Love....S

Love....S
satu rumah


__ADS_3

sesampainya di depan rumah Sifa langsung turun dari mobil dan mendekat ke pintu tanpa menghiraukan Sofi yang masih di dalam mobil. ketika hendak masuk ternyata pintu tertutup membuat sifa mau tak mau kembali ke mobil.


"kunci" ucap Sifa ketus sambil mengadahkan tangannya. Sofi hanya bisa tersenyum melihat tindakan Sifa sembari merogoh saku celananya dan memberikan nya pada Sifa.


setelah mendapat konci Sifa langsung pergi dan membuka pintu. terlihat ruangan yang cukup rapih.



iapun langsung mencari kamar membuka satu persatu pintu yang ada di sana


di temukannya kamar yang menurut ia nyaman untuk di tiduri tanpa memikirkan pemiliknya ia masuk dan berbaring di sana karena memang sendari pagi Sifa membantu umi memasak dan langsung di ajak pergi oleh Sofi



"ngapain lu kesini?" ucap Sifa ketus ketika melihat suaminya masuk di kamar itu. Sofi yang mendapatkan pertanyaan itupun mengangkat satu alisnya.


"gue gak mau yah tidur satu kamar Ama Om-om" lanjutnya ia sengaja berbicara kasar seperti itu agar Sofi cepat muak dengan dan akan segera menceriakan dirinya.


"kenapa kan kita udah sah?" ucap Sofi menggoda istrinya


"emang pernah gue bilang lu suami gue" ucap Sifa sembari memutar matanya malas.sofi hanya bisa tersenyum dan mendekati istrinya


"tadi" ucap Sofi


"mau apa lu" ucap Sifa merasa risih tingkah Sofi namun Sofi tidak menggubrisnya di terus saja melangkah menyusahkan jarak yang dekat di antara keduanya


"tidur" ucap Sofi sembari memejamkan mata


"Hah, ini kamar gue lu jangan tidur di sini" ucap Sifa sambil menendang tubuh Sofi dari ranjang namun karena tenaga Sifa tak sebanding dengan Sofi hal itu tidak membut sedikitpun Sofi bergeser dari posisinya


"kamar kita" ucap sofi


"Dih ini kamar gue, gue yang nempatin kamar ini dulu" ucap Sifa. ia berpikir rumah ini masih baru di tempati.


"setelah mu" ucap Sofi tak mengubiskan ocehan istrinya


Sifa yang kesal pun ia memutuskan untuk mencari kamar lagi untuk ia tiduri karena tidak mungkin Sifa tidur dengan Sofi ia merasa sangat aneh bila guru dan murid tidur bersama. pikir Sifa yang masih menganggap Sofi guru galaknya.


kini tak berselang lama Sifa menemukan kamar yang menurut ia lebih baik dari pada kamar yang tadi, karena yah kamar ini cukup cerah sesuai dengan warna kesukaannya


karena moodnya tidak baik akibat ulah Sofi dia tak bersemangat lagi untuk tidur, sekarang Sifa lebih memilih mengisi harinya dengan kesibukan agar dapat melupakan kesedihan nya.

__ADS_1


yah Sifa masih sedih di tinggal oleh Abah, rasa rindu kepada abah menyelimuti hatinya, andai nyawa bisa di tukar tentu Sifa akan lebih memilih dirinya yang meninggal. karena dia tak sanggup hidup sendiri di tinggal Abah nya.



untuk mengisi waktu luang Sifa memilih merapihkan bajunya di lemari, dia membersikan semua ruangan itu meskipun yah sudah bersih.


setelah itu Sifa membersihkan diri ia melangkah ke dapur untuk mencari makanan, namun nihil bukannya mendapat makanan malah ia bertemu dengan pak gurunya.


"cari apa" tanya Sofi yang melihat Sifa membuka lemari pendingin itu.


"minum" bohong sifa terpaksa karna melihat di dalam kulkas hanya ada minuman. yang di bales dengan anggukan kepala sembari melangkah pergi.


"dasar orang tua pelit makanan aja gak ada" gumam Sifa berhasil menghentikan langkahnya gurunya itu.


"nih" ucap Sofi sembari menyodorkan beberapa lembar berwarna biru.


"beli sesuka mu" ucapnya berlaju pergi.


"astagfirullah" Sifa tak abis pikir dengan gurunya itu, bisa-bisanya dia persikap acuh seperti itu padahal dirinya istrinya, setidaknya dia mengantarkan sifa pergi karena memang Sifa tak tau penjual makanan di sekitar sini. pikir Sifa


Karena Sifa terlalu lapar iapun terpaksa keluar untuk mencari makanan. ia terus melangkah tanpa menghiraukan orang-orang yang menatapnya bingun.


Ya, bingung karena selama ini belum pernah Sofi mengajak seorang wanita, apalagi gadis ke dalam rumahnya, dan setau mereka Sofi tidak memiliki seorang adik, jadi siapa gadis cantik yang keluar dari rumah tetangga nya itu. Pikir para tetangga Sofi yang merasa heran.


"mas satu yah basonya"


"iya neng"


"mau di makandi sini neng?"


"iya mang" ucap Sifa lalu lekas duduk.


"kenapa sepi" gumam Sifa yang melihat sekitar begitu sepi. tak lama penjual itu datang dengan membawa pesanan Sifa.


"ini neg"


"mang kenapa di sini sepi" tanya Sifa yang penasaran lantar dirinya sendari tadi tak memperhatikan jalan.


"iya neng, biasanya ramenya pas malam" ucap penjul.


"oh" ucap Sifa paham lalu melahap makanannya.

__ADS_1


"Alhamdulillah" ucapnya setela merasakan perutnya kenyang, setelah itu ia langsung membayar pesanannya.


kini sifapun pergi dari tempat itu hendak pulang, karena sebentar lagi matahari akan terbenam, dia harus cepat sampai sebelum malam datang.


sudah beberapa menit berlalu namun belum ia belum sampai juga, Hinga terpaksa Sifa rehat dulu sebentar di korsi taman.


"kemana yah jalannya, kenapa belum sampai juga, perasaan tadi ke mamang baso itu cepat deh kenapa mau pulang lama" gumamnya


"apa gue salah jalan yah, tapi gak deh kayaknya tadi gue lewat sini ko" batu Sifa sembari berpikir keras.


"ah ia deh, masa gue salah jalan" gumam Sifa lalu beranjak pergi mengikuti filing nya.


tak terasa kini matahari mulai tenggelam, suara azan pun mulai terdengar menandakan waktu sholat magrib telah tiba.


Sifa yang mendengar panggilan dari Tuhannya pun lantas langsung melangkah kan kakinya mencari masjid terdekat.


ia pun mulai melaksanakan sholat dan berdoa kepada sang pencipta.


"ya Allah tunjukkan jalan kepada hamba mu ini" lirih Sifa dalam doanya, ia menyadari bahwa dirinya telah tersesat. mungkin kini dia telah kau dari rumah gurunya itu.


"ya Allah bila ini rencana mu, hamba yakin kepadamu engkau akan memberikan yang terbaik untuk hamba, hamba yakin rencana mu itu baik untuk hama" ucap Sifa yang yakin pada Tuhannya


karena terasa lelah, tak sada Sifapun tertidur di atas sajadah, setelah mencurahkan semua isi hati kepada Tuhannya, tanpa sadar air bening itu jatuh dari salah satu sudut mata Sifa.


"Allahuakbar Allahuakbar"


"Allahuakbar Allahuakbar"


"Asyhadu allaa illaaha illallaah"


"Asyhadu Allaa illaaha illallaha"


Sura azan di masjid itu berhasil membangunkan gadis yang tengah tertidur lelap di sana. membuat gadis itu tersadar atas kelakuannya.


"astagfirullah Sifa ketiduran" gumam Sifa, lantas ia pun langsung mengambil air hudu dan melaksanakan shalat isya.


setelah itu ia langsung pergi untuk pulang. namun langkahnya terhenti saat ia berada di dua belokan


"kanan, kiri" ucap Sifa bingung


"Kana, kiri" ulangnya lagi sembari mengimbangi kedua arah itu.

__ADS_1


"ah kanan ajal lah, kan tangan kanan lebih baik, dan waktu wudhu juga kanan yang di dahulukan" gumam sifa sembari melangkah kainya mengikuti arah jalan sebelah kanan.


__ADS_2