Love....S

Love....S
Sifa hilang


__ADS_3

"Sifa buka pintu nya nak" ucap umi


"Sifa ini sudah jam tuju, Sifa gak sekolah?"


"sif buka nak,jangan buat umi khawatir" ucap umi sambil mengetuk ketuk pintu itu namun di dalam sana tidak ada jawaban.


"Abah Sifa masih di kamar dia belum makan sejak sore" ucap umi


"biarlah saja lah umi nanti juga Sifa kalu lapar keluar kama sendiri" ucap Abah


"tapi Abah, umi khawatir"


''udah umi jangan terlalu khawatir,mungkin Sifa lagi nenangin diri." ucap Abah menenangkan istri nya.


"Abah yakin, Sifa akan mengerti dia udah besar umi" lanjutnya.dering ponsel terdengar dari arah saku bajunya, tertera nama Sofi di sana.


"assalamualaikum Abah" ucap seorang pria dari telepon


"waalakumsallam Sofi"


"Abah Sifa kenapa, dua hari ini gak masuk sekolah?" ucapnya to do poin


"dia murung di kamar,tak mau keluar"


"kenapa Abah, ko bisa?"


"maafkan Abah nak Sofi, Abah tidak bisa menepati janji Abah untuk merahasiakan hal itu,Sifa sudah tau"


" terus Sifa gimana Abah,apa dia baik baik saja" ucap Sofi panik, karena ia tau pasti Sifa tak bisa menerima nya.


"Sifa gak mau makan, dia tetap betah di dalam kamar, mungkin menenangkan diri"


"Abah kenapa Sifa bisa tau?"


"begini ceritanya Abah akan jelaskan"


"waktu itu umi bertanya, di kamar umi menanyakan tentang dirimu,dan secara tiba tiba pembicaraan kami mengarah ke perjodohan itu" lanjutnya


...flashback...


" Abah, Abah yakin dengan Sofi?"


"yah Abah yakin, Sofi juga sudah dewasa dan mapan"


" tapi gimana dengan Sifa apa dia mau"


"Abah akan tetep menikah dia dengan Sofi meski Sifa menolak"


"apa Abah sudah memberitahu nya"


"belum,Sofi mau Abah merahasiakan nya sampai dia sudah mempersiapkan semua kebutuhan pernikahan nya"

__ADS_1


"tapi Abah, Sofi dan Sifa sangat jauh perbedaan umur nya"


"umur tak usah di permasalahkan umi, belum tentu orang yang tak jauh perbedaan umurnya akan langgeng, bukankah kita yang di jodohkan dan cukup jauh perbedaan umur langgeng Hinga sekarang"


"tapi Abah perbedaan kita haya 7 tahun,tapi Sofi dan Sifa beda 13 tahun"


"udah umi jodoh tak memandang umur"


"seterah Abah ajah" ucap umi pasrah dengan ketetapan suaminya,karena ia tau suaminya itu tak akan merubah pendiriannya,meski telah di bujuk.


"prang"suara gelas pecah terdengar dari luarsana


"Abah apa itu"ucap umi panik takut terjadi sesuatu, sembari berjalan ke arah pintu, dengan Abah yang mengekor di belakang nya.


"Sifa" ucap kami beriringan.


... flashback of...


" apa dia terlihat baik-baik saja setelah mengetahui itu"


"dia terlihat sedih dan marah, tubuh gemetar dan dia menangis kemudian lari"


"baikilah Abah,kalu begitu Sofi matikan panggil nya"


"ya sudah"


"assalamualaikum"


"waalakumsallam"


"Sifa kenapa kamu mengurang diri,apa kamu tidak lapar?"monolog Sofi. Sofi pun melihat ponsel nya dan mengetik sesuatu di sana


to:Sifa


Sifa ini saya Sofi


saya tau kamu sudah mengetahui hal itu.


tapi saya mohon kamu jangan kaya gini (mengurung diri) kasihan umi dan Abah mu


pesan itu terkirim namun tidak di baca haya ber cek list dua. karena tiada balesan,Sofi semakin kuatir dia segera menelepon nya. sudah hampir sepuluh kali dia menelepon tapi tetap di tolak bahkan ke sebelas kalinya nomor nya tak terhubung.


"argghh kenapa kau membuat ku khawatir" monolog Sofi sambil melempar ponsel.


ke esoknya harinya Sofi mengajar seperti biasa.tetapi ketika ia hendak ke ruangan kelas ponsel nya berbunyi,iapun mengangkat panggilan itu.


"assalamualaikum aba"


"waalakumsallam"


"kenapa Abah?"

__ADS_1


"Sifa kabur nak, dia menuliskan surat di atas meja" ucap Abah terdengar cemas dari nada suaranya.


"Abah Sofi akan kesan,Abah tenang saja, Sofi akan cari dia" panggil pun terhenti,Sofi buru buru bergegas ke parkiran mobil kemudian mengendarai mobil nya. sesampainya di. sana Sofi melihat umi yang sedang menangis,


"Sofi" ucap umi ririh


"iya umi"


"tolong Carikan Sifa,umi takut Sifa kenapa-napa" ucapnya dengan mata yang berlinang


"Sofi akan cari umi sampai Sifa ketemu"


"Sofi, maafkan anak umi yang menolak mu" ucapnya umi seraya memberikan selembar kertas


______________________________________________


umi Abah ,Sifa gak mau nikah dengan pak Sofi,Sifa masih ingin sekolah,Sifa ingin menikmati masa muda Sifa,Sifa ingin mencapai impian Sifa,Sifa belum ingin menikah Abah,Sifa gak mau.


Abah maafkan Sifa bila melawan keinginan Abah,tapi Sifa gak mau menikah dengan om om,Sifa gak mau menikah tanpa cinta, Sifa belum siap menjadi istri.


Sifa ijin pergi. Sifa sayang sama kalian.


3 Januari 2023.


______________________________________________


"umi Sifa sudah pergi sejak tiga hari yang lalu?" yang di bales dengan anggukan


"Abah di mana umi?"


"dia sedang mencari Sifa"


"baik lah umi, Sofi ijin pergi mencari Sifa juga"


umi pun mengangguk.


***


di tempat lain Sifa tengah duduk di sofa, ia menikmati hari ini, meskipun di lubuk hati Sifa sangat merindukan Abah dan umi


"Abah, umi, Sifa rindu apa Abah gak mencari Sifa?" monolog nya


"Sifa" panggil seorang wanita


" iya kenapa Yanti"


"tth lu nelpon gw, terus gw harus gimana?"


"emm gimana yah,angkat aja biar gak curiga"


"Oky lah nanti gw angkat kalu dia nelpon lagi"

__ADS_1


Yanti merupakan sahabat kecil Sifa, ia sekarang tinggal di Bandung mengikuti orang tuanya, dulunya Yanti dan Sifa satu desa,namun karena perusahaan papah Yanti pindah ke Bandung maka keluarga nya ikut pindah ke Bandung. sejak saat itu Yanti dan Sifa tak pernah bertemu, ia hanya berkomunikasi melalui internet untuk menanyakan kabar, hingga pada saat Sifa hendak kabur dari rumah ia meminta bantuan Yanti.


__ADS_2