
Akhirnya Ran Ran pun datang menemui Ying, yang berada di perkemahan. Sedangkan Ying yang tengah sibuk menyiapkan berkas-berkas yang di perlukan untuk perjalanan berikutnya
"hump gimana ya cara buat semua beban ini bisa di angkut dengan waktu yang singkat?" pikiran Ying
"Ying, sialan kamu, aku akan membuat mu kapok!" ungkap Ran Ran yang sambil menerebos masuk ke dalam kemahnya Ying
"kenapa kamu datang ke sini? lalu apa kesalahan ku sehingga kamu datang berkoar-koar seperti ayam yang barusan bertelur?" tanya Ying yang heran
"kamu semalam kenapa mengantarkan aku sampai ke kamar ku? mereka kan jadi berpikir yang inggak-nggak, kamu, kamu pria brengseknya yang pernah aku temui" ungkap Ran Ran dengan marah
"salahkan dirimu sendiri tidak mau bangun dari mimpi indah mu!" ungkap Ying dengan santai
"ihhh Ying kamu gak punya perasaan!" bantah Ran Ran
"Gak usah lebay deh! kamu itu udah besar udah harus bersikap dewasa, di dunia ini banyak orang yang berpikir yang aneh-aneh, kamu yang masih anak-anak main datang lagi di tempat ini. apa kamu tidak bosan mengganggu aku? aku tengah sibuk!" ungkap Ying yang mencoba bersabar
"tapi itu kamu yang salah!" bantah Ran Ran kepada Ying
"diam!!" ungkap Ying dengan marah dan dengan suara keras
"A-aku aku gak huaaaaaa" ungkap Ran Ran dengan gerogi dan sambil menangis
"berisik tau! aku sudah sibuk dari jam tiga subuh tadi, dan otakku sekarang lagi pusing! jika kamu masih ingin melanjutkan perjalanan cepat pergi dari sini!" ungkap Ying yang marah
...Ran Ran pun pergi dengan sedih. Ternyata ada seorang mata-mata yang ingin membunuh mereka, agar Ran Ran tidak kenapa-napa...
"kamu keluar lah jika ingin membunuh, bunuh saja!" ungkap Ying dengan santai
"heh kamu kira aku bodoh! Nomor 109 bawa wanita itu ke sini!" ungkap Nomor 099
__ADS_1
"Pembunuh tak takut mati? ini bukan lambang suku es kamu siapa?" tanya Ying yang agak gelisah
"Nomor 099 ini adalah wanita yang kamu minta aku tangkap!" ungkap Nomor 109
"Ran Ran jangan khawatir" ungkap Ying dengan khawatir, karena Ying belum pernah melihat Ran Ran mengeluarkan sihir dan tidak pernah melihat Ran Ran melakukan bela diri
"santai aja kali!" ungkap Ran Ran dengan cuek
"Ran Ran aku menyuruh kamu tadi pergi buat tidak kenapa-kenapa! tapi sepertinya usaha ku sia-sia!" ungkap Ying kepada Ran Ran dengan sedih
"kenapa kamu takut? bukannya kamu itu seorang yang kuat?" tanya Ran Ran dengan heran
"a-aku tidak ingin melukai mu! karena kekuatan Ki sangat sulit di hindari oleh orang yang berada di sekeliling ku!" ungkap Ying kepada Ran Ran dengan ragu-ragu
"huh kalau begitu, jika kamu tidak ingin aku marah maka hajar mereka dengan kekuatan mu, dan ku gak bakal kenapa-kenapa kok" ungkap Ran Ran dengan Ying
"Uda kah kalian bernegosiasi nya?" tanya Nomor 134 Kepada Ran Ran dan Ying
...Akhirnya musuhnya yang berkode Nomor 134 pun mengangkat pedang dengan perlahan, Ying yang memberanikan diri pun mulai mengeluarkan kekuatan spiritual yang kuat nya dan kekuatan spiritual itu sangat menakutkan....
...Ran Ran pun segera membuat perisai yang sangat kuat dan memperhatikan seberapa kuatnya Ying. Ran Ran pun semakin lama semakin tertarik dengan Ying, jantung Ran Ran terusan menerus berdetak kencang. Dan Ran Ran memegang jantung nya agar suaranya tidak terlalu terdengar oleh orang lain...
...setelah Ying membunuh sepuluh pembunuh itu. Ying langsung bergegas melihat Ran Ran, untungnya Ran Ran tidak mengalami luka apapun, dan akhirnya Ran Ran yang melihat leher nya Ying telah ada bekas luka, meskipun ringan tapi itu tetap lah sebuah bekas luka. karena kalau bukan di sergap tadi kemungkinan Ying sama sekali tidak terkena luka sedikit pun....
...Akhirnya Ran Ran mengajak Ying ke tepi sungai yang berada di samping kemahnya Ying. Karena Ran Ran yang merasa bersalah terhadap Ying, karena jika bukan karena dia Ying mana mungkin terkena luka ringan itu. Akhirnya Ran Ran pun memberanikan diri dan mulai mencari topik untuk berbicara....
...Karena usai sampai di samping sungai itu Ying diam saja dan Ran Ran mulai mengobati nya. karena sudah selesai mengobati luka di lehernya Ying, akhirnya Ran Ran mulai mencari topik untuk berbicara kepada Ying....
"Itu Maaf!" ungkap Ran Ran dengan rasa bersalah terhadap Ying
__ADS_1
"Aku juga minta maaf karena sudah menyinggung kamu!" ungkap Ying yang juga meminta maaf kepada Ran Ran
"itu aku tau jika kamu mau menyelamatkan aku makanya kamu menyinggung aku, supaya aku pergi, sedangkan aku, aku menyangkal mu dan membuat mu terluka sampai saat ini, aku bersalah, maaf" ungkap Ran Ran dengan rasa bersalah
"tak apa" ungkap Ying kepada Ran Ran dengan senyum
"sungguh tak apa-apa?" tanya Ran Ran yang ingin memastikan apa yang di bilang Ying
"aku sungguh kok" ungkap Ying yang mengelus kepala nya Ran Ran dan sambil tersenyum
"sungguh ya, kamu gak boleh ngambek!" ungkap Ran Ran terhadap Ying
"iya ini sudah mau jam berapa? kamu bersiap-siap karena kita akan melanjutkan perjalanan ke suku Api" ungkap Ying mengingat kan Ran Ran agar berkemas
"baik lah kita akan pergi ke suku peri kan?" tanya Ran Ran dengan senang
"iya ke suku peri, katanya di sana ada air yang sangat nyaman dan juga pemandangan yang indah dan juga bunga yang bermekaran" ungkap Ying kepada Ran Ran
"serius? kalau begitu kita harus cepat-cepat ke sana" ungkap Ran Ran dengan semangat
"pergi sana kemas kan barang-barang mu!" ungkap Ying mengingat kan Ran Ran kembali agar berkemas
"baiklah aku pergi byy" ungkap Ran Ran yang senang
...Akhirnya Ran Ran pun pergi meninggalkan Ying. Tapi ada hal yang menganjal di ekspresi Ying, Ying yang terlihat sedih karena ada sesuatu yang masih di sembunyikan nya terhadap Ran Ran....
...Entah apa pun itu, di saat ini Ying langsung pergi ke kemahnya dan menyuruh para prajurit yang berada di sekitar nya agar membersihkan mayat-mayat yang berserakan di kemahnya itu. karena sebelum meninggal kemah Ying ingin membersihkan sampah-sampah itu agar bau nya tidak menyengat ketika ada orang lewat di sekitar sana....
...Sementara itu Ying yang masih mengingat kejadian tadi dan merasa ada sesuatu yang aneh terhadap Ran Ran, dan mencoba-coba memikirkan apa yang janggal itu....
__ADS_1
"Ada yang aneh dengan Ran Ran, dia tidak tahu bela diri tapi kok dia bisa melindungi dirinya dari kekuatan spiritual ku? padahal seumur hidupku, tak ada yang pernah bisa menhadapi tekanan kekuatan spiritual ku!" pikiran Ying yang merasa ada sesuatu yang janggal
...***************...