
Rinella yang kini harus menanggung malu atas perbuatannya. Dia menikahi Ayah angkatnya sendiri karena mengandung.
Ibuku, dia merasa senang dan bahagia karena setelah ini, tidak akan ada hal buruk menimpa. Jika memang sudah begitu, pernikahan Ibu dan Ayahku akan segera diumumkan.
Aku yang tengah membereskan pekerjaan kantor, semua sangat gembira. Tidak ada lagi nona ceo yang dingin, aku berubah menjadi orang yang ramah dan banyak senyum.
Semua berjalan seperti yang kalian lihat, perusahaan maju, dan banyak investor-investor yang mengajukan kerja sama. Itu merupakan prestasi yang bagus untukku.
Dan selain itu, aku juga bertemu dengan seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku. Yaitu; Andi Priyant. Yang merupakan pengusaha sukses dari kota B. Kita juga sama-sama sedang merintis usaha bersama. Selain jadi patner kerja, dia juga calon pendamping hidupku.
Waktu ke waktu berlalu begitu cepat, musim pun sudah berganti-ganti. Ayah dan Ibuku berencana untuk pergi ke luar negri untuk berlibur.
Sebuah kabar duka atas meninggalnya kakek merupakan hal paling berat untukku, karena kakeklah orang yang begitu menyayangiku.
__ADS_1
pukulannya sangat keras, aku tidak bisa bergerak. Semua bagai bencana yang akan menghancurkan hidupku secara perlahan.
Selain itu, ditengah duka yang menimpa. Andi tidak di sampingku, dia harus pergi ke Kota B yang juga mendapati banyak masalah. hal paling pahit yang ku alami, tidak ada bahu untukku bersandar.
Setelah kabar kakek meninggal sampai ke ayah dan ibu, mereka berdua bergegas untuk pulang. Hanya saja waktu sedang tidak berpihak padaku, ditengah kejayaan ini. Satu persatu mulai redup.
Sebuah kapal pesawat yang ayah dan ibu tumpangi mengalami kecelakaan. Jatuhnya pesawat karena sebuah badai di samudra, yang mengakibatkan ketidakstabilan pesawat lalu hancur di atas yang merupakan sebuah bencana besar dan tidak memiliki kemungkinan selamat karena jatuh di perairan.
Pukulan keras itu berubah menjadi petaka besar, aku tidak berdaya sama sekali. Akhir yang harusnya bahagia sebelum acara pernikahanku dengan Andi berubah menjadi nestapa. Itu membuatku merasa sangat lemas.
Semua tidak berjalan mulus, kerugian besar, saham yang menurun. Keadaan yang terjadi bagai mimpi buruk.
Aku yang saat ini sudah jatuh miskin, setelah terkena begitu banyak terjang badai yang menimpa, kabar yang membuatku ingin pergi selamanya yaitu undangan pernikahan dari Andi, yang merupakan tunanganku sendiri dan akan menikah bulan depan, kini dengan terang-terangan menghianatiku.
__ADS_1
dan mengatakan sebuah kenyataan bahwa dia tidak pernah mencintaiku, niat untuk menikahiku hanyalah sebuah kesepakatan belaka, yang artinya setelah aku tidak memiliki apa-apa, dia tidak melanjutkan kesepakatan.
Dia hanya menginginkan perusahaanku untuk menyelamatkan perusahaannya yang tengah krisis.
"Di dunia ini, tidak ada yang tulus padaku! Aku, bersumpah! akan menghancurkan semua yang telah memanfaatkan kesengsaraan dan kesedihanku! Ini belum berakhir, Tunggu dan lihat saja!"
Biarlah saat ini, aku ingin sendiri. Aku tidak ingin kembali. Saat ini aku tengah berada di depan kuburan kakek.
Aku hanya berharap, jasad Ibu dan Ayah segera di temukan. Setelah ini, Aku tidak akan melepaskan kesedihan ini begitu saja. Aku sudah tidak bisa merasakan apa pun, air mataku tidak jatuh lagi. Aku, tidak tahu perasaan ini. Yang jelas, semua terasa pahit. tidak ada lagi tawa, ukiran senyum ini terasa kaku. Aku tidak merasa apa-apa. Hanya rasa hampa.
Kenyataan yang pahit telah menimpaku, kepahitan yang akan menjadi akhir untuk selamanya.
....
__ADS_1
END