Little Dream(Mimpi Kecil)

Little Dream(Mimpi Kecil)
Deep ignorance


__ADS_3

Keesokan harinya, Shoyo kembali bekerja sebagai desainer interior. Ia menerima telepon dari seorang klien yang ingin memesan beberapa item interior untuk apartemen baru mereka. Tanpa disadari, Shoyo tidak tahu bahwa orang yang menelepon itu adalah Ayumi.


Klien: Halo, apakah ini Pak Agata, desainer interior?


Shoyo: Ya, ini Agata. Apa yang bisa saya bantu?


Klien: Saya mendengar tentang reputasi Anda sebagai desainer interior yang sangat baik. Saya baru saja membeli sebuah apartemen dan saya ingin memesan beberapa furnitur dan dekorasi untuk mengisi ruangannya. Apakah Anda bisa membantu saya dengan proyek ini?


Shoyo: Tentu, saya senang bisa membantu. Bisakah Anda memberi tahu saya lebih detail mengenai apa yang Anda inginkan dan preferensi gaya interior yang Anda miliki?


Klien: Tentu, saya ingin menciptakan suasana yang nyaman dan minimalis dengan sentuhan modern. Saya tertarik dengan furnitur berwarna netral dan aksen kayu. Saya juga ingin memiliki area ruang tamu yang menyambut dan ruang makan yang elegan. Apakah Anda bisa memberikan saran dan membantu saya memilih furnitur yang cocok?


Shoyo: Tentu, saya dapat memberikan saran dan mengatur pertemuan dengan Anda untuk melihat langsung ruang apartemen yang akan didekorasi. Dari situ, saya akan mengumpulkan informasi yang lebih detail dan menyusun konsep desain yang sesuai dengan preferensi Anda.


Klien: Itu kedengarannya bagus. Kapan kita bisa bertemu dan membicarakan lebih lanjut?


Shoyo: Bagaimana jika kita bertemu besok di apartemen Anda? Saya akan membawa beberapa katalog dan contoh bahan untuk memberikan gambaran tentang desain yang mungkin cocok untuk Anda.


Klien: Baiklah, besok pukul 10 pagi di apartemen saya. Saya berharap kita bisa mencapai hasil yang memuaskan. Terima kasih atas bantuan Anda, Pak Agata.


Shoyo: Sama-sama, saya senang bisa membantu. Sampai jumpa besok, dan saya akan siap membantu Anda mewujudkan desain interior yang Anda impikan.


Dalam hati, Shoyo merasa senang mendapatkan proyek baru, tetapi ada juga perasaan aneh yang melingkupinya. Ia tidak menyadari bahwa klien yang baru saja meneleponnya adalah Ayumi, sahabat masa kecilnya yang hilang. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan klien tersebut dan mengerjakan proyek yang menarik ini.


Pada hari berikutnya, Shoyo menghubungi Ayumi untuk mengkonfirmasi pertemuan bisnis di kantor desain interior. Namun, dengan sedikit rasa kecewa, Shoyo memberitahu clientnya (Ayumi) bahwa dia tidak dapat hadir pada waktu yang telah ditentukan.


Shoyo: "Halo, client yang terhormat. Maaf sekali, tapi ada hal yang mendesak yang muncul di pagi ini. Aku tidak akan bisa datang pada pertemuan pukul 10 seperti yang telah direncanakan."


Ayumi: "Oh, begitu ya, pak? Ada apa? Apakah semuanya baik-baik saja?"


Shoyo: "Ya, semuanya baik-baik saja, tapi ada keperluan mendadak yang harus aku selesaikan. Namun, jangan khawatir, aku telah menugaskan bawahanku, Shiro, untuk menggantikanku dalam pertemuan tersebut. Dia memiliki pengetahuan yang sama tentang proyek interior yang kita diskusikan sebelumnya."


Ayumi: "Baiklah, kalau begitu. Semoga masalahmu dapat terselesaikan dengan baik. Aku berharap Shiro dapat memberikan informasi yang aku butuhkan mengenai proyek tersebut."


Shoyo: "Terima kasih atas pengertianmu, client yang terhormat. Aku sangat menghargainya. Shiro sudah aku beritahu secara rinci mengenai proyek ini, jadi dia siap untuk memimpin pertemuan denganmu. Jika ada hal yang perlu kalian diskusikan lebih lanjut, tolong beritahukan kepadanya."


Ayumi: "Baiklah, akan kusampaikan pesan itu pada Shiro. Semoga semuanya berjalan lancar. Terima kasih, Pak."

__ADS_1


Shoyo: "Sama-sama, Client yang terhormat. Mohon maaf sekali lagi atas ketidaknyamanan ini. Aku akan berusaha hadir dalam pertemuan berikutnya untuk memberikan dukungan penuh pada proyek ini."


Setelah percakapan dengan Ayumi berakhir, Shoyo segera menghubungi Shiro untuk memberikan instruksi lebih lanjut. Dia menjelaskan dengan jelas tentang desain interior yang telah dibahas dengan client  sebelumnya dan memberikan semua informasi yang diperlukan.


Shoyo: "Halo, Shiro. Aku tidak bisa hadir dalam pertemuan dengan Client besok. Kamu akan menggantikanku dan memimpin diskusi mengenai proyek interior untuk apartemen client kita yang baru."


Shiro: "Baik, Shoyo. Aku akan melakukannya dengan baik. Apakah ada instruksi khusus yang harus aku sampaikan atau hal-hal yang perlu diperhatikan?"


Shoyo: "Pastikan kamu menjelaskan rancangan dan konsep yang telah kita diskusikan sebelumnya dengan jelas. Jika ada perubahan atau permintaan khusus dari client, catat dengan baik dan pastikan semuanya terdokumentasi dengan benar."


Shiro: "Siap, Shoyo. Aku akan memastikan bahwa semuanya berjalan lancar dan client puas dengan hasilnya. Terima kasih atas kepercayaanmu."


Shoyo: "Terima kasih, Shiro. Aku tahu kamu dapat menangani ini dengan baik".


Shoyo merasa lega mendengar kepercayaan yang ditunjukkan oleh Shiro. Dia yakin bahwa Shiro akan menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan kepada Client.


Pertemuan pun tiba pada hari berikutnya pukul 10 pagi di apartement. Shiro mempersiapkan semua dokumen dan desain yang diperlukan untuk presentasi kepada Ayumi. Dia memastikan semuanya rapi dan teratur agar pertemuan berjalan lancar.


Ketika Ayumi tiba, Shiro menyambutnya dengan ramah dan menjelaskan situasi bahwa Atasannya tidak dapat hadir karena urusan mendesak. Dia meyakinkan Ayumi bahwa dia telah memahami proyek tersebut dengan baik dan siap untuk memberikan presentasi yang komprehensif.


Shiro: "Selamat pagi, Ayumi. Maafkan Atasanku karena dia tidak bisa hadir hari ini. Ada urusan mendesak yang harus dia selesaikan. Namun, jangan khawatir, aku telah sepenuhnya memahami proyek ini dan siap untuk mempresentasikan semua desain interior yang telah kita diskusikan sebelumnya."


Shiro memulai presentasi dengan menjelaskan setiap aspek desain interior yang telah mereka diskusikan. Dia menunjukkan sketsa, visualisasi, dan mood board yang memperlihatkan konsep dan nuansa yang akan dihadirkan dalam apartemen Ayumi. Shiro dengan jelas menjelaskan keputusan desain yang diambil dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang setiap detail.


Ayumi tampak antusias melihat hasil kerja Shiro. Dia memberikan beberapa masukan dan permintaan perubahan yang ingin dia lihat. Shiro dengan cermat mencatat semua permintaan tersebut dan memberikan penjelasan tentang bagaimana perubahan tersebut akan diimplementasikan.


Pertemuan berjalan dengan lancar, dan Shiro berhasil membangun hubungan yang baik dengan Ayumi. Mereka berdiskusi dengan antusiasme tentang ide-ide kreatif untuk memperindah apartemen Ayumi.


Setelah presentasi selesai, Ayumi mengucapkan terima kasih kepada Shiro atas kerja kerasnya dan menyampaikan kepuasannya terhadap progress yang telah dicapai.


Ayumi: "Terima kasih, Shiro. Aku benar-benar senang dengan hasil yang kamu tunjukkan hari ini. Kamu telah memahami visi dan keinginanku dengan baik. Aku sangat berharap untuk melihat proyek ini terwujud dalam apartemenku yang baru."


Shiro: "Terima kasih, Ayumi. Aku sangat senang mendengar bahwa kamu puas dengan progress yang kami capai. Aku akan terus bekerja keras untuk memenuhi ekspektasimu dan menghasilkan desain interior yang mengagumkan."


Setelah pertemuan berakhir, Shiro segera menghubungi Shoyo untuk memberikan laporan lengkap tentang hasil pertemuan dan permintaan perubahan yang disampaikan oleh Ayumi. Dia memberikan informasi terperinci kepada Shoyo tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dan didiskusikan lebih lanjut.


Shiro: "Halo, Shoyo. Pertemuan dengan Ayumi sudah selesai. Dia sangat puas dengan progres yang telah kami capai. Dia memberikan beberapa masukan dan permintaan perubahan yang perlu kita bahas lebih lanjut. Aku sudah mencatat semuanya dengan baik."

__ADS_1


Shoyo: "Bagus, Shiro. Terima kasih atas laporannya. Apa saja permintaan dan perubahan yang dia sampaikan?"


Shiro: "Dia ingin menyesuaikan beberapa detail dalam konsep ruang tamu, seperti perubahan warna dinding dan penambahan elemen dekorasi tertentu. Selain itu, dia juga memiliki ide baru untuk desain kamar tidur utama yang ingin dia diskusikan dengan kita."


Shoyo: "Baik, kita perlu mempertimbangkan dengan hati-hati setiap permintaan tersebut. Aku akan meninjau kembali desain awal yang telah kita buat dan berdiskusi denganmu untuk menentukan perubahan apa yang dapat kita terapkan."


Shiro: "Tentu, Shoyo. Aku sudah menyiapkan semua catatan dan dokumen terkait. Kapan kita bisa bertemu untuk membahasnya?"


Shoyo: "Bagaimana jika kita mengatur pertemuan di kantor besok pagi pukul 9? Kita dapat memeriksa ulang desain dan membahas langkah selanjutnya."


Shiro: "Baik, aku akan menandai jadwal pertemuan itu. Aku akan memastikan bahwa semuanya siap sebelum pertemuan besok."


Setelah berkomunikasi dengan Shiro, Shoyo merasa lega karena memiliki tim yang dapat diandalkan dalam menghadapi situasi seperti ini. Dia merencanakan untuk memeriksa kembali desain interior dan mempersiapkan solusi yang sesuai dengan permintaan Client.


Pada keesokan harinya, Shoyo dan Shiro bertemu di kantor untuk membahas permintaan perubahan dari Client. Mereka duduk bersama, melihat kembali desain awal, dan bekerja sama untuk menyesuaikan konsep yang telah dibuat.


Dalam diskusi mereka, Shoyo memberikan masukan dan saran berdasarkan pengalamannya sebagai desainer interior. Mereka mencari cara terbaik untuk mengimplementasikan perubahan yang diminta oleh Ayumi, sambil tetap mempertahankan keselarasan dan keindahan desain secara keseluruhan.


Setelah berjam-jam berdiskusi, Shoyo dan Shiro berhasil merancang ulang beberapa aspek desain interior sesuai dengan permintaan Client. Mereka menyusun daftar tindakan yang perlu diambil untuk mengimplementasikan perubahan tersebut.


Shoyo: "Baik, Shiro. Kita sudah menemukan solusi yang baik untuk mengakomodasi permintaan Client. Sekarang, tugas kita adalah melanjutkan perubahan ini dengan hati-hati dan memastikan bahwa hasilnya sesuai dengan harapannya."


Shiro: "Saya setuju, Shoyo. Aku akan segera mengorganisir tim


dan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan perubahan desain. Aku akan bekerja sama dengan tim konstruksi dan pemasok untuk memastikan bahwa perubahan ini dapat diimplementasikan dengan baik dan tepat waktu."


Shoyo: "Bagus, Shiro. Aku percaya sepenuhnya pada kemampuanmu untuk mengelola proyek ini. Pastikan untuk tetap berkomunikasi dengan Client secara teratur dan melibatkannya dalam setiap tahap proses. Ini penting untuk memastikan bahwa dia merasa terlibat dan puas dengan hasil akhir."


Shiro: "Aku akan menjaga komunikasi yang baik dengan Client, Shoyo. Aku akan memberitahukan setiap perkembangan dan memastikan dia memiliki kesempatan untuk memberikan masukan atau perubahan tambahan jika diperlukan."


Dengan rencana tindakan yang disusun, Shoyo dan Shiro berkomitmen untuk melanjutkan proyek desain interior apartemen Client dengan dedikasi dan profesionalisme. Mereka bekerja sama sebagai tim yang solid, saling mendukung dan bertukar informasi untuk mencapai tujuan bersama.


Proyek ini menjadi kesempatan bagi Shiro untuk memperluas keterampilan dan pengalaman profesionalnya, sementara Shoyo tetap terlibat dalam mengarahkan proyek secara keseluruhan meskipun tidak dapat hadir pada pertemuan awal.


Pada akhirnya, hasil kerja mereka akan tercermin dalam kepuasan Client dengan desain interior apartemennya yang baru. Dengan kerja keras, kerjasama tim, dan komunikasi yang baik, mereka yakin dapat mencapai hasil yang memenuhi harapan Ayumi dan menghasilkan desain yang memukau.


Proyek ini menjadi salah satu tantangan bagi Shoyo dan Shiro, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan profesionalisme mereka dalam industri desain interior. Dengan semangat dan dedikasi, mereka siap menjalankan proyek ini dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi Client.

__ADS_1


Pada akhirnya shoyo tidak tahu kalau Client yang menelponnya adalah ayumi.


__ADS_2