
Beberapa bulan setelah Shoyo mulai bekerja sebagai desain interior, segalanya tampak berjalan dengan baik. Ia telah menunjukkan dedikasinya, kreativitasnya, dan kerja kerasnya dalam menghasilkan desain-desain yang menakjubkan. Shoyo merasa bangga dengan kemajuannya, namun, tidak semua cerita berakhir bahagia.
Bertempat di kantor yang ramai, Shoyo tengah asyik dalam pekerjaannya. Ia tengah menyusun konsep desain yang inovatif untuk proyek terbaru. Namun, ada sesuatu yang terasa aneh. Ia melihat Yoru, salah satu rekan kerjanya, selalu mengamati pekerjaannya dengan seksama. Pikiran Shoyo berkecamuk, namun, ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan hal itu.
Suatu hari, ketika Shoyo hendak menunjukkan desainnya kepada atasan mereka, kejadian yang mengejutkan terjadi. Atasannya menunjukkan desain yang identik dengan desain Shoyo. Rasa bingung dan kemarahan meluap dalam diri Shoyo. Bagaimana mungkin hal ini terjadi?
Shoyo mencari Yoru, yang ternyata telah pergi meninggalkan kantornya. Kecurigaannya semakin menguat, namun, ia memutuskan untuk berbicara dengan Seon Han terlebih dahulu. Seon Han adalah rekan kerja dan teman dekatnya di kantor. Ia tahu bahwa Seon Han selalu jujur dan dapat diandalkan.
Shoyo mendatangi ruang kerja Seon Han dengan hati yang berat. Ia bercerita tentang desain yang dicuri oleh Yoru, dan meminta pendapat Seon Han tentang apa yang seharusnya mereka lakukan.
"Tapi, Shoyo, ini adalah pencurian desain. Kita tidak bisa tinggal diam dan membiarkannya terus berlanjut," kata Seon Han dengan tegas.
Namun, Shoyo mengangguk dan menyela, "Aku tahu itu sulit untuk diterima, tapi aku ingin menyelesaikannya dengan cara yang damai. Aku tidak ingin terlibat dalam konflik yang berkepanjangan di tempat kerja. Aku ingin tetap fokus pada pekerjaan dan menghasilkan desain-desain terbaik."
Seon Han mengerti keputusan Shoyo, meski ia masih merasa tidak setuju. Ia menghormati keputusan temannya, tapi juga berjanji untuk tetap waspada terhadap Yoru.
__ADS_1
Setelah berhari-hari menghadapi konflik internal, Shoyo merasa semakin terbebani. Ia merasa dilema antara kejujuran dan damai. Shoyo memutuskan untuk pergi ke rooftop kantor, tempat ia sering merenung dan mencari ketenangan.
Dibawah langit malam yang penuh bintang, Shoyo duduk di tepi rooftop kantor, membiarkan angin malam menerpa wajahnya. Ia merasakan hembusan angin yang menenangkan membawa sedikit kelegaan dalam hatinya yang gelisah. Shoyo memandang langit yang dipenuhi bintang-bintang, mencoba mencari kejernihan dalam pikirannya yang kacau.
Lambat laun, Seon Han muncul di atas rooftop. Ia menyadari keadaan Shoyo dan dengan hati-hati mendekatinya.
"Shoyo, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Seon Han dengan lembut.
Shoyo menghela nafas dalam-dalam sebelum menjawab, "Aku merasa terjebak dalam dilema ini, Seon. Di satu sisi, aku ingin mengungkap kebenaran dan menghentikan Yoru, tapi di sisi lain, aku takut akan konsekuensinya. Aku tidak ingin suasana kerja menjadi tidak nyaman dan merusak hubungan di antara kita semua."
Seon Han duduk di samping Shoyo, memberikan dukungan dengan kehadirannya. "Aku mengerti betapa sulitnya keputusan ini bagi kamu, Shoyo. Namun, tahukah kamu bahwa ketika kita memilih untuk diam dalam menghadapi ketidakadilan, kita sebenarnya memberi ruang bagi orang lain untuk melanggarnya?"
Seon Han tersenyum lembut dan menjawab, "Tentu saja, kita semua ingin menjaga kedamaian, tapi apakah kedamaian yang kamu jaga saat ini adalah hasil dari ketidakadilan yang terjadi? Apakah kamu benar-benar bisa menemukan kedamaian dalam hatimu jika masalah ini terus berlanjut?"
Kata-kata Seon Han membuat Shoyo merenung. Ia menyadari bahwa diamnya hanyalah membiarkan Yoru terus melakukan tindakan curang. Shoyo tahu bahwa ia harus menghadapi konflik ini dengan bijaksana, demi keadilan dan integritas dirinya sebagai seorang desainer.
__ADS_1
Dengan perlahan, Shoyo bangkit dari duduknya dan menatap Seon Han dengan tekad yang baru. "Kamu benar, Seon. Aku tidak bisa lagi bersembunyi di balik ketakutan. Aku harus berani menghadapi konflik ini dengan bijaksana dan memastikan bahwa kebenaran terungkap."
Seon Han tersenyum bangga pada Shoyo. Ia mengangkat tangannya dan menepuk bahu Shoyo dengan penuh semangat. "Aku tahu kamu mampu menghadapinya, Shoyo. Aku akan mendukungmu sepenuhnya dalam perjuangan ini. Kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama."
Dengan semangat yang baru, Shoyo dan Seon Han kembali ke kantor keesokan harinya. Mereka memutuskan untuk menghadap atasan mereka secara langsung dan membawa bukti-bukti yang menunjukkan bahwa desain yang dipresentasikan oleh Yoru adalah hasil pencurian dari karya Shoyo.
Di ruang rapat, Shoyo dengan hati-hati dan dengan penuh keberanian menyampaikan temuan mereka kepada atasan. Ia menunjukkan bukti-bukti yang mereka kumpulkan dengan seksama, membuktikan bahwa desain itu adalah hasil karya dirinya.
Tak lama setelah itu, atasan mereka memanggil Yoru untuk memberikan penjelasan. Dalam wajahnya yang pucat, Yoru terdiam dan akhirnya mengakui perbuatannya. Ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Shoyo dan mengakui bahwa tindakannya adalah tidak benar.
Shoyo merasa lega dan merasakan keadilan kembali ditegakkan. Ia menyadari bahwa kebenaran selalu akan memenangkan pertempuran meski jalan yang ditempuh tidak selalu mudah. Ia bersyukur memiliki Seon Han sebagai teman yang menginspirasi dan mendukungnya dalam menghadapi tantangan ini.
Setelah insiden tersebut, suasana di kantor berubah menjadi lebih transparan dan saling percaya. Kejujuran dan integritas menjadi pijakan yang kuat bagi semua karyawan. Shoyo melanjutkan karyanya sebagai desainer interior dengan semangat yang tak tergoyahkan, dan hubungannya dengan Seon Han semakin kuat seiring mereka melalui pengalaman tersebut.
Dalam perjalanan mereka sebagai rekan kerja dan teman dekat, Shoyo dan Seon Han terus tumbuh dan berkembang. Mereka saling mendukung dalam menghadapi tantangan dan mencapai impian mereka masing-masing. Keduanya tahu bahwa persahabatan mereka adalah hal yang berharga dan akan terus terjaga seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
Di atas rooftop kantor, Shoyo dan Seon Han sering duduk bersama, merenungkan perjalanan mereka dan bercerita tentang mimpi-mimpi masa depan yang mereka kejar. Mereka menyadari bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi dengan keberanian, integritas, dan dukungan teman sejati.
Hari-hari di kantor menjadi lebih cerah dan penuh harapan. Shoyo dan Seon Han melanjutkan perjalanan mereka sebagai desainer interior yang sukses, tetapi yang lebih penting, mereka terus membangun hubungan yang kuat dan saling menginspirasi satu sama lain.