Love....S

Love....S
penolakan


__ADS_3

"Sifa.." ucap Sofi berlari menghampiri Sifa yang pingin, ia pun langsung mengangkat tubuh kecil Sifa ke dalam pelukannya nya, dan membawa ke sofa.terlihat wajah sofi yang begitu panik dan gelisah.


sungguh mereka yang melihat itu pun merasa heran,kaget dan bingung termasuk afia,ia tak menyangka adiknya itu akan melakukan nya.


ini merupakan pertama kali afia melihat Sofi menyentuh seorang wanita bahkan tifana yang berstatus sebagai pacar Sofi saja tak pernah Sofi menggandeng ya apalagi memeluk dan menggendong nya. ya afia tau Sofi paham agama ia tak akan pernah melakukan hal itu kecuali pada mahramnya.


tapi kali ini beda, afia merasa ini bukan seperti adiknya


"tth minyak kayu putih mana" ucap Sofi panik


"ini om"jawab yanti sembari menyodorkan minyak itu


tak lama kemudian Sifa terbangun, ia melihat lihat sekitar. haya ada Yanti dan abay di sana mendampingi nya.


"Alhamdulillah haya mimpi" lirih Sifa


"kamu udah bangun" seru Yanti. yang di bales dengan anggukan Sifa


" tth cantik sakit?, tth cantik jangan sakit ya nanti abay sepi"


"ingsaallah abay, bila Allah memberikan kesehatan kepada tth, tth cantik bersyukur, namun bila Allah memberikan ke sakit an, tth juga bersyukur karena dengan sakit dosa tth bisa hilang, itu berarti Allah sayang sama tth,Allah ingin tth kembali dan mengingat nya kembali" ucap Sifa sembari mengelus kepala abay


"tth ayam geprek tth Ama es Boba abay makan ya, abay masih lapel soalnya" ucap abay manja, Sifa pun haya bisa mengangguk kepalanya, sebenarnya ia bingung apa yang abai katakan.


"Sifa lu kenapa? gak biasanya lu pingsan" ucap Yanti yang membuat Sifa bingung.


bukankah aku tadi tertidur, apakah tadi benar nyata? abay bilang es Boba,ayam geprek? apakah aku benar membelinya?batin Sifa dengan raut muka panik


"aku bingsan?" tanyanya sambil menunjuk ke dirinya sendiri.


"ih lu pikun atau gimana sih, lu kan habis pulang dari taman langsung pingsan, muka lu tadi pucat lagi" ucap Yanti


"jadi tadi nyata?" tanyanya karena masih bingung


"emang lu pikir apa khayalan?mimpi?" kini raut muka Sifa langsung panik, ia takut akan pulang dan menikah dengan pak Sofi.


"Sifa" ucap suara pria dari belakang, sungguh Sifa mengenalli suara itu, suara yang tak ingin di dengarnya selama ini,suara yang membuatnya kabaur dari rumah. Sifa tak menjawab panggilan itu iya hanya fokus menatap ke Yanti.

__ADS_1


"Yanti tolong aku?" lirihnya


"iya emang minta tolong apa?"


"Yanti"


"iya om"


"bisa pergi sebentar ga, om mau bicara Ama murid om"


murid?apa yang Sifa maksud pak Sofi adalah om sofi? batin Yanti. Yanti hanya bisa mengangguk dan berlaju pergi. Sofi pun duduk di depan Sifa


"sejak kapan kau di sini?"


"-_-"


"Sifa saya tanya tugas mu menjawab"


"sa sa sa tu Minggu yang lalu" ucap Sifa gugup sungguh iya takut melihat wajah Sofi


"-_-"


"apa kamu gak kasian Ama Abah dan umi, mereka panik Sifa nyariin kamu" mendengar kata umi dan Abi pun tiba-tiba ketakutan Sifa hilang Tah kemana, Sifa menjadi kesal dengan gurunya itu karena sudah memaksa Abah dirinya menerima lamarannya.


"Sifa jawab pertanyaan saya" seru Sofi


"aku tak mau nikah Ama pak Sofi,pak Sofi tua,pak Sofi jahat, pak Sofi serem, pak Sofi jelek" Sifa mengungkapkan semua unek-unek nya ,meski di kata terakhir ia terpaksa harus berbohong, untuk membuat pak gurunya itu sakit hati dan marah padanya sehingga membatalkan pernikahan ini


"seterah kamu,kamu mau nikah atau tidak dengan saya tetapi kamu tetap akan menikah dengan saya"


deg


semua harapan Sifa semuanya sirna, membuat Sifa hingga harus berpikir keras, untuk membatalkan pernikahan ini.


"apa yang pak Sofi inginkan kan dari Sifa? sifa itu masih kecil,Sifa bau kencur, sifa gak bisa masak, sifa ceroboh, sifa gak mau menikah,


Sifa masih ingin sekolah,kenapa pak Sofi milih Sifa bukankah masih buanya wanita yang pantas dan seumuran dengan pak Sofi?kenapa harus sifa yang papak pilih?" teriak Sifa mengeluarkan semua emosinya.

__ADS_1


"Sifa" bentak Sofi


Sifa pin langsung terdiam,dengan air mata yang ia tahan agar tak terlihat lemah


seandainya aku masih memiliki pilihan tentu aku tak akan memilih dirimu batin Sofi


Sifa kamu bisa Sifa, kamu bisa membatalkan pernikahan aneh ini batin sifa


"APAH? bukankah perkataan gue semuanya benar, kenapa bukan tifana pak yang bapak ajak nikah, bukankah kekasih pak Sofi yang TERHORMAT itu jauh lebih cantik dan sexsi dari pada Sifa? seru Sifa membari tersenyum miris.


Semua hubungan Sofi dan mantan kekasih nya itu Sifa tau dari Yanti, Yanti selalu menceritakan om nya itu, tanpa memberi tahu namanya dan fotonya, Yanti hanya menceriakan omnya itu selalu datang ke rumah Yanti dengan membawa kekasih nya,dan akhir akhir ini Yanti selalu menceritakan pacar om nya itu yang bernama tifana yang sering Yanti sebut wanita seksi dan cantik.


Sifa tak menyangka atas semuanya ternyata pak Sofi merupakan om yang sering Yanti ceritakan,Sifa bisa tau karena Yanti haya memiliki satu om dan tadi sore abay memanggil pak Sofi dengan sebutan om, itu berarti om yang Yanti sebut adalah pak Sofi.


"SIFA" sentak Sofi yang meninggikan suaranya satu Okta dari sebelumnya. Sofi tak habis pikir bagaimana Sifa bisa tau kekasih nya itu.


sedangkan semua penghuni rumah itu sembari tadi melihat kedua manusia itu bertengkar.


"pokonya gue gak mau nikah Ama lu" tuding Sifa ke wajah Sofi, kemudian ia pergi dari tempat itu. Sofi mengusap wajahnya dengan kasar ia sekarang frustasi akan semua keadaan.


umii dia gak mau, Sofi harus gimana batin sofi.


di kamar Sifa terus saja menangis sembari menatap Poto yang sudah lima hari ini ada di ruangan itu, Terlihat di Poto itu gambar dirinya berserta Abah dan umi.


"Abah Sifa gak mau nikah Ama pak Sofi" monolog Sifa


"Abah kenapa Abah nikahkan Sifa dengan pak Sofi, kenapa abah terima lamaran pak Sofi, apa dia mengancam Abah?" lanjutnya sembari terus menangis dan memeluk bingkai Poto itu


Abah Sifa yakin pak Sofi mengancam Abah, Abah gak bakal menikahkan sifa dengan orang seperti dia,dia jahat abah dia kejam, teman-teman dan para guru ajah pada takut kepada dia termasuk Sifa, tapi Sifa mulai saat ini gak bakal takut lagi Sifa akan tunjukan ke paksofi Sifa itu tidak lemah dan pantang menyerah, Sifa akan buat pak Sofi benci Ama Sifa dan membatalkan pernikahan ini batin Sifa.


malam kian semangkin gelap,hujan kini mulai berturunan, suara petir menggelegar menghiasi malam yang sunyi, kilat kini menjadi sinar kehidupan di ruangan yang gelap gulita, membangunkan seorang gadis tengah tertidur lelap.


"Jeger, Jeger"


"Abah umiii" teriak Sifa ketakutan, badan nya gemetar, keringat kini mulai bercucuran dari pelipisnya.


"prang" Poto itu pun terjatuh dari tempatnya

__ADS_1


__ADS_2