunjukkan yang terbaik."
Shoyo mengambil buku catatannya dan mulai menulis beberapa ide desain baru yang muncul di kepalanya. Dia sangat bersemangat untuk menerapkannya di proyek selanjutnya.
__ADS_1
Shoyo (tersenyum): "Aku akan membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku bisa melakukan ini. Dan aku akan terus mengembangkan kemampuanku untuk menjadi desainer interior yang handal."
Shoyo mematikan lampu, lalu merapatkan selimutnya. Dia merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di tempat kerja baru besok