
Ada dua orang berada di pekarangan rumah yang sedang bermain catur, salah satu orang ini merasakan bahwa ada beberapa orang yang datang mendekati rumah ini.
" Saudara Kang apa kau merasakannya ? " Ujar Cao Ren sambil menghentikan langkah bidak caturnya.
" Benar aku merasakannya, sepertinya itu bukan tuan muda dan saudari Que "
Selang beberapa saat, siluet seseorang nampak di kejauhan, ada 5 orang yang sedang menaiki kuda dengan cepat datang menuju rumah ini.
Ngikkkk!
Satu kuda berwarna coklat berhenti tak jauh dari rumah dan di ikuti 4 kuda lainnya di belakang.
Lalu seorang pria dengan rambut panjang berwarna putih turun dari kuda dan berjalan mendekati Cao Ren dan juga Xiao Kang.
" Salam senior sekalian! " Ucap Zhu Qinlan memberikan salam kepada dua orang itu.
" Salam juga tuan! Bisa beritahu kami maksud kedatangan tuan kemari ?" Balas keduanya dengan memberikan salam dengan di sertai tatapan tajam.
Lalu Zhu Qinlan berkata kepada mereka berdua kalau dia dan keempat muridnya hanya singgah sementara di sini untuk melepaskan rasa lelah, dan tidak ada maksud lain dari kedatangannya.
Hanya dengan alasan itu tidak mungkin Cao Ren akan mempercayai omongan mereka.
" Jika anda ingin beristirahat kenapa tidak langsung ke kota saja ? Bukannya jarak dari lembah ini dengan kota tidak begitu jauh jika mengendarai kuda ...."
" ... Dan lagi, orang-orang itu sudah ku peringatkan untuk tidak datang kembali lagi, apa sekarang kalian datang bersama gurumu! Kau pikir ancaman ku ini hanya omong kosong! " Ucap tegas Cao Que yang merasa terganggu atas kedatangan mereka berlima.
Ketika mereka sedang berbicara satu sama lain, dari dalam rumah Xiao Lien muncul. " Paman Kang dan paman Que apa kita kedatangan tamu ? " Ujarnya sambil berjalan secara perlahan keluar rumah.
" Nona muda bukankah sebaiknya anda beristirahat dulu " ucap Xiao Kang sambil membantu nya berjalan.
" Aisss Paman kang, kenapa paman selalu saja menyuruh ku untuk beristirahat " balasnya dengan nada kesal.
Zhu Qinlan yang melihat kedatangan Xiao Lien pun menatapnya, ia jadi teringat dengan seorang gadis kecil yang pernah ia temui di masa lalu, karena rasa penasaran ia pun menanyakan nya
" Bukannya anda adalah nona muda dari klan xiao ? Dan putri dari Xiao Zan " ucapnya sambil mengingat kembali dengan masa lalu.
Xiao Lien dan juga Xiao Kang terkejut ketika mendengar nama 'Xiao Zan' keluar dari orang yang tidak mereka kenal, Xiao Kang mulai bersikap waspada kepada kelima orang ini, ada kemungkinan jika mereka adalah antek-anteknya nya Klan Tang.
" Mengapa kau bisa tau nama itu !? " Kata Xiao Kang dengan menatap Zhu Qinlan.
" Anda tau dengan ayahku!? " Ucap kaget Xiao Lien.
Melihat Nona muda dan Xiao kang yang terkejut ketika mendengar nama itu, dengan sigap Cao Ren mengeluarkan niat membunuhnya kepada mereka berlima.
" Sudah ku duga kedatangan kalian memang mencurigakan! Pergi! Atau aku tidak segan untuk bersikap kasar kepada kalian " ancam Cao Ren dengan memberikan tekanan kultivasinya.
Whusss!
Zhu Qinlan dan keempat muridnya merasakan kengerian pada tubuhnya, sesak nafas dan keringat dingin muncul karena tekanan ini.
'tekanan ini!... Orang ini kuat!'
__ADS_1
Zhu Qinlan mencoba untuk mengeluarkan aura kekuatannya untuk memberikan perlindungan kepada muridnya.
Uhukkk! Zhu Qinlan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya dan membuat keempat muridnya panik.
" G-guru...! "
Sementara Zhu Qinlan mencoba untuk berkata kepada Cao Ren meski dengan bersusah payah.
" S-saudara ... jangan salah paham dulu.. " ujar lirih Zhu Qinlan yang merasa tertekan dengan aura kekuatan yang Cao Ren keluarkan.
Xiao Lien yang tidak mengetahui situasi nya merasa bingung dengan apa yang terjadi, namun ketika ia mendengar suara orang yang sedang kesakitan pasti ada sesuatu yang terjadi.
" Paman Ren bisa gak sih jangan berprasangka buruk dulu pada orang lain " ujar Xiao Lien sambil memikul punggung Cao Ren dengan tongkat yang ia pegang.
" Aduh! Nona muda hentikan, apa anda ingin membuatku terluka ? " Ujar Cao Ren sambil terus menghindar ke kanan dan kiri dari tongkat sakti milik Xiao Lien.
Tanpa sadar tekanan yang di ciptakan oleh Cao Ren menghilang dan membuat kelima orang itu bisa bernafas lega kembali.
Jika di ingat kembali, waktu di paviliun lembah harta ia juga merasakan tekanan yang kuat dari wanita bertopeng dan sekarang ia merasakan tekanan yang kuat dari orang ini. sungguh hari yang sial baginya.
Kelima orang itu cukup tertegun ketika melihat seorang gadis buta sedang memukul-mukul kan tongkatnya layaknya mengusir serangga.
'apa dia masih tetap orang yang sama dengan orang yang memberikan tekanan kepada Kami semua' ujar para murid yang melihat situasi itu.
Cao Ren merasa tengah di perhatikan oleh orang-orang itu mencoba merubah sikapnya kembali yang tegas.
" Ekhem! Sebaiknya kau jelaskan pada kami. "
" B-baik senior.. tapi bisakah anda mempersilahkan kami masuk ? "
Bukk!
Bukk!
" Aduhh nona muda .. kenapa anda memukul saya lagi ? "
" Cihh! , Silahkan masuk tuan-tuan biar kita bisa berbincang-bincang di dalam" ujar Xiao Lien yang mempersilahkan kelima orang ini masuk.
Di dalam hati mereka berlima yang melihat Xiao Lien layaknya seorang Dewi penyelamat mereka.
Setelah berada di dalam, Xiao Kang masuk kedalam dapur untuk mempersiapkan teh untuk tamu, sementara Cao Ren berdiri di belakang tempat duduk Xiao Lien.
Lalu Zhu Qinlan memberikan alasan kenapa ia bisa kenal dengan Xiao Zan.
......................
Dahulu Xiao Zan adalah salah satu tetua sekte di sekte pedang suci, dan juga merupakan sahabat layaknya saudara dengan Zhu Qinlan.
Namun ia keluar dari sekte karena alasan untuk menikah dan berfokus pada klannya, setelah satu tahun menikah Xiao Zan di angkat menjadi pemimpin Klan menggantikan ayahnya Xiao Tian.
Dan setelahnya Xiao Zan selalu memberikan kabar kepada Zhu Qinlan tentang ia sudah mempunyai putri yang cantik bernama Xiao Lien dan menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya.
__ADS_1
" Namun beberapa waktu lalu, pak tua ini mendapat kan informasi bahwa Klan Xiao di serang dan mengakibatkan kehancuran Klan Xiao, dan juga kabar mengenai Kematian saudaranya Xiao Zan ... "
Namun Zhu Qinlan tidak mempercayai sepenuhnya informasi tersebut, dengan membawa murid-muridnya, Zhu Qinlan pergi mengunjungi Kota Lin'an.
Sesampainya di sana dan menyuruh keempat muridnya untuk mencari informasi apapun tentang Klan Xiao.
Setelah mendapatkan beberapa point penting yang diantaranya bahwa putri dari Xiao Zan di bawa pergi oleh pelayan pribadi ke lembah Youming, dan tidak ada yang tau dua orang itu masih hidup atau sudah tewas.
Dengan segera Zhu Qinlan dan keempat muridnya memasuki area lembah Youming mulai dari pinggiran lembah sampai pedalaman lembah tak luput dari pencariannya.
Sampai ketika Zhu Qinlan merasakan adanya tekanan yang kuat dari seorang kultivator di pedalaman lembah tersebut.
" Dan karena itulah kami menemukan ada sebuah gubuk di pedalaman lembah ini, pak tua ini tak menyangka bahwa putri dari Xiao Zan masih hidup, pak tua ini bersumpah pada surga jika aku mendapati putri saudaraku masih hidup maka aku akan mengangkat nya menjadi putriku, dan jika ia sudah meninggal maka aku akan membalaskan dendam mereka. "
Zhu Qinlan bercerita panjang lebar tentang perjalanannya mencari informasi mengenai saudaranya dan keluarganya.
Mendengar Carita dari Zhu Qinlan membuat Xiao Lien menangis ia mulai teringat kembali atas peristiwa itu.
Sementara Cao Ren yang baru tau tentang pilu nya kehidupan nona mudanya tanpa sadar kedua matanya berair.
Hiks!
" Hei saudara kang... Sudah ku bilang untuk tidak mengupas kulit bawang di dalam rumah, itu membuat mataku pedih "
Creak~ " ohh maafkan aku " ujar Xiao Kang sambil menghentikan kegiatannya di dapur.
" Lalu Xiao Lien apa rencana mu untuk masa depan ? Apa kau ingin ikut pak tua ini pergi ke sekte pedang suci ? " Tanya Zhu Qinlan kepada Xiao Lien.
Xiao Lien seraya berfikir atas tawaran dari Zhu Qinlan, namun..
" Aku terima niat baik paman Zhu, namun anda jangan khawatir sekarang, sekarang aku hidup dengan penuh kebahagiaan bersama kekasihku dan keluarga baruku " Xiao Lien menolak ajakan dari Zhu Qinlan.
Saat ini bagi Xiao Lien bisa bersama dengan Tang san adalah kebahagiaannya, dan ia tidak ingin berpisah dengannya.
" Hahh, itu cukup di sayangkan, namun pak tua ini akan mendukung keputusan kamu, dan ini... " Zhu Qinlan mengeluarkan lencana giok berwarna emas dan di berikan kepada Xiao Lien.
Lencana giok yang bertuliskan nama ' Sekte Pedang Suci ' akan sangat berguna bagi Xiao Lien di masa depan jika ingin bergabung kedalam sekte Pedang suci tanpa seleksi.
" Terimakasih atas pemberian dari anda, saya akan selalu mengingat kebaikan anda di hati saya " balas Xiao Lien dengan mengepalkan tangannya.
" Kau bisa memanggilku ayah angkat jika kau mau " Ucap Zhu Qinlan dengan penuh harapan.
" Itu .. "
" Hei hei.. pak tua! jangan terlalu memaksakan kehendak nona muda ku, apa kau mau janggut mu itu ku tarik dengan kencang! " Teriak kesal Cao Ren kepada Zhu Qinlan.
" Hoho, jangan terlalu kejam begitu senior, membayangkan janggut pak tua ini di tarik saja sudah membuatku merinding " balasnya sambil mengelus-elus janggut nya.
Nama : Zhu Qinlan
__ADS_1
Umur : 50 Tahun
Basis Kultivasi : Grand Master Bintang 5 Puncak