Little Dream(Mimpi Kecil)

Little Dream(Mimpi Kecil)
Shadow of the past


__ADS_3

Hari Minggu yang cerah, Shoyo memutuskan untuk keluar rumah dan menikmati suasana di luar. Ia ingin menjelajahi kota dan menghirup udara segar setelah berhari-hari bekerja keras di kantor. Tanpa rencana yang pasti, Shoyo berjalan-jalan dengan penuh semangat.


Tempat yang pertama terlintas di kepala Shoyo adalah taman. Setelah memutuskan tempat yang ingin di tuju ia langsung bergegas ke sana.


Sesampainya di taman,Shoyo melihat keramaian, Shoyo melihat banyak anak kecil yang berlarian dan bermain dengan gembira ,dan para orang tua yang menemani anaknya bermain.


Shoyo memtuskan untuk duduk di bangku tepi taman,Sambil melihat lihat anak kecil yang bermain. Melihat anak kecil yang bermain mengingatkan dirinya akan masa lalunya bersama Ayumi dan Ray


Yang selalu bermain bersama.


Tidak ingin sedih akan masa lalunya Shoyo mengalihkan perhatiannya pada mobil yang dijadikan stan oleh penjual crepes. Shoyo memutuskan untuk membelinya


Shoyo (tersenyum):"saya Beli crepes nya 1 pak".


Penjual Crepes:"Dyokai , rasa apa mas".


Shoyo : "adanya rasa apa saja pak".


Penjual Crepes (memberikan lembaran menu)


Shoyo :"kalau Rasa Yang pernah ada , ada ga pak?".


Penjual Crepes : " gak ada mas, masnya lagi Galau yah ,saya buatin deh spesial buat masnya"


Shoyo dengan wajah memelas menjawab "ehehe enggak kok pak cuma teringat masa kecil aja"

__ADS_1


Shoyo (memasang wajah sedih):"dulu waktu saya masih kecil ,saya punya sahabat namanya Ayumi, kami bermain berbagi kesedihan dan kesenangan bersama, tapi suatu hari ia menghilang tanpa kabar pergi begitu saja tanpa jejak  bagaikan kabut yang perlahan lahan menyapu dan menghilang dari pandangan mata"


Lalu Shoyo tersenyum kecil


Penjual Crepes: "Oh, begitu ya, Shoyo. Terdengar seperti masa kecilmu memiliki momen yang indah bersama Ayumi. Sungguh disayangkan bahwa hubungan kalian terputus begitu saja. Kadang-kadang kehidupan membawa kita ke arah yang berbeda, dan kita harus menghadapi perubahan yang tak terduga."


Shoyo: "Ya, itu memang sangat mengejutkan bagiku. Ayumi pergi tanpa ada kabar dan aku merasa kehilangan. Aku selalu bertanya-tanya mengapa dia meninggalkanku begitu saja."


Penjual Crepes: "Memang sulit menerima ketidakhadiran seseorang yang kita sayangi dalam hidup kita, terutama ketika tidak ada penjelasan yang jelas. Namun, ada kalanya kita harus memahami bahwa orang-orang terkadang dihadapkan pada keputusan yang sulit dalam hidup mereka. Mungkin Ayumi dan keluarganya menghadapi tantangan yang memaksa mereka untuk pindah."


Shoyo: "Aku mengerti, tapi aku masih merasa kecewa dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa seperti ada bayangan yang menghantuiku."


Penjual Crepes: "Mungkin ada baiknya jika kamu mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang kepergian Ayumi. Mengungkap kebenaran dan memperoleh penjelasan yang kamu cari bisa membantu kamu untuk melepaskan diri dari bayangan masa lalu. Jika kamu merasa nyaman, cobalah menghubungi Ayumi dan mengungkapkan perasaanmu. Siapa tahu, mungkin dia juga merindukanmu dan memiliki penjelasan yang bisa diberikan."


Shoyo: "Aku takut Ayumi tidak ingin berhubungan lagi atau merasa terganggu oleh masa lalu yang terlupakan ini."


Shoyo: "Terima kasih atas nasihatmu. Aku akan mempertimbangkannya. Semoga aku bisa menemukan jawaban yang aku cari."


Penjual Crepes: "Tentu, Shoyo. Aku berharap yang terbaik bagimu. Ingatlah bahwa masa lalu tidak bisa kita ubah, tapi kita memiliki kendali atas bagaimana kita melangkah ke depan. Semoga kalian bisa menemukan kedamaian dan pemahaman satu sama lain. Oh, dan ini Crepes karamel spesial untukmu. Semoga makanan manis ini bisa mencerahkan harimu."


Shoyo: "Terima kasih banyak! Aku akan mencoba menghadapinya dengan pikiran yang terbuka. Terima kasih atas Crepes-nya dan juga nasihatmu."


Penjual Crepes: "Jika kamu perlu mendiskusikan lebih lanjut atau sekadar mendengarkan, aku di sini untukmu. Jangan ragu untuk datang ke toko ini kapan saja. Terkadang, berbagi cerita dan mendapatkan pandangan dari orang lain dapat membantu kita melihat situasi dengan sudut pandang yang berbeda."


Shoyo: "Terima kasih atas tawarannya. Aku sangat menghargainya. Aku merasa beruntung memiliki seseorang yang mendengarkan dan memahami di saat-saat sulit seperti ini."

__ADS_1


Penjual Crepes: "Kita semua butuh seseorang untuk mendengarkan dan mendukung kita dalam perjalanan hidup ini. Tidak perlu ragu untuk mencari bantuan dan dukungan dari teman, keluarga, atau bahkan orang asing. Kita semua memiliki cerita kita sendiri dan saling mendukung adalah bagian yang indah dari kehidupan ini."


Shoyo: "Aku akan mempertimbangkan semua ini dan mencoba mencari cara untuk menghubungi Ayumi. Siapa tahu, mungkin ini adalah kesempatan bagi kami untuk memperbaiki hubungan kami yang terputus."


Penjual Crepes: "Itu adalah langkah yang baik, Shoyo. Ingatlah bahwa terkadang kita harus memulai dari titik awal untuk membangun kembali hubungan yang terjalin dengan baik. Semoga kamu dan Ayumi dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan bersama."


Setelah membeli Crepes shoyo berpikir untuk mampir ke sungai  tempat terakhir kali ia dan Ayumi bertemu lalu membuat janji.Untuk memakan Crepesnya disana.


Shoyo duduk sendirian di tepi sungai, memandang arus air yang mengalir deras. Pikirannya dipenuhi dengan keraguan dan penyesalan. Ia merasa terhantui oleh pertanyaan apakah ia yang menyebabkan Ayumi pergi tanpa kabar. Pada saat yang sama, rasa sakit dan kehilangan terus menghantuinya.


Sambil memakan Crepes yang masih tersisa, Shoyo membiarkan pikirannya melayang bebas. Ia berusaha mencari jawaban di dalam dirinya sendiri. Namun, keheningan sekitarnya membuatnya semakin tersesat dalam keraguan.


Setelah beberapa waktu berlalu, Shoyo menyadari bahwa Ayumi mungkin tidak akan datang ke sungai seperti yang diharapkannya. Ia menghela nafas berat dan memutuskan untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang, Shoyo menghentikan langkahnya di toko minuman Lait de fromage. Ia memesan susu keju Oreo seperti yang biasa ia pesan. Pelayan toko memberikan pesanan itu kepadanya dengan senyuman, tapi Shoyo merasa kekecewaan mendalam dalam hatinya.


Sesampainya di rumah, Shoyo duduk di kamarnya dengan segelas susu keju Oreo di tangannya. Ia mengamati cairan kental itu dan merasakan rasa kehampaan yang memenuhi dirinya. Rasanya seperti mimpi indah yang tak pernah terwujud.


Shoyo menyadari bahwa ia harus menghadapi kenyataan yang pahit. Mungkin Ayumi sudah melupakan masa lalu mereka, atau mungkin Ayumi sendiri menghadapi rintangan yang tak bisa ia temukan jawabannya. Ia merasakan kehilangan yang dalam, tetapi juga merasakan keberanian untuk menerima bahwa tidak semua cerita memiliki akhir yang bahagia.


Dalam diam, Shoyo menyusun pikirannya dan memutuskan untuk membiarkan masa lalu pergi. Ia menyadari bahwa terkadang hidup memberikan kejutan yang tak terduga, dan takdir mereka berdua mungkin telah berjalan berbeda.


Shoyo memandang keluar jendela, melihat langit senja yang indah. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk melangkah maju dengan penuh harapan dan menghargai kenangan yang mereka bagikan di masa kecil mereka. Ayumi akan selalu menjadi bayang-bayang yang berharga dalam hidupnya, meski mereka tak lagi bersama.


Dengan seteguk terakhir dari susu keju Oreo, Shoyo mengakhiri cerita yang belum selesai ini dan memutuskan untuk meneruskan perjalanannya dengan penuh semangat dan keberanian.

__ADS_1


Akankah Ayumi dan Shoyo bersatu kembali di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan itu.


__ADS_2