
Setelah selesai makan malam bersama, Xiao Kang berkata kepada Xiao San perihal informasi yang ia dapatkan di kota beberapa waktu lalu.
Menurut informasi yang Xiao Kang katakan, bahwa beberapa hari lagi di kota Lin'an akan diadakan sebuah pelelangan besar disana, Paviliun Lembah Harta adalah salah satu tempat pelelangan yang terbesar di kekaisaran Wu, Dan Sudah banyak sekali cabang yang tersebar di berbagai pelosok kota.
Xiao Kang pun mendapatkan informasi bahwa pelelangan utamanya adalah sebuah barang yang sangat langka dan sangat di cari oleh semua orang, maka dari itu semua orang berpengaruh di kekaisaran Wu akan datang pada acara pelelangan tersebut.
" Itu membuatku penasaran, benda apa yang bisa membuat semua orang merasa ingin mendapatkan nya ? " Ujar Xiao San sambil mengaduk-aduk air di cangkirnya.
" San-gege, apakah kamu akan pergi ke acara pelelangan itu ? Bagaimana Jika Gege ketahuan oleh orang-orang dari klan Tang di kota Lin'an ? " Tanya Xiao Lien yang merasa cemas jika membiarkan Xiao San pergi ke kota itu, karena status mereka saat ini 'orang yang sudah mati', dan akan jadi masalah jika orang-orang itu mengetahui bahwa mereka masih hidup.
Merasakan kekhawatiran dari kekasihnya Xiao San menatap wajah Xiao Lien sambil tersenyum, lalu kemudian meletakkan telapak tangannya dan mengelus rambutnya, " percayalah pada gege mu ini Lien'er tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan ku, meskipun jika ada beberapa masalah,, aku akan menyelesaikan nya dengan cepat." Balas Xiao San dengan rasa penuh kasih sayang dan mampu menghilangkan semua rasa kecemasan di hati Xiao Lien.
" Jadi apa yang akan tuan muda lakukan ? " Tanya Cao Ren.
" Aku punya rencana, Cao Que aku ingin kau melakukan sesuatu untukku "
" Baiklah tuan muda "
Setelah sekian lama berbincang-bincang, Xiao San mengajak Xiao Lien untuk beristirahat, sementara Cao Ren dan Xiao Kang pergi ke luar gubuk untuk berjaga-jaga, dan Untuk Cao Que sedang melakukan tugas yang di berikan oleh tuan muda nya.
...***...
...Keesokan harinya~...
Matahari pagi sudah menyinari seluruh ruangan gubuk ini, suara-suara alat memasak dan aroma dari masakan sudah mulai di rasakan, Xiao San yang merasakannya segera bangun dari tidurnya, ia melihat ke kanan dan kirinya rupanya Xiao Lien sudah bangun sejak tadi.
Lalu Xiao San melangkah kan kakinya ke luar gubuk untuk mencuci muka dan kemudian masuk kembali, " selamat pagi tuan muda " ucap dari ketiga bawahan Xiao San.
" Selamat pagi kalian semua, loh dimana Lien'er ? " Tanya Xiao San yang tidak melihat kekasihnya nya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari arah belakangnya. " Gege ? Apa kamu sudah bangun ? " Rupanya Xiao Lien habis dari dapur mengambil beberapa piring untuk semua orang.
" Lien'er kenapa kamu melakukan semua ini ? Ini cukup berbahaya untukmu, biarkan mereka yang melakukannya " balas Xiao San dengan segera mengambil semua piring yang ada pada Xiao Lien.
" Tidak Gege, bagaimana bisa aku hanya berdiam diri saja di sini, lagi pula aku sekalian berlatih untuk menghafal seluruh sudut gubuk ini " ucap Xiao Lien yang merasa tidak nyaman karena hanya dia saja yang tidak melakukan apapun.
Yah untuk kali ini Xiao San membiarkannya saja dan memperingati nya agar tidak perlu memaksakan dirinya, beberapa menu makanan sudah siap tersaji di atas meja makan, lalu mereka semua mulai memakannya dengan khidmat.
Selepas selesai sarapan pagi, Xiao San dan Cao Que akan pergi ke kota Lin'an untuk menghadiri acara pelelangan tersebut.
Awalnya Xiao Lien meminta untuk ikut bersama Xiao San, namun Xiao San menolaknya secara halus, ia tidak ingin bahwa kekasihnya akan ikut bersama mereka berdua ke kota Lin'an, karena tidak ada yang tahu masalah apa yang akan terjadi di sana.
" Baiklah aku mengerti, Gege berhati-hati lah di sana, ingat gunakan topeng mu untuk menyembunyikan identitas mu. " Kata Xiao Lien sambil memeluk Xiao San.
Xiao San pun hanya tersenyum dan kemudian berkata kepada Cao Ren dan Xiao Kang untuk tetap siaga menjaga kekasihnya dan juga gubuk tua ini.
Setelah berpamitan, pergilah Xiao San bersama dengan Cao Que ke kota Lin'an dengan mengendarai dua ekor kuda.
Selama di perjalanan Xiao San dan Cao Que banyak menerima serangan dari beberapa binatang buas yang ada di Lembah Youming ini, mereka berdua sengaja tidak mengeluarkan aura kekuatannya agar bisa sekalian berburu.
...***...
...Beberapa waktu telah berlalu~...
...Kota Lin'an...
Tidak jauh dari kota Lin'an, Xiao San dan juga Cao Que memandangi kota itu dari kejauhan, banyak sekali orang-orang yang mengantri untuk bisa datang ke kota tersebut, banyak para pedagang yang berasal dari kota lain untuk berdagang di kota ini.
" Sungguh ramai kota ini " gumam Xiao San yang langsung memacu kudanya untuk mendekati kota itu.
__ADS_1
Namun ia tidak pergi masuk kedalam kota itu melalui jalur pintu utama kota, melainkan memasukinya lewat pintu belakang.
Setelah berhasil masuk ke kota lewat pintu belakang, dengan jubah hitam beserta topeng putih yang mereka kenakan Mereka berjalan di atas atap-atap bangunan.
Mereka berdua mencari-cari dimana letak bangunan paviliun itu, setelah berhasil menemukannya di tengah alun-alun kota, mereka pergi lagi mencari sebuah penginapan.
Karena acara lelang akan di adakan satu hari lagi, Xiao San mencari dimana penginapan yang agak tersudut dari kota, karena ia yakin sudah banyak orang-orang penting yang berada di penginapan terdekat.
Setelah berhasil menemukan sebuah penginapan, mereka berdua pun memasukinya, terlihat bangunan penginapan ini sangatlah kecil dan sedikit agak usang..
" Selamat datang tuan dan nona di penginapan senja putih, apa ada yang bisa saya bantu " tanya seorang pria tua yang menyambut kedatangan Xiao San dan Cao Que.
Meskipun pria tua itu sedikit heran atas pakaian yang di kenakan oleh dua orang ini, namun mereka tetaplah pelanggannya.
" Aku ingin memesan dua kamar terbaik di tempat ini " ucap Xiao San kepada pria tua itu.
" Baiklah tuan, saya akan mengantarkan anda ke kamar anda, untuk biayanya adalah 40 koin perak sudah termasuk makan malam tuan "
Kemudian Xiao San pura-pura merogoh sakunya dan mengeluarkan 1 koin emas lalu di berikan kepada pria tua itu, pria tua yang mendapatkan bayaran yang sangat banyak tentu enggan untuk menerimanya, namun Xiao San tetap memberikannya.
" Kalau begitu terimakasih atas kedermawanan tuan, mari tuan dan nona ikuti saya "
Lalu mereka berdua mulai berjalan mengikuti pria tua itu ke sebuah ruangan di lantai dua penginapan ini.
Sesampainya di kamar tersebut, pria tua itu pamit undur diri.
" Beristirahat lah, kita akan pergi esok hari " ucap Xiao San sambil membuka pintu kamar miliknya.
" Baik tuan muda " ujar Cao Que yang segera masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
{Note: Author meminta maaf kepada semua para pembaca novel ini karena beberapa waktu lalu sempat menghilang, ada sedikit masalah di real life yang membuat keterlambatan update dari novel ini 🙏,, sekali lagi Author meminta maaf kepada para pembaca semua}