
Di Padang rumput luas terlihat di sana ada dua ekor kuda yang tengah berlari kencang meninggalkan area kota Lin'an.
Satu kuda berwarna hitam yang di naiki oleh Tang san dan juga Lu Luan, sementara kuda lainnya yang berwarna coklat di naiki oleh Cao Que dan juga Lu Yueli.
" Nona Que, apa kita benar akan pergi ke lembah youming ? Kata orang tuaku lembah youming terdapat banyak sekali binatang buas di sana " ujar Lu Yuelin dengan perasaan cemas.
" Kamu tidak perlu takut, tidak akan ada binatang buas yang akan menghalangi jalan kita " balas Cao Que untuk menenangkan Lu Yuelin dari kecemasannya.
Sementara Lu Luan terlihat sangat bersemangat bersama Tang san, ia merentangkan tangannya lebar-lebar berusaha menikmati perjalanan pertamanya ke luar kota.
" Uwaaaaaa ini sangat menyenangkan sekali... "
" Hahaha! Kamu terlihat sangat senang ya Luanluan ? " Tang san tersenyum melihat sifat periang Lu Luan.
" Sangat.... sangat senang sekali tuan... "
Melihat kebahagiaan dan kesenangan Lu Luan membuat Tang san merasa senang juga, namun bagi Lu Yuelin yang melihat tingkah Lu Luan merasa sedikit khawatir.
" Luanluan! Hati-hati nanti kamu bisa jatuh! "
" Heheh baik kakak! ,,, Tuan muda ayo lebih cepat lagi.. " ujarnya kepada Tang san seraya meminta untuk di percepat lagi pacuan kudanya.
Merasa tertantang Tang san pun menyetujui permintaan Lu Luan dan langsung menghentak kudanya untuk berlari lebih cepat lagi.
" Baiklah! Hyaaaa! "
Ngikkkk!
...----------------...
Di dalam gubuk.
" Oh ya kenalkan mereka ini adalah murid-murid pak tua ini " Zhu Qinlan menoleh kepada semua muridnya dan meminta mereka untuk memperkenalkan diri mereka satu persatu.
" Salam Nona dan salam kedua senior! Namaku adalah Du Guo, seorang murid inti dari sekte pedang suci " ujar seorang pemuda yang berumur 20an tahun memberikan salam hormatnya.
" Kalau saya adalah Yun Mei " lanjut seorang wanita di samping pemuda tadi.
" Saya adalah Go Shu! Salam kenal nona dan juga senior! "
" Dan saya terakhir adalah Han Sijin "
Mereka berempat memberikan salam hormatnya kepada Xiao Lien, Xiao Kang dan juga Cao Ren.
Setelah mendengar cerita bahwa Zhu Qinlan memiliki hubungan persaudaraan dengan Xiao Zan membuat dirinya di terima di gubuk ini.
" Ohh ya Nona Xiao kalau saya boleh bertanya dimana tunangan nona ? Kami tidak melihatnya " ujar Han Sijin kepada Xiao Lien.
__ADS_1
" Ahh.. San-gege sedang pergi ke kota bersama saudari Que karena ada urusan di sana, dan tidak tahu kapan mereka akan kembali "
" Ahh begitu.. "
Lalu mereka kembali berbincang-bincang tentang masa lalu Xiao Zan selama masih menjadi seorang tetua di sekte pedang suci.
Xiao Zan saat itu di kenal sebagai sosok yang baik dan penuh dengan kebijaksanaan, dan dia juga adalah seorang kultuvator yang kuat, bahkan kekuatannya hampir setara dengan Patriak sekte pedang suci Shen Hui.
Pada saat itu Xiao Zan masih berada di tahap Grand master bintang 5 puncak beradu teknik dengan Shen Hui yang berada di tahap Raja Bintang 1.
" Pertarungan itu berlangsung lama, dan semua orang tertegun pada teknik yang Tetua Zan miliki sampai bisa seimbang dengan Patriak kami " ujar Yun Mei yang dengan semangat menceritakan tentang Xiao Zan, karena dia sangat mengagumi sosok dari Xiao Zan itu.
" Dan sejak saat itulah Tetua Zan di angkat menjadi tetua dan sekaligus tangan kanan patriak kami " lanjut Du Guo sambil tersenyum.
Xiao Lien dan Xiao kang yang mendengar cerita dari mereka semua merasa sangat senang, tidak hanya di kenal sebagai sosok yang kuat Xiao Zan juga di kenal kepribadian yang baik.
" Aku tak menyangka Ayahku orang yang seperti itu, padahal dulu ayah selalu bersikap konyol dan juga ceroboh, dan ayah juga selalu bersikap kekanak-kanakan jika bersama dengan ku dan juga kakakku, "
Xiao Lien mulai teringat kembali kekonyolan dan kecerobohan ayahnya, ada ingatan tentang kekonyolan ayahnya waktu ayahnya pergi jalan-jalan bersama kakak laki-laki nya yang bernama Xiao Bei
Pada saat itu Xiao Bei baru berumur 7 tahun dan di ajak pergi dengan Xiao Zan ke alun-alun kota.
Setelah senja Xiao Zan pulang ke kediaman Klan, namun dia hanya kembali seorang diri tanpa Xiao Bei bersamanya.
...----------------...
...Flashback~...
" Selamat bekerja.. " balas Xiao Zan sambil terus berjalan.
...Sesampainya di dalam.....
" Istriku sayang!... Lien'er! Ayah sudah pulang... " Teriak Xiao Zan sambil membuka pintu rumahnya.
Di kejauhan terdengar suara langkah kaki yang tengah berlari...
Tak
Tak
Tak
" Ayah!!! Kenapa ayah tidak membawa Lien'er pergi melihat festival di alun-alun kota " ucap kesal Xiao Lien sambil mengembungkan kedua pipinya. ( Xiao Lien waktu berumur 7 tahun ).
" Hahaha.. ayah sudah mencoba untuk membangunkan gadis kecil ayah ini, tapi sepertinya kamu lelah " Xiao Zan lalu menggendong Xiao Lien yang berusaha untuk menghibur nya.
" Hump! " Xiao Lien yang ngambek sambil membuang wajahnya.
__ADS_1
Xiao Zan sangat gemas melihat ekspresi wajah Xiao Lien yang sedang ngambek ini dan ia pun mencoba untuk memeluknya.
" Utututu~ berikan ayah pelukan"
" Ahhh menjauhlah... Ibu bantu aku.. " Xiao Lien berusaha untuk melepaskan pelukan dari ayahnya ini.
Dari dalam rumah seorang wanita cantik muncul. " Sudah-sudah jangan bercanda lagi, Suamiku bantu aku masak untuk makan malam, dan Lien'er sana pergi mandi " ucap seorang wanita yang meleraikan aksi ayah dan anak ini, wanita ini bernama Diao Chan.
" Baik istriku! "
" Baik ibu! "
Ucap mereka secara bersamaan, lalu mereka pun pergi kedalam rumah, namun...
" Loh suamiku, bukannya kau tadi pergi ke alun-alun kota melihat festival bersama Bei'er ? Lalu mana dia ? " Diao Chan merasakan ada yang janggal ketika melihat suaminya pulang sendirian.
Xiao Zan yang sedang berjalan tiba-tiba berhenti sejenak..
.... ( Ehh dia tidak pulang bersamaku ? )
.... ( Pantas saja selama perjalanan aku merasa seperti ada yang beda )
" Astagaaaa! Aku melupakan Bei'er di sana! " Teriak panik Xiao Zan ketika teringat kembali dengan putranya yang ia tinggal di sebuah kursi sambil melihat Xiao Zan berduel dengan seseorang.
" Apaa!? Cepat cari sana sialan! Jangan pulang kerumah sampai kau menemukan nya! "
Bam!
Diao Chan menendang bokong Xiao Zan dengan keras karena Xiao Zan telah membuatnya marah.
Sementara di alun-alun kota terlihat ada seorang bocah yang tengah berjalan sendirian sambil bernyanyi dan memegang sebuah ranting di tangannya.
" Xiao Bei... anak yang sebatang kara... Pergi mencari ibunya.. di malam yang sangat dingin... Teringat mama... "
...----------------...
...Kembali ke masa sekarang....
Mendengar cerita seperti itu tentu saja membuat semua orang tertawa, ternyata ada sifat aneh juga dari seorang Xiao Zan.
Terlebih lagi Zhu Qinlan dan keempat muridnya yang tak menyangka sisi konyolnya mantan tetua mereka itu.
Dan mereka saling melontarkan beberapa cerita lucu untuk di bicarakan, tanpa sadar mereka semua sudah terlihat semakin akrab.
......................
Di sisi lain ada dua ekor kuda yang sedang mendekat ke sebuah gubuk yang berada di hadapan mereka.
__ADS_1
Dari kejauhan terdengar ada sebuah kehebohan yang datangnya dari gubuk itu.
" Hemm..? Apa yang terjadi pada mereka sampai tertawa sekeras itu ? " Tanya Tang san yang sudah sampai di kediamannya.