Lost my heart(kehilangan hatiku)

Lost my heart(kehilangan hatiku)
Sebuah kesepakatan!


__ADS_3

Pertemuan nona Shin dan Angella pun berlanjut. Sebuah pertemuan yang menegangkan! Sisi lain, seperti hati penuh kebencian, dan sisi lain ada hati yang penuh percaya diri.


Ini merupakan akhir dari semua, entah bagaimana akhirnya. Tidak ada yang tahu. Nona Shin yang tengah termenung di depan jendela itu. Hanya bisa menunggu sebuah takdir.


(Aku hampir mengetahui cerita keseluruhannya. Hanya belum mengingatnya. Aku hanya berharap tidak ingat bahkan lupa dengan masalalu yang menyedihkan itu.)


“Cleo, tolong atur pertemuan saya dengan nona Angella!”


“Baik, Non... ada hal lain yang disampaikan?”


“Tidak! Cukup itu saja.”


“B-baik nona, saya permisi.”


*dari Sudut Angella


(Lihat bagaimana aku akan menyingkirkanmu Syarla. Kamu sudah sangat membuatku menderita selama ini. Melihat semua gemilangmu, aku semakin yakin untuk menghabisimu!)


“Aku ingin, kamu menyiapkan sebuah perangkap! Ini adalah rencananya.”


(........) berbisik pada asistennya.


“Siap laksanakan!”


Hanya ingin tahu, sampai mana kamu bisa bertahan. Tapi, jangan berharap. Sabarlah... deritamu akan segera berakhir. Dan berterimakasihlah kepadaku.


Haha


Jangan mimpi, di sini hanya aku, dan harus aku yang menjadi sorotan semua orang. Yang menjunjung tinggi martabat dan kekuasaan. Harus aku. Setelah kamu membuatku batal menikah. Sekarang ingin merebut apa yang sudah ku bangun. Jangan berharap!


“Permisi, nona Angella.”


“Masuk!”


....


“bagaimana? Sudah dikerjakan?!”


“semua sudah sempurna boss.”

__ADS_1


“Hahaha... bagus! Bagus! Aku suka itu.” (kamu kali ini tidak akan bisa menghindar lagi.)


“Kita beraksi!”


“Siap laksanakan!”


*Caffe Shang


(Jika melihat waktu, seharusnya Nona Angella sudah menunggu di dalam. Sepertinya aku sudah terlambat datang.)


“Nona Shin, selamat datang!”


“Oh. Iya.. terimakasih!”


“Mau pesan apa? Di sini menunya sangat enak-enak.”


Angkat tangan..


“Waiters!”


“Iya, mau pesan apa mbak?”


“Baik, saya juga pesan minuman saja. Saya hot chocolate.”


(Hmmm... Syarla suka coffe? Sepertinya memang sudah berbeda.)


“Baik, ada yang mau disampaikan apa dalam pertemuan kali ini?”


“aduh... haha. Nona Shin ini terlalu terburu-buru.”


“Saya tidak banyak waktu. Silahkan, langsung saja pada intinya. Jangan banyak basa-basi.”


“Iya, ya. Saya hanya ingin menyambut kembali teman SMA dulu. Aku pikir, kamu sudah tiada. Ternyata, kamu masih hidup. Jadi, kali ini saya ingin berbicara sebagai teman sekolah bukan rekan kerja.”


“Heh. Lucu sekali.”


“Sepertinya Nona shin sangat humoris!” (sial, kenapa dia begitu tenang dan tidak merespon pancinganku. Tidak, belum beraksi. Tunggu sebentar lagi. Ya, sebentar lagi.)


“Saya tidak ada waktu untuk hal bodoh seperti ini. Saya permisi!”

__ADS_1


“....” (senyum sinis).


“Laksanakan plan B!”


“Siap bos!”


Tiba-tiba...


“Kamu pikir, mudah menyingkirkan saya?”


“Syar-la? Eh, nona Shin. Maaf, maksudnya apa? Saya tidak mengerti.”


“Saya akan jelaskan di kantor polisi! Pak, tangkap dia!”


“Mari, mbak ikut saya!” polisi langsung membawa angella ke kantor polisi.


“Apa-apaan ini... kalian?”


“Mereka semua adalah anak buah saya, termasuk mata-mata saya yang disuruh untuk mengawasi anda, nona Angella.”


“Ah... *******! Lihat saja! Aku akan membalas semuanya. Hahaha”


“Terimakasih! Saya punya kesepakatan denganmu, jika setuju. Aku akan meringankan hukumanmu. Jika tidak, hukuman mati lebih pantas untukmu!”


“Kesepakatan apa?”


“Katakan pada dunia, bahwa Syarla sudah tiada. Dan anggap saja keberuntunganmu!”


“Cuih... untuk apa jika kamu masih hidup!”


“Pak! Hukum mati dia.”


“Siap!”


(berniat menyingkirkanku lagi? sepertinya kamu mengira aku hilang ingatan, berarti tidak memiliki cerita masa kelam itu. aku tau persis! jadi, Aku yang telah membuat anak-anak buahmu berkhianat. itu masalah kecil buatku. kesepakatan kali ini adalah melihat bangkai mayatmu. Angella!) senyum sinis.


.........


Saat ini, aku tidak ingin masalalu datang dan menjadi duri dalam daging. Kubiarkan semua berlalu. Biarkan! cinta di masalalu itu aku sudah kubur dalam-dalam. tidak ingin mengungkit atau menumbuhkannya. hanya akan menjadi karang di lautan. Aku hanya ingin fokus dalam tujuanku!

__ADS_1


*to be contineu


__ADS_2