Love....S

Love....S
permintaan abah


__ADS_3

"ABAH UMI.." teriak Sifa ketika melihat bingkai Poto keluarga nya itu pecah, Sifa kini langsung melangkah kan kakinya keluar kamar mengitari dinding agar tidak terjatuh


"Pak sofii" panggil Sifa


"Pak sofii, abah.. Abah" serunya yang merasa tak tenang melihat foto keluarga itu jatuh.


"assalamualaikum warahmatulla"


"assalamualaikum warahmatulla"ucap Sofi di penghujung sholat tahajud nya, kemudian ia melangkahkan kakinya menghampiri suara yang sedari tadi memanggil namanya.


"Hiks..hiks Abah Abah" rintih Sifa di sudut sisi ruang tamu, ia kini tertunduk sambil memeluk kedua lututnya


"Sifa?" ucap Sofi mencari seseorang yang menangis


"Sifa"


"pak Sofi" lirih nya,Sofi pun mendekat ke sumber suara itu


"kamu kenapa hm?"


"A-abah Abah kenapa pak, a-abah...Sifa mau ketemu Abah pak" lirihnya


"Sifa mau ketemu Abah pak"


"Tapi ini masih malam''


"Sifa mau ketemu Abah"


"Sifa ini jam dua nanti pagi ajah yah"bujuk sofi


"Sifa mau sekarang" serunya.


Sofi pun mengalah ia lebih baik menuruti perkataan calon istri nya itu dari pada Sifa tambah menangis. mereka pun keluar Tanpa pamit kepada pemilik rumah karena takut mengganggu.


Di perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka,hanya suara hujan dan petir sebagai penghilang kesunyian, sedangkan Sifa ia terus saja menangis memikirkan Abah nya itu


"Sifa lebih baik kamu tidur"ucap sofi yang langsung di bales dengan gelengan kepala


"Kalu kamu tidak tidur nanti sampai sana kamu kelelahan dan tidak bisa melihat Abah mu" serunya.sifa pun paham kemudian ia menutup matanya menyuruh dirinya sendiri agar cepat terlelap.


Sekitar pukul setengah empat pagi mereka sampai di rumah sakit, kini Sofi hendak membangunkan Sifa yang ada di belakang sana, namun niat nya trurung ketika melihat wajah Sifa yang begitu terlihat letih. ia pun mengendong Sifa keluar mobil menuju ruang rawat Abah. Sofi tau calon istri nya itu sangat merindukan orang tuanya.


ternyata kamu berat juga yah, badan kecil tapi kaya batu batinnya sembari tersenyum


pintu kamar pun terbuka memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang sedang tertunduk dan menagis, wanita yang selama ini merindukan anak bungsu nya tanpa memikirkan kesehatan dirinya.

__ADS_1


"nak Sofi" matanya membulat sempurna ketika ia melihat siapa yang ada di gendong Sofi


"Sifa" ucap umi sembari menangis.


"umi Abah kenapa?" tanya Sofi yang melihat Abah begitu bayak selang di tubuhnya


"Abah, Abah koma lagi" lirih umi, Sofi hanya bisa mengangguk kan kenapa nya.


"nak kamu ketemu Sifa dimana?" karena di tanya di pun menceritakan semua kejadian nya.


"Allahuakbar Allahuakbar"


suara azan subuh kini mulai terdengar membangun kan seorang pria yang tertidur di sofa, pria itu kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan melaksanakan shalat.


terdengar suara menguap dari sofa sana, terlihat gadis yang masih mengumpulkan nyawanya, ia belum begitu sadar namun matanya mulai terbuka.


"di mana ini" ucapnya sambil menggaruk kepala, ia begitu merasa gerah hingga ia melepas kan kerudung nya.


Assalamualaikum warahmatulla


Assalamualaikum warahmatulla


"Aaaa" jerit Sifa ketika melihat sesosok pria yang berpakaian putih dengan sarung putih yang terikat di pinggang nya. Sofi yang mendengar jeritan itu pun langsung mengarahkan pandangannya


"Pak Sofi, kenapa di sini" teriak Sifa Tanpa menghiraukan pasien yang sendari tadi tertidur.


"Harusnya saya yang bertanya, kenapa kamu melepas kerudung mu" bentak Sofi


"cih, ini kamar saya" ucap Sifa


"lihat pake mata mu, kita di mana" sifa pun langsung melihat sekeliling pengelihatan nya kini terhenti ketika melihat seorang pria yang terbaring lemas


deg


"Abah" lirih sifa, ia kini melangkah kan kakinya mendekati abah yang terbaring menggunakan alat-alat medis.


"Abah..Abah kenapa" lirih Sifa kini air mata mulai turun membasahi pipinya


"Abah..Abah jangan tinggalin Sifa,Sifa udah pulang Abah,Abah cepat lah bangun Sifa kangen"lirih Sifa sembari mengguncang tubuh Abah nya, suara tangisan mulai memenuhi ruangan yang berbau pekat obat-obatan itu


"Sifa" panggil Sofi, yang tak di sahut oleh Sifa


"Sifa kamu sholat dulu, waktu subuh sebentar lagi habis" ucap Sofi yang sendari tadi hanya terdiam melihat Sifa menangis


"Sifa gak mau sholat, Sifa mau nya sama Abah" seru Sifa menatap tajam Sofi

__ADS_1


ini semua gara gara lu, kalau aja lu gak datang ke rumah gue waktu itu dan gak melamar gue, semuanya gak bakal kaya gini ucap Sifa di dalam hati


"Sifa" teriak Sofi


"sholat itu wajib Sifa, kamu tidak boleh meninggalkan kan nya" lanjutnya. Sifa memutar bola matanya malas. hari ini mood nya sedang tidak baik, ia tak mau mendengarkan ocehan apalagi ceramahan Sofi, Sifa pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


kini jam telah menunjukkan pukul delapan, namun Abah tetap saja masih berbaring di tempat tidur.


"Sifa" ucap seorang yang menghampiri adiknya itu lantas langsung memeluk.


"kak Reza" ucap Sifa menerima pelukan kakanya


"kamu dari mana aja, Kaka cariin tapi gak ketemu" sifa termenung dia teringat pesan Ani.


"sif kamu dimana, kak Reza udah pulang ke sini cuma gara-gara nyariin kamu yang kabur, kamu gak kangen Ama Kaka mu? cepat lah pulang Kasin keluarga mu yang tiap hari nyariin kamu"


"maaf kak" yang di bales dengan anggukan kepala.seorang pria yang gagah dan berwibawa melangkah kannya ke mereka.


"Hm" dehem Sofi menghilangkan kecanggungan


"Sifa kamu di cariin Abah"


"Abah?" ucap Sifa matanya membulat sempurna tak menyangka akhirnya orang yang iya tunggu-tunggu sudah terbangun dari komanya,Sifa pun melangkahkan kan kakinya menjauh dari kedua orang itu, tanpa menunggu jawaban Sofi.


Reza yang melihat adiknya pergi ia hendak mengikuti Sifa namun langkahnya terhenti mendengar ucapan Sofi.


"Abah ingin berbicara empat mata dengan Sifa" ucap Sofi tegas.


"dimana kau menemukan adikku" ucap Reza kepada orang yang terlihat seumuran dengan dirinya.


"di rumah tth"


"ko bisa? Sofi pun hanya mengangkat bahunya.


"dimana pacarmu" ucap Reza yang heran biasanya Sofi selalu ada yang membuntuti.


yah Reza belum tau tentang perjodohan adiknya dengan Sofi, dia hanya tau Sofi tema kuliah nya dulu itu menjadi guru adiknya, Reza berfikir mungkin karena itu Sofi membantu keluarga nya untuk mencari adiknya.


sedangkan di dalam ruang kamar RS sedang menangis tersedu-sedu


"sayang kamu mau kan?"


"A.. Abah jangan tinggalin Sifa" ucap Sifa kaku, ia tak bisa menjawab pertanyaan Abah karena itu berat bagi dirinya.


"Sifa hanya ini yang Abah pinta darimu untuk yang pertama dan terakhir kali"

__ADS_1


__ADS_2