Lord System

Lord System
Chapter 20 : Mengajak Kakak beradik ini pergi


__ADS_3

...Di lembah Youming, Di Gubuk tua....


" Hah... Entah kapan San-gege akan kembali " sebuah keluhan di lontarkan seorang gadis buta yang cantik, ia adalah Xiao Lien yang mengeluh karena kekasih tak kunjung kembali dari kota.


Tak..


" Mohon bersabar nona muda, tak lama lagi tuan muda pasti kembali " ujar Cao Ren sambil meletakkan bidak catur di atas papan catur.


" Hahh .. ini sudah beberapa hari, ku harap Tuan muda tidak mendapatkan masalah. " Balas Xiao kang sambil berfikir langkah apa yang akan ia keluarkan dalam permainan melawan Cao Ren.


Mereka bertiga menghabiskan waktu luangnya dengan berkumpul dan bermain satu sama lain sambil menunggu tuan muda dan saudari mereka.


...----------------...


...Di pelosok kota Lin'an....


Setelah Tang san membereskan para bandit yang menganggu Lu Luan dan Lu Yuelin, lalu Tang san bertanya kepada mereka kenapa bisa berurusan dengan para bandit itu.


Dengan berat hati Lu Yuelin pun menceritakan nya pada Tang san, sebuah cerita tentang sebuah keluarga yang harmonis meskipun keadaan keluarga ini serba kekurangan namun mereka tetap menjalani kehidupan dengan kebahagiaan.


Ayah mereka bernama Lu Shun yang bekerja sebagai penjaga di kediaman Klan Xiao, begitu juga dengan ibu mereka yang bernama An Lin yang bekerja sebagai pelayan nyonya klan Xiao.


Namun ada sebuah kejadian yang besar dan merubah nasib keluarga yang harmonis ini, sebuah kejadian dimana Klan Yang yang datang menyerang ke kediaman Klan Xiao.


Peperangan antar dua klan besar pun tak terhindarkan, namun Klan Tang datang tidak sendiri melainkan datang bersama sekutunya yang berasal dari sebuah lembaga assasin pembunuh.

__ADS_1


Klan Xiao saat itu berada di ambang kehancuran karena kekuatan musuh terlalu kuat, namun Klan Xiao mendapatkan dukungan dari Dua sekte besar yakni Sekte Baiyue dan sekte Lujian.


Namun, Klan Tang dan lembaga assasin sangatlah kuat dan berhasil menekan Klan xiao dan dua sekte itu.


Hasil dari pertarungan itu adalah kehancuran Klan Xiao yang mana tidak hanya prajurit klan xiao saja yang tewas terbunuh begitu juga dengan para pelayan yang bekerja di sana.


" Atas insiden saat itu, situasi keluarga kami jadi semakin terpuruk, kami tidak punya apa-apa lagi dan dengan terpaksa meminjam uang kepada para bandit itu demi kelangsungan hidup kami. " Lu Yuelin menangis penuh pil jika teringat kembali insiden yang merenggut nya kedua orang tuanya.


Tang san entah kenapa ketika mendengar cerita dari Lu Yuelin mendadak sangat marah, ia tidak menyangka bahwa Klan Tang sudah bersikap biadab kepada orang yang tidak bersalah.


Mungkin ini adalah takdir bagi Lu Yuelin dan adiknya Lu Luan bertemu dengan Tang san.


" Aku turut prihatin atas apa yang terjadi pada keluargamu, jika berkenan mau kah kalian ikut bersama kami ? "


" Ikut bersama tuan ? "


Lu Yuelin dan Lu Luan menatap satu sama lain dengan perasaan bingung di hatinya, namun mereka berdua melihat sosok Tang san.


'sepertinya tuan ini orang yang baik..' Lu Yuelin sedikit bimbang.


" Tuan yakin akan membawa kami ? Apa tuan tidak akan kesusahan dengan kami nantinya ? "


Tang san pun mengerti akan kebimbangan mereka berdua, orang yang tidak mereka kenal mengajak mereka untuk pergi bersamanya.


" Tentu, tidak ada penyesalan dalam hatiku jika aku mengajak kalian untuk tinggal bersama denganku. "

__ADS_1


Setelah menimbang dengan baik tawaran yang tuan ini berikan kepada kakak beradik ini.


" Baiklah tuan, jika tuan dan nona berkenan untuk membawa kami bersama anda, mohon bantuannya tuan muda dan nona muda " ucap Lu Yuelin sambil memberikan hormat kepada Tang san dan Cao Que.


Cao Que mencoba untuk mencegah kakak beradik ini untuk memberikan penghormatan kepadanya, dia hanyalah seorang bawahan yang tak pantas mendapatkan penghormatan.


Setelah berbincang-bincang sejenak, Tang san meminta kepada kakak beradik ini untuk mempersiapkan barang-barang milik mereka untuk di bawa pergi.


Setelah selesai, Tang san bersama Lu Luan dan Cao Que bersama Lu Yuelin menaiki kuda dan bergegas pergi menuju lembah Youming.


...*** ...


Di sudut lembah Youming yang tak jauh dari Gubuk tempat Tang san dan yang lainnya tinggal.


Seorang pria paruh baya beserta 4 muridnya sedang menatap sebuah gubuk di pedalaman lembah Youming.


" Jadi mereka tinggal di sana ? " Ujar Zhu Qinlan kepada murid-muridnya.


" Benar guru. Dan orang itu yang telah kami ceritakan waktu itu " ujar satu murid sambil menunjuk seorang pria berambut panjang yang sedang bermain catur dengan seorang pria tua.


" Baiklah, mari kita kesana dan temui mereka "


" Baik guru! "


Lalu kelima orang pergi mendekat ke gubuk itu dengan mengendarai kuda mereka masing-masing.

__ADS_1


...***...


...note ; maaf kemarin tidak sempat untuk update karena kondisi kesehatan yang buruk, maaf sudah membuat kalian semua menunggu 🙏...


__ADS_2