
Ying pun menjadi panik dan berlari ke arah teriakan Ran Ran,.
"Ran Ran kau gak apa-apa kan?" tanya Ying yang khawatir
"Ying lihatlah ini, hewan ini sangat lah lucu, dia yang mengantarkan kamu di waktu kamu pingsan kemaren, dia makan masakan ku, kemaren sih dia gak jinak sekarang di sudah jinak dengan ku karena dia memakan masakan ku, hahahaha sungguh sangat puas" ungkap Ran Ran dengan bahagia
"Apa hanya itu doang lalu teriak? kamu tau gak aku lagi panik?" ungkap Ying dengan marah
"nah itu tandanya kamu mulai peduli sama aku makanya kamu panik" ungkap Ran Ran dengan tertawa kecil
"siapa bilang aku panik? aku hanya tidak ingin ada seseorang yang meninggal di kastil ku yang berharga ini!" ungkap Ying dengan marah
"hahaha sebaik apapun kamu berkata aku gak percaya tau! aku tau apa isi hati mu kok! dasar pria bodoh!" ungkap Ran Ran mengejek Ying
"kamu!!!" ungkap Ying yang tidak bisa berkata-kata lagi
Xin Jiu yang melihat itu pun tertawa kecil, Karena sudah lama Ying tidak berdebat dengan seseorang,
"Wah sangat indah, kamu sangat indah," ungkap Ran Ran dengan senang
"iya tuan, anda silahkan memberikan saya satu nama dan kita akan terikat menjadi Tuan dan peliharaan"ungkap kuda itu kepada Ran Ran
"ehem karena kamu betina aku kasih nama kamu Lucky okey dan bisa kah kamu menjadi hewan peliharaan yang imut?" ungkap Ran Ran dengan terus terang
"bisa tuan,saya akan berubah sekarang" ungkap Lucky yang ingin berubah
seketika itu Lucky menjadi boneka yang imut, dan Ran Ran yang melihat itu langsung menggendong Ran Ran
"Ying gimana aku tambah imut gak?" ungkap Ran Ran yang sedang memeluk Lucky dan tersenyum manis di hadapan Ying
"I-Iya tambah imut kok" ungkap Ying dengan gerogi
Tampa di sadari Xin Jiu mulai menyukai Ran Ran dan ingin mencium bibir nya Ran Ran, tapi tidak bisa dia lakukan karena dia bukanlah tunangan Ran Ran melainkan seseorang yang memiliki jabatan di atasnya,
"apa makananku sudah siap?" tanya Ying yang mulia lapar kepada Ran Ran
"ehem itu lucky emm" ungkap Ran Ran dengan ragu-ragu
__ADS_1
" em itu lucky yang memakannya gimana ini ayang Ying, aku juga suka dengan lucky karena dia lebih imut dari mu! Nye nye nye" ejek Ying kepada Ran Ran dengan meniru nada suara wanita
"kamu dasar bencong!" maki Ran Ran Kepada Ying
"Aku gak bencong kok, aku hanya mau bersifat imut, Hehehe" goda Ying dengan meniru suara wanita
Ran Ran yang marah pun mengambil sepatu nya dan berusaha melemah ke kepala nya Ying, untung saja Ying sudah kabur duluan
"sini kamu pria brengseknya!" ungkap Ran Ran Kepada Ying yang sambil memegang sepatu nya untuk melempar Ying
"sini, sini lempar sini, jika kamu sanggup, lempar lah, hahahaha" ejek Ying kepada Ran Ran
" haha mereka sangat lucu dan serasi, aku hanya bisa menghayal bisa mendapatkan wanita ini, sungguh sangat di sayangkan, wanita yang lucu ini bukan milikku, huh mau gimana lagi, aku gak bisa apa-apa, aku hanya bisa memendam rasa suka ini, yang belum tumbuh sangat besar, heh jika yang mulia menyia-nyiakan wanita ini, maka jangan salahkan aku merebutnya" pikiran Xin Jiu
...Beberapa menit kemudian...
"Gimana ini Akku harus Gimana yang mulia jika di ganggu pasti akan marah, aku harus bagai mana ya? aduh semenjak wanita itu ada di sisi yang mulia yang mulia menjadi seseorang yang memiliki hati, dan sikap dinginnya kepada orang semakin berkurang, tapi ada kalanya itu baik dan ada juga gak baik, huh aku harus gimana ya? aku harus memberanikan diri!" pikiran pengantar surat
Akhirnya pengantar surat itu memberanikan diri, meskipun agak takut, tapi harus di hadapi,
"ehem! yang mulia, ada surat undangan untuk anda, silahkan baca" ungkap pengantar surat dengan gerogi
"awww, sakit! kamu kok berhenti sih?" ungkap Ran Ran dengan kesakitan
"pergi sana," ungkap Ying kepada pengantar surat
"kamu menyuruh aku pergi?" tanya Ran Ran yang mulai marah
"aku bukan menyuruh mu pergi, aku dapat surat undangan nih! kamu mau baca?" ungkap Ying kepada Ran Ran dan sambil memeluk Ran Ran dengan satu tangan nya
Tak menyangka Ran Ran menjadi tenang dan tak marah, dan dengan santai membaca surat undangan itu,
...**Isi surat undangan...
^^^...kepada YTH. ...^^^
^^^Yang Mulia. ^^^
__ADS_1
^^^SHI Ying, ^^^
...Dengan ini mengatakan bahwa Sanya saya setelah naik takhta, membuat perjanjian perdamaian antara satu suku dan suku lainnya....
...saya mengundang pemimpin-pemimpin suku, untuk berkumpul, dan berpartisipasi dalam berdamai dengan suku/kerajaan kami....
...saya yang bernama: Yan Da ...
...dari KERAJAAN LAND OF FIRE atau SUKU NEGERI API mengatakan kepada pemimpin Negeri atau kerajaan datang di kerajaan kami yang sederhana ini...
...Sekian surat saya ini...
...saya perbuat dengan sebenarnya**...
"Astaga kok dia bodoh sekali dalam menulis surat sih? ini orang pasti tidak bijak sana hahaha" ejek Ran Ran
"kamu jangan begitu ya, kerajaan land of fire biasanya selalu ingin berperang, Dan setiap peperangan itu akan muncul banyak darah yang jatuh, jadi supaya menjaga kedamaian seluruh negeri dan kerajaan kita akan memenuhi undangan itu" ungkap Ying dengan tegas
"aku ikut ya! di sini sangat lah membosankan, boleh ya, plis!" ungkap Ran Ran Kepada Ying
"boleh tapi kamu harus mematuhi ku di perjalanan pergi! gak boleh melanggar, okey!" ungkap Ying dengan pasrah
"yey aku ikut, hore!" ungkap Ran Ran dengan bahagia
"heh dasar bocah!" sindir Ying Kepada Ran Ran
"huh dari pada sok dewasa tapi sifat kayak bocil!" sindir Ran Ran Kepada Ying
"Mereka sangat lah serasi hum untuk apa aku menginginkan wanita ini? aku harus melupakan senyuman itu jika tidak aku akan dalam bahaya,. lagian aku gak boleh menghianati Yang Mulia hanya demi seorang wanita," pikiran Xin Jiu
"kamu kasar amat jadi cowok!" ungkap Ran Ran dengan nada kecil
"aku kasar bagaimana? aku kan selalu baik, emangnya aku pernah memukulmu? kok kamu bilang aku kasar sih?" tanya Ying dengan merajuk
"iya kamu tuh gak pernah buat aku memang sekali pun! selalu kalah! huh jahat!" ungkap Ran Ran dengan marah
"cup cup cup anak baik jangan merajuk ya, ayok lah" ungkap Ying yang berusaha membujuk Ran Ran,
__ADS_1
"semuanya lihat Xin Quin memberikan aku suatu mimpi apa kalian ingin ikut? informasi baik atau tidak aku tidak tau hal itu!" ungkap Xin Jiu dengan serius
...**************...