
Hari kedua Shoyo bekerja sebagai desain interior di perusahaan ternama dimulai dengan rasa cemas yang masih menyelimuti dirinya. Ia masih belum terbiasa dengan lingkungan kerja dan tugas-tugas yang dihadapinya. Namun, ia tidak boleh menyerah begitu saja. Ia harus terus belajar dan mengasah kemampuan agar bisa menjadi desainer interior yang sukses di masa depan.
Di pagi hari, ketika Shoyo sedang sibuk menata alat dan bahan kerjanya, tiba-tiba ia didekati oleh seorang rekan kerja yang tak dikenal. Pria itu tampak ramah dan berbicara dengan bahasa Inggris yang fasih.
Seon Han:"Hi, my name is Seon Han. Nice to meet you," ucapnya sembari tersenyum.
Shoyo terkejut dan sedikit tercengang dengan kedatangan Seon. Namun, ia berusaha untuk merespon dengan ramah.
Shoyo:"Hi, I'm Shoyo. Nice to meet you too," balasnya.
"Are you new here? I haven't seen you before," tanya Seon.
"Yeah, it's my second day here. I'm still trying to get used to everything," jawab Shoyo.
"Well, don't worry too much. I'm sure you'll do great. If you need any help, just let me know," ujar Seon dengan penuh semangat.
Shoyo merasa sedikit lega dengan sikap ramah Seon. Ia pun memutuskan untuk bertanya lebih banyak tentang lingkungan kerja dan tugas-tugas yang dihadapinya.
"Thanks. Can you tell me more about the work here? What do we usually do?" tanya Shoyo.
__ADS_1
Seon pun menjelaskan dengan detail mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai desainer interior di perusahaan tersebut. Ia juga memberikan beberapa tips dan trik yang berguna untuk memudahkan pekerjaan Shoyo.
"Wow, that's very helpful. Thanks a lot," ucap Shoyo dengan senyum lebar.
"No problem. We're a team here, so we have to help each other out," balas Seon.
Mereka pun mulai bekerja dan saling membantu satu sama lain. Shoyo merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk bekerja keras setelah bertemu dengan Seon. Ia juga merasa bersyukur karena telah menemukan teman baru di lingkungan kerja yang baru saja ia masuki.
Beberapa jam kemudian, ketika mereka sedang istirahat sejenak, Seon mulai membuka diri dan berbagi kisah hidupnya dengan Shoyo. Ia bercerita tentang keluarganya, mimpi-mimpinya, dan bagaimana ia memulai karirnya di bidang desain interior.
Shoyo merasa terkesan dengan keberanian Seon untuk berbicara tentang hal-hal pribadi. Ia pun mulai membuka diri dan bercerita tentang kehidupannya di korea sebelum akhirnya memutuskan untuk pindah ke indonesia.
Setelah pulang dari kantor, Shoyo memutuskan untuk mengajak Seon Han makan malam bersama. Mereka memilih sebuah restoran tradisional Korea yang menyajikan hidangan yang enak dan lezat.
"Sudah lama saya tidak makan di sini," kata Seon Han sambil memandangi menu makanan yang tersedia.
"Bagus dong kalau kita bisa makan di sini. Saya juga belum pernah mencoba makanan tradisional Korea," ujar Shoyo sambil tersenyum.
Mereka pun memesan beberapa hidangan yang disarankan oleh pelayan dan mulai menikmati makan malam mereka. Shoyo merasa senang bisa makan bersama dengan Seon Han. Ia merasa bahwa mereka semakin dekat satu sama lain.
__ADS_1
Tiba-tiba, Seon Han memulai percakapan dalam bahasa Indonesia.
"Kamu bisa bahasa Indonesia?" tanya Shoyo dengan heran.
"Ya, aku bisa. Aku belajar bahasa Indonesia selama di perguruan tinggi," jawab Seon Han sambil tersenyum.
Shoyo merasa terkejut dan kaget. Ia tidak menyangka bahwa Seon Han bisa berbicara dalam bahasa Indonesia. Ia pun memutuskan untuk mengajak Seon Han berbicara lebih banyak tentang Indonesia dan kebudayaannya.
"Wow, kamu sangat pintar. Bagaimana bisa kamu belajar bahasa Indonesia?" tanya Shoyo dengan tertarik.
"Ketika saya kuliah di perguruan tinggi, saya memilih jurusan antropologi dan saya sangat tertarik dengan budaya Asia Tenggara. Salah satu bahasa yang saya pelajari adalah bahasa Indonesia," jelas Seon Han.
Shoyo merasa terkesan dengan kemampuan Seon Han untuk berbicara dalam bahasa Indonesia. Ia merasa senang bisa berbicara tentang Indonesia dan kebudayaannya dengan Seon Han.
"Bagaimana menurutmu tentang budaya Indonesia?" tanya Shoyo.
"Saya suka budaya Indonesia. Saya merasa bahwa Indonesia memiliki banyak keunikan dan keindahan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," jawab Seon Han.
Mereka pun terus berbicara tentang Indonesia dan kebudayaannya hingga makan malam mereka berakhir. Shoyo merasa senang bisa mengenal Seon Han lebih baik dan memiliki teman sekerja yang bisa diajak berbicara tentang berbagai hal, termasuk tentang Indonesia dan kebudayaannya.
__ADS_1