Love....S

Love....S
guru ku kerumah ku


__ADS_3

"assalamualaikum" ucap seseorang di luar sana.


"waalakumsallam" ucap anak remaja yang berjalan mendekati pintu,dan membukanya.


setelah membukanya Sifa pun mematung,melihat siapa yang datang ke rumahnya,dengan sorot mata heran


mengapa pak Sofi kesini, salah apa aku?apa aku membuat kesalahan di sekolah?


"silahkan masuk pak"ucap Sifa sopan, memperkenankan gurunya masuk.


setelah guru itu masuk rumah dan duduk di korsi,iapun membuka mulutnya


"Abah ada?"


"gak ada pak,dia lagi pergi tahlilan" kemudian guru itu pun tersenyum dan mengangguk seolah menyatakan mengerti.


kini jiwa kepo ples penasaran Sifa pun keluar, ia ingin mengetahui apa maksud dan tujuan guru nya itu datang ke sini


"bapa ada hal Ama kesini?" namun orang yang di tanya haya diam,tak membalas dan menatap lurus ke depan.tapi sekali kali guru itu melirik Sifa.


Sifa yang tau pertanyaan ya tak di respon,ia berniat meninggalkan tempat itu dan pergi untuk mengambilkan minum dan mencari umi nya.


"umi' ucap sifa pelan agar tak menganggu orang di ruang tamu sana


"umi"


"umi" namun orang yang di panggil ya, tak menjawab dan tak menampilkan batang hidungnya.


"kenapa sih"ucap tth Sifa "berisik tau"lanjutnya


"umi kemana th"


"lagi sholat,kenapa?"


"itu pak guru Sifa ada di sini" sambil menunjuk jarinya ke ruang tamu


"aihhhhhh, kamu bikin masalahnya di sekolahan makanya guru itu ke sini"ucap tth Sifa menuduh


"Jangan sotoy ya, sifa itu anak baik-baik di sekolah,nurut,taat aturan,gak pernah tu melakukan hal aneh-aneh"ucap Sifa membela diri


tak lama kemudian Abah Sifa pulang dan langsung pergi ke ruang tamu setelah Sifa memberitahu.


sebenarnya Sifa ingin ikut Abah menghampiri gurunya itu untuk berbincang,namun karena rasa tak sungkan,dan tak enak hati takut ia menjadi menggangu pembicaraan mereka,sifa pun mengurungkan niatnya.


tak lama kemudian pak Sofi pergi,Sifa yang masih penasaran dengan maksud dan tujuan pak Sofi,ia langsung bergegas pergi menghampiri Abah nya


"Abah kenapa pak Sofi kesini"


"mau silaturahmi"


"tadi Abah membahas apa ko keliatan serius" tanya siapa yang masih penasaran.sifa memang tak mengikuti abah,namun ia memperhatikan pembicaraan itu dari dapur yang jaraknya cukup jauh dari ruang tamu sehinga obrolan itu tak dapat Sifa dengar,namun masih bisa ia lihat


"udah sana tidur,agar besok gak kesianggan" ucap Abah pergi berlalu.kini Sifa pun langsung ke kamar,ia tak mau repot-repot lagi memikirkan hal itu.


nanti juga Abah ngasih tau sendiri batin Sifa.


lalu ia kemeja belajar untuk mengerjakan beberapa PR

__ADS_1


* * *


satu bulan berlalu kini Sifa melakukan hari hari seperti biasanya.namun Minggu ini suasana kelas cukup riuh dengan pembicaraan pak galak dan Ding itu akan mengajar di kelas 11mipa.


"gimana nih woy,ih gw mah udah gugup dulu sebelum di ajar" ucap salah satu siswi


"sama, mendingan di ajar Bu Lia,dari pada pak Sofi,belum apa apa udah nerves"


"sumpah deh gw mah takut di ajar lagi Ama pak Sofi,belum siap woy"


"sama ,kenapa sih gak Bu Lia lagi"


begitulah kira kira pembicaraan para siswa XII MIPA yang mayoritas pada takut di ajar pak Sofi,namun ada juga para murid yang bahagia di ajar pak Sofi, dengan alasan pak Sofi itu langka,tidak ada guru yang mengajar seperti dia ucapannya yang menyindir membuat para murid deg deg ser.


hari ini adalah hari Senin,hari dimana pak Sofi pertama kali mengajar di kelas 11mipa1 di mana kelas itu terkenal dengan murid ambis.


jam sudah menunjukkan pukul 10:15 istirahat pertama telah tiba,kini para murid berhamburan menuju kantin.


"angga"panggil sifa


"apa sif"


"tadi gimana,di ajar pak Sofi?" tanyanya penasaran


"ya gak gimana gimana,tetep sama kaya pas kelas 10"jawab Angga.


"deg deg gan ga?"


"bukan deg deg an lagi,udah keringat dingin gw,apalagi pas guru itu nyindir"ucap Angga"lu taukan gimana pak Sofi itu kalu udah nyindir"


"ih takut gw, besok lagi pelajaran nya"


"ih lu tuh jangan nakut-nakutin pe'a" ucap jila lalu langsung bergegas pergi ke kantin.


tiga minggu telah berlalu,hari ini pertemuan ke tiga kelas mipa2 di ajar pak Sofi.


"sif lu udah ngerjain PR b.arab belum?"


"udah"jawab Sifa santai


"bagi si sif,gw belum"


"tuh ambil di tas gw"ucap Sifa tak mau ambil pusing.


bunyi bel masuk bergema,semua guru sedang berjalan menuju kelasnya,namun guru di kelas 11mipa2 ini beda iya telah duduk tegap di kursi,dengan raut mukanya yang dingin. kemudian para murid di kelas itupun berdoa dan mengucapkan salam.


"kalu baca doa tuh yang bener,jangan bercanda,liat Kanan-kiri,nulis,pura pura sibuk baca,kaya gak tau suasana" ucap guru itu


"kalian tuh,kalu lagi baca doa ya berdoa,kalu saya suruh nulis ya tulis,kalu saya suruh kalian perhatikan ya perhatikan jangan pada sibuk sendiri" lanjutnya


"di pelajaran ini,bulan haya belajar menteri saja,kalu meteri gampang, tinggal di baca,tapi di sini juga belajar di siplin,tanggung jawab, keberanian,jangan ini mah di suruh maju gak mau,gimana mau beraninya nantinya"


"nipu orang tua doang" ucap guru itu dengan nada standar namun penuh penekanan.


semua murid di kelas itu pada diam,tiada yang berani melawan,tengok kanan-kiri,apalagi becanda,mereka hanya polos ke depan dan mendengar kan semuah ucapan guru itu,meski di dalam hati mereka telah meronta ronta minta keluar.


seperti itulah ucapan yang sering terlontar dari mulut guru itu.

__ADS_1


dering pergantian jam pelajaran pun telah berbunyi,guru itu kemudian mengucapkan salam dan pergi.


"Alhamdulillah"ucap semua murid di kelas itu, seperti mereka telah mendapatkan undian yang sangat besar dan melegakan.


"sifa " ucap Rahayu memanggil sahabatnya itu yang tengah berjalan keluar gerbang sekolah,karena sudah waktunya pulang


"apa" jawab Sifa sambil menghentikan langkahnya.


"lu cepet amat sih jalanan" ucap Rahayu tersengal-sengal kelelahan berlari mengejar sifa. setelah mereka menyebrang jalan,dan duduk di depan ruko menunggu jemputan,sambil berbincang bincang.


"sif lu ngerasa aneh ga sih Ama pak Sofi"


"aneh kenapa?"


"ko kayanya akhir akhir ini pak Sofi ngeliatin lu Mulu deh"


"masa sih, tapi gw rasa gak tuh"


"ialah lu gak ngerasa,orang pak Sofi latin kamu pas kamu nulis" ucap Rahayu


" salah liat kali,masa Sofi liatin gw"


"gak sif,sumpah deh, udah 3 kali gw melihat pak Sofi liatin lu Mulu, apalagi pas lu maju"


"emmm tapi gw gak merasa"


"lu sadar gak akhir akhir ini pak Sofi selalu tunjuk lu buat maju ke depan, biasanya kan waktu kelas 10 pak Sofi gak pernah nunjuk murid untuk maju ke depan mengerjakan soal, paling geh ngasih kesempatan buat murid yang ingn maju ke depan,bukan di tunjuk kaya lu"


"mungkin udah beda kali cara ngajar nya"


"tapi lu sadar ga, kalu setiap pelajaran pak Sofi lu selalu di tunjuk ke depan, kalu yang lain kan gak,haya lu doang sif yang di perlakukan beda." jelas Rahayu


"ia sih,gw gak pernah tuk gak maju ke depan setiap pelajaran dia,orang selalu di tunjuk"ucap Sifa mengiyakan


"jangan jangan pak Sofi..."


"Rahayu" ucap seorang pria paruh baya menghentikan pembicaraan mereka


"eh bapa gw dah jemput,gw duluan ya" ucap Rahayu bergegas menjauh


"yah" jawab Sifa tersenyum.


* * *


kini sifa tengah sibuk di meja belajar, mengerjakan beberapa soal,namun tenggorokan nya terasa kering sehingga ia bergegas ke dapur mengambil minum


"prang" Sura gelas pecah.


di sana Sifa kini mematung di dekat pintu kamar Abah,ia mendengar percakapan Abah dan umi nya.badanya kini bergetar,matanya berkaca-kaca, badan terasa ingin ambruk ketika mengetahui pembicaraan itu.


"Sifa"ucap umi dan Abah berbarengan.


matanya membuat, Mulu nya seakan akan kaku tak dapat di gerakan, terlihat cemas dan gugup di wajahnya.


"Sifa"ucap Abah mendekat,berusaha menenangkan anaknya itu.


"Abah kenapa Abah lakuin ini, Sifa gak mau" ucap Sifa sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"Abah jahat,Abah gak memikirkan perasaan Sifa,Abah egois" ucap Sifa lalu berlari meninggalkan mereka berdua.


"Sifa, Abah bisa jelasin" ucapnya sedikit berteriak, Sifa yang mendengar tak menghiraukan perkataan Abah nya dia tetap berlari semangkin jauh.


__ADS_2