Love....S

Love....S
bertemu


__ADS_3

" assalamualaikum Yanti" ucap wanita paruh baya dari sebrang sana


"waalakumsallam th"


"Yanti, apq Sifa ada di sana?"


"Sifa tidak ada di sini teh"ucapnya berbohong


"emang kenapa th dengan Sifa?"lanjutnya


"Sifa kabur dari rumah, dia sudah satu Minggu tiada kabar, nomor ya juga tak aktif" jelasnya. Yanti yang mendengar ya haya bisa diam tak berbicara. karena ia sudah berjanji pada sahabat kecil nya itu untuk menutupi ke beradaan nya.


" Yanti, kalu Sifa menghubungi mu, tolong beri tahu kami ya, suruh dia pulang, di sini kami kuatir dan umi setiap malam selalu menangis memikirkan keadaan Sifa" jelasnya.


"iya teh"


sebenernya Yanti ingin memberitahukan nya, ia merasa iba ketika mengetahui keadaan umi Sifa, tetapi niatnya terhalang oleh janjinya.


"keadaan Abah gimana th"


"A.. a.. Abah, Abah di rawat di rumah sakit" ucapnya terbata, sambil menahan tangisnya.


"Abah sakit apa teh?"


"Abah kecelakaan ketika ia mencari Sifa,ia sekarang masih koma tak sadar kan diri"


"somoga Abah cepat sadar ya teh" ucapnya


"amiin, kalu gitu tth akhirnya ya, tth mau nelpon temen Sifa lagi siapa tau ada di sana


wassalamu'alaikum"


"iya teh, waalakumsallam"


panggil pun terhenti.


di sisi lain, Sifa sedang duduk di taman seorang sendiri,ia sedang menunggu temen nya.


"Sifa......" ucap gadis cantik asli Bandung.


"vina" ucap seraya menoleh.sambil merentangkan tangan.


"gw kangen anjir, Lo kenapa sih baru kesini" ucap Vina seraya menerima pelukan itu.


"hehe, maaf ya gw jarang kesini"


di usia ke sepuluh tahun Sifa sering ke Bandung,bersama tth sulungnya yang kala itu kuliah di salah satu universitas Bandung.ketika ia ke Bandung, Sifa sering mampir dan menginap di rumah Yanti karena rumah Yanti tak cukup jauh adri kosan Tth sifa. dari situlah Sifa mengenal beberapa teman Yanti seperti Vina.


gak


"gak gak bakal gw maafin kalu lu gak terakhir gw ucap ya sembari tertawa.


"iya iya gw terakhir" ucap Sifa


"hehehe gitu dong baru itu namanya Sifa"


"yayayah dasar tikus." ucap Sifa sembari tertawa


"biarin tikus Yang penting kenyang."bales Vina. Vina tak mempermasalahkan ejekan Sifa kepada dirinya, karena ia tau kalu tikus memang suka makan yang cukup mirip dengannya itu lah alasannya kenapa Sifa dari dulu melalu menyatakan tikus pada Vina.

__ADS_1


"Ayuk" ajak Sifa seraya mengandeng tangan Vina, melangkah kaki nya ke penjual bakso.


"mang mie ayam baso ya satu" ucap Sifa setelah sampai dan langsung dudu


"mang saya juga baso jumbo ya"ucap Vina,Sambil tersenyum ke sifa


"lu gak pernah berubah dari dulu" ucapnya males


"lu juga gak berubah"jawabnya tak mau kalah


"lu tetap aja mie ayam baso pesenannya"


"iya,itu kan makan favorit gw" ucap Sifa


"ya baso juga makanan favorit gw" ucapnya


tak mau kalah


"gw tau tapi lu pasti kalu di terakhir ada embel-embel jumbonya" ucapnya terkekeh


" bomat yang penting gw kenyang"ucap vina tak mempermasalahkan perkataan Sifa.


tak berselang lama pesanan itu tiba,kini mereka berdua tengah asik menikmati nya.


"rasanya gak berubah ya,masih kaya dulu"


"iyalah kan yang jual anaknya"


"lu pernah denger ga sih,kalu tangan orang itu beda beda begitupun makanan meski satu jenis masakan tapi kalu di masak orang tangan lain pasti beda rasanya."


"ya mungkin ini udah ahli,dan tangan bapak nya turun ke dia,makanya masakan dia enak bahkan lebih enak dari yang dulu"


"vina,kenapa lu Dateng nya lama sih, hampir satu jam gw nungguin"tanya Sifa,kesel mengingat kejadian barusan.


"he he he maaf ya,gw ketiduran tadi" ucapnya membujuk agar si empu tida marah


"gak gw maaf in"


"bomat lah yang penting gw sudah minta maaf" ucap Vina tak peduli


"gw hampir lupa selain lu itu tikus lu juga kerbau" ucap Sifa meledek


"mending gw kerbau dari pada lu ban.."


"Vina..." ucap seorang laki-laki menghentikan ucapan Vina


"eh Vin siapa tuh" ucap Sifa sambil mengarahkan wajahnya ke laki-laki yang mendekati mereka berdua.


"o.. Dito" gumam vina.


Sifa yang mendengar pun mengernyit dahinya ia rasa seperti familiar nama nya


"ada apa lu kesini"


"mau beli huduk" ucapnya ketus merasa aneh aneh dengan teman nya itu


"kalu mau beli huduk bukan di sini,di sini gak jualan huduk" jawab Vina santai


"lu pikir gw pe'a, gw kesina mau beli baso lah yang ngapain lagi." ucapnya kesel

__ADS_1


"o" beo Vina


"eh dia siapa?"


"Sifa?"


"Sifa!" dahinya mengernyit merasa familiar


"ya ,bocah kecil yang tujuh tahun lalu nolak lu"ucap Vina santah


Sifa tersedak mendengar hal itu,ia lantas langsung mengambil minum.matannya membelalak tak menyangka orang yg di depannya seorang peria yang sering ia panggil Kaka. karena umur Dito lebih satu tahun.


"serius lu,ko beda" ucap Sifa dan Dito serempak.vina yang melihatnya tingkah mereka pun langsung tertawa terbahak bahak


"fiks lu berdua cocok, jodoh deh kayaknya" ucapnya sembari tertawa sejak tadi.


Dito dan Sifa yang mendengar langsung terdiam tak bicara, mereka sedikit saling memandang satu sama lain.


"ciee yang salting" ucap Vina yang melihat wajah Dito yang merah merona.


"udah tatap tatapan lagi" lanjut Vina menggoda.


"ini mas pesanannya" ucap penjual baso sambil menyodorkan mangkok yg di penuhi baso.


" makasih bang" ucap Dito menetralkan muka nya.lalu ia langsung melahap basonya. tak lama kemudian ia selesai makan dan langsung bergegas ke penjual bakso.


"Vin ko beda sih, padahal dulu dia item pendek lagi" ucap Sifa


"ya beda lah,diakan sekarang dah besar,yang tentunya bisa merawat diri"


"iya sih"


"Vin gue duluan ya"


"ehh tunggu dit, anterin Sifa dulu ke rumah Yanti" ucap Vina menghentikan langkahnya Dito


"ihh Vin apa an sih gue bisa pulang sendiri"


"udah diem lu, ini dah sore banyak orang jahat di pengkolan sana" ucap Vina Sambil menunjukkan jalan arah pulang Sifa.


Sifa pun hanya bisa menghela napas panjang nya.


"iya udah gue bayar dulu" ucap Sifa seraya berjalan menuju bang baso


"cepet naek,udah gue bayar pesenan kalian"ucap Dito yang ada motor.sifa yang mendengar itu mengernyit dahinya merasa aneh dengan orang itu.


"makasih"ucapnya sembari mendekat.


"Sifa lu tetep harus terakhir gue nantinya" ucap Vina yang melihat Sifa sudah naik motor


"iya" jawab Sifa tak mau mabil pusing


sesampainya di rumah iya pun turun dari motor dan langsung bergegas membuka pintu


"ceklek"


Sifa pun mematung ketika melihat siapa yang ada di depannya. kini es Boba dan dan ayam geprek pesanan sahabat nya jatuh ke lantai.


matanya membuat sempurna tak menyangka apa yang di hadapannya

__ADS_1


pak Sofi batin sifa


__ADS_2