Lost my heart(kehilangan hatiku)

Lost my heart(kehilangan hatiku)
Hidden Truth 1 (Kebenaran yang tersembunyi 1)


__ADS_3

*Alexa Kenza



(Lari kukejar, tak kunjung kudapat.)



Itulah kata yang pantas aku terima saat ini. Saat melihat mimpi setiap orang berubah menjadi ambisi yang gila. Bahkan, sangat gila. Aku menemukan cinta pertamaku saat SMA. Rasanya, tak percaya. Aku selalu merasa getaran hati dari pertama kali melihat Syarla.



Setiap kali ku memandangnya, memperhatikannya. Bahkan, ingin sekali mendekat dan mengajaknya berbincang. Setiap aku mempunyai kesempatan. Namun, nyali ini belum cukup kuat. Aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh, aku hanya berharap suatu saat bisa bersamanya. Hal paling indah dan selalu kuimpikan.



Detak jantung ini rasanya semakin cepat, dia melewatiku dan tersenyum padaku. Aku semakin canggung dan gerogi. Jika saja, dia tahu isi hati ini. Aku akan merasa sangat beruntung dan bahagia. Memandangnya saja sudah cukup untuk mengobati rindu ini.



***



Hari-hari kulewati begitu saja. Tak terasa masa MOS telah berakhir, aku dan Syarla sama-sama anak baru yang masuk sekolah tahun ini. 2 minggu terlewati sangat mulus. Tinggal menunggu hari esok, tak sabar ingin melihat Syarla.



Esoknya, di sekolah...



“Heh, dasar cewek jalang! Lo bisa jalan nggak sih?” Suara lantang dari kakak senior, yang populer saat itu.



“Ma-maaf kak, s-saya tidak s-sengaja.”



“Hahahahaha... anak baru ini gagu ternyata. Semua, lihat! Ada anak gagap di sini. Girls, hukuman apa yang pantas?”



“Kita suruh dia jadi asisten kita aja. Rin! Yaaaa...”



“Hellooo... maksud lo jadiin dia JONGOS?”


“Yups, gimana?”



“Ide brilian... 1 bulan, jadi babu di genk kita. Yo girls!”



“....” (terus menangis)



Suara bising penonton...



“Wah, bukannya itu Syarla. Siswi baru di sekolah.”



“Iya, itu Syarla. Kasian harus langsung berhadapan geng Rinella.”



“Mungkin, Syarlanya yang ceroboh kali.”


“Ah, menurutku karena Syarla lebih cantik dibandingkan Rinella.”



“Aduh... gimana ini. Kita nggak bisa bantu melawan.”



(Ada apa semua orang berkumpul di sana. Seperti ada keributan. Eh, itu... Syarla!!!!)


Aku langsung mendekat dan membela Syarla.

__ADS_1


“Syarla! Kamu tidak apa-apa?”



“A-aku...” (pingsan)



“Alex, kenapa lo belain cewek kampungan ini!?”



“Nell, dia temen satu kelasku. Aku tidak akan tinggal diam ya!”



“Lex, gue kenal lo dari SMP, gue suruh lo sekolah di sini pun karena gue!”



“Please, stop Rinella! Aku sekolah, ke mana pun. Itu urusanku, bukan karena siapa-siapa.”



“Alex!!!”



“Kalo kamu masih ganggu Syarla, aku tidak segan laporin kamu ke guru BP.”



(Syarla, apa yang terjadi? Kamu sangat lemas. Aku sangat senang, akhirnya ada kesempatan untuk dekat denganmu. Betapa tidak, aku sangat menyukaimu)



Aku berjalan, dan menggendong Syarla menuju ruang UKS. Dia sangat cantik, bibir mungil, mata sipit, kulit putih, idungnya mancung. Seperti idol korea. Bahkan, sangat mirip, jika nanti aku menjadi pacarnya. Aku akan bahagia, dan tidak akan membiarkannya terkenal. Cukup aku yang mengaguminya.



“Maaf, apa kamu bisa turunin saya. Saya malu banyak orang memperhatikan kita.”



“Tidak, kamu sangat lemas dan kakimu terkilir. UKS tidak jauh lagi.”




“Hhe, padahal kita satu kelas lhooo...”



“Maaf, saya benar-benar tidak tau.”



“Alexa Kenza.”



“Oh, saya Syarla. Syarla Eliza Putri.”



“Nama yang indah. Sama seperti orangnya.”



“Eh. Maaf?”



"...." (Tersenym senang)



*Ikatan Cinta yang kuat



Semakin hari, setelah kejadian itu. Semakin aku menyukai Syarla. Dia wanita polos, lugu, dan baik hati. Setahun berlalu... musim semi di depan mata. Aku harap pendekatanku selama satu tahun ini dengan Syarla membuahkan hasil terbaik. Semoga, dia bisa menerimaku.



Taman sekolah, waktu istirahat...

__ADS_1



“Hei, tadi aku melihat papan pengumuman di mading. Kamu dapat juara umum 1 lomba design grafis lagi. Syarla memang jago dan pintar yaa.”



“Ah kamu bisa aja, lex. Saya juga masih belajar. Dan akan terus belajar agar lebih baik lagi.”



“Setahun berlalu, tapi masih formal aja kamu bicara, Sya.”



“Hhe, iya yah...”



“Syar, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan. Serius!”



“...”(mengerutkan dahi)



“Syar, sebenarnya... mmmm, sebenarnya...”



“Kenapa?”(bingung)



“Sebenarnya, aku menyukai Syarla sudah sangat lama.”



“....” (kaget)



“Syar, kamu tidak perlu menjawab sekarang kok.” (__)



“Apa yang harus aku jawab lex, kamu tidak ada bertanya.”



(Oh, iya ya. Hanya pernyataan, bukan pertanyaan. Bego banget! Ahh, jadi canggung kan.)



“Maksudku, Syarla. Suka aku nggak?”



“Mmm... Suka.”



“Nahh, Syarla mau ngga jadi pacar aku?”



“Pacar? Tapi...”



“Cukup jawab ya atau tidak.”



“....” (mengangguk)



“Ini artinya mau?”



“Hhe... he’em”



Langit pun terasa hangat dan angin terasa lembut. Akhirnya musim semi menjadi musim indah untukku. Di mana mimpi ini menjadi kenyataan. Setelah ini, aku akan menjaga Syarla dengan sangat baik. Bahkan, tak kubiarkan apapun yang terjadi pada Syarla. Dialah... cinta pertamaku.

__ADS_1




__ADS_2