
"Ying!!! kamu keterlaluan, aku hanya bencanda doangk kamu sudah mencium duluan! padahal aku, aku huh"ungkap Ran Ran dengan wajah memerah
"kamu apa? hayoo kenapa? sini bilang ke aku!" goda Ying kepada Ran Ran
"kamu!! ihhh menyebalkan dan menjengkelkan!" ungkap Ran Ran sambil memukul-mukul Ying
"aduh, aduh sakit, kamu sih gitu ah, ayang Ran Ran, kamu gitu kali memukul ayang Ying ini,"ungkap Ying dengan meniru suara wanita mentel
"kamu, kamu bencong sialan, ihh ingin aku pukul lagi, sini kamu," ungkap Ran Ran dengan muak dan mengejar Ying yang sedang lari
"ahh ayang Ran Ran jangan pukul-pukul dong aku nanti bisa pingsan loh, hahaha" goda , Ying kepada Ran Ran dengan nada meniru suara wanita
.......
......Di tengah kejar mengejar akhirnya, seorang pelayan wanita yang mengantarkan makanan kepada Ying tercengang, melihat wajah Ying yang seperti anak-anak dan di kejar-kejar oleh Ran Ran, dia seketika bingung Raja yang biasanya dingin dan sudah lama tidak tersenyum bahagia, menjadi bahagia di samping Ran Ran, akhirnya pelayan itu pun memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu,......
"Yang Mulia makanan anda telah siap, silahkan makan yang mulia" ungkap pelayan dengan gerogi
...pelayan itu ****pun**** pergi dengan takut dan gerogi, Ying yang menyadari itu berhenti mengerjai Ran Ran,...
"apa? kenapa berhenti? malu ya? seorang Raja dari negeri yang baik, di pandang tinggi, gagah, seorang yang sudah lama tidak tersenyum, menjadi seorang anak-anak dan tersenyum seperti anak-anak di hadapan pelayan gimana imej nya masih aman? " ungkap Ran Ran yang menyindir Ying
"waktunya makan, ayo makan" ungkap Ying sambil mendorong Ran Ran di meja makan dan mencoba mengalihkan pembicaraan
"pintar kali kamu mengalihkan-" ungkap Ran Ran yang kata-kata belum habis karena Ying menyiapkan makanan di dalam mulutnya
"makan banyak-banyak biar cepat besar, lagi makan makan makan" ungkap Ying yang terus-menerus menyuapi Ran Ran agar Ran Ran tidak berbicara hal itu kepadanya
__ADS_1
"uhuk uhuk uhuk, sialan anak monyet kamu berani kali membuat aku hampir tercekik, aku tuh gak butuh banyak makan, aku lagi diet tau! lagian aku kan udah dewasa untuk apa lagi bertambah besar? apa gak salah itu?" ungkap Ran Ran kepada Ying dengan muka keberatan
"ayok lah, kamu harus sopan mana sifat manjamu itu? apa jangan-jangan kamu lagi berakting di depan ku?" sindir Ying kepada Ran Ran yang membuka sifat aslinya
"Aduh lupa lagi gimana ya, oh iya dengan cara itu aku bisa mengelabuhi nya!" pikiran Ran Ran
"ka-kamu anak siapa sih? kamu suka kali membuat orang marah ya, dengar ya baik-baik sifat ku itu berkaitan dengan mood ku! paham!" ungkap Ran Ran yang sedang menjelaskan kepada Ying
"benarkah? kok aku jadi, berpikir yang lain ya?' sindir Ying yang mentap Ran Ran
"I-Iya silahkan makan lagi, mumpung mood ku lagi baik" ungkap Ran Ran dengan mencoba memalingkan pembicaraan
"ehem kamu gak mau aku suap gitu? biasanya kan kamu mau di suap? apa jangan-jangan??" ungkap Ying memprofikasi Ran Ran
"pria licik ini memprofikasi aku dari tadi, sialan nih anak gimana ya biar mengalihkan pembicaraan? emm oh iya aku sudah tau apa yang harus aku perbuat" pikiran Ran Ran
"kenapa gak jawab? kamu sudah bosan sama aku ya?" ungkap Ying Kepada Ran Ran yang sedang bingung dari tadi
"ok deh ayo kita makan aku gak akan buat kamu bingung dulu, cepat makan" ungkap Ying dengan pasrah
"heh bodoh kamu rasakan serangan ku ini hahaha" pikiran Ran Ran
...Sesudah makan Ying pun tertidur, dan Ran Ran menjaga Ying di samping ranjang nya, dan akhirnya tertidur pulas di samping nya Ying...
......Tak lama kemudian Ran Ran pun mendapat sebuah mimpi yang lumayan aneh, dan dalam mimpinya yaitu:......
"*ini di mana? kok kayak gak asing ya? tanya Ran Ran di dalam mimpinya dengan heran
__ADS_1
"Selamat datang, saya adalah bunga yang di segel yang kamu lihat tadi, saya adalah bunga Lotus merah, saya adalah keturunan bunga Lotus merah, nama saya adalah Wung Chan saya adalah roh yang di segel di dalam bunga Lotus itu" ungkap Wung Chan dengan terus terang kepada Ran Ran
"eh eh hubungan nya dengan ku apa ya? kok aku di ajak di sini? buang-buang waktu ku saja" ungkap Ran Ran dengan santai
"maaf sudah mengganggu waktu anda saya ingin memberikan buku ini kepada anda, semoga buku ini dapat bermanfaat di hari berikutnya, karena anda adalah orang yang terpilih yang bisa membuka segel saya!" jelasan Wung Chan kepada Ran Ran
"itu kan segel segel kamu kok aku yang buka sih? bukan maen kamu ini Lotus!" ungkap Ran Ran menyindir Wung Chan
"anda akan mengerti suatu hari nanti, semoga anda dalat menyelesaikan misi Anda" ungkap Wung Chan dengan pasrah*
...Ran Ran **pun terbangun dari mimpinya yang sebentar itu, dan melihat buku di samping nya, dia terheran, dan mengerti bahwa mimpi itu adalah sebuah kenyataan, dan karena waktu sudah pagi, Ran Ran berbaik hati karena ingin Ying sembuh sehingga, ingin Ying memakan makanan yang bergizi dan sehat di Tubuhnya,...
...Ran Ran memasak makan buat Ying, untung saja di saat Ran Ran berada di ruang dimensi Ran Ran sangat ahli dalam memasak,...
...para Payan di samping Ran Ran pun tercengang melihat Ran Ran yang dengan mudah dan terampil memainkan jari-jarinya dan pergelangan tangan nya, sehingga makanan itu cepat siap dan Ran Ran pun tidak lupa memberi hiasan pada makanan tersebut,...
...Ran Ran pun memberikan makanan itu di meja makan nya Ying, Ying yang masih tertidur pulas, membuat Ran Ran marah karena matahari mulai terbit, dan mulai mencahayai wajah nya Ying, tapi Ying masih tertidur pulas,...
...Ran Ran yang melihat itu pun menjadi marah, dan merasa jengkel dan melangkah cepat ke arah ranjang nya Ying dan mengangkat selimutnya Ying, para pelayan yang berada di sekitar sana sangat lah tercengang, karena semenjak Ying lahir sampai sekarang tidak ada yang berani membangunkannya seperti itu**,...
"bangun woiiii, udah pagi, masih belum bangun juga, anak ini, bangun heyy" teriak Ran Ran membangun kan Ying yang tidur pulas
"iya-iya aku bangun ah, capek, wah wangi makanan, bikin orang lapar lagi!" ungkap Ying Tampa sadar
"kamu!! kamu mandi dulu cuci,muka, paham!" perintah Ran Ran kepada Ying,
..."...
__ADS_1
...Ying pun setuju, dan mulai berlari seperti anak kecil ke kamar mandi dan mulai mandi...
"dasar anak-anak" ungkap Ran Ran dengan pelan-pelan