
...Akhirnya Ying pergi menyiapkan barang-barang nya untuk menuju ke suku peri, meskipun agak curiga tapi dia tidak tahu harus berbuat apa...
......Beberapa saat kemudian......
...Akhirnya Ran Ran telah menyiapkan barang-barang nya dan pergi menuju kemahnya Ying, sedangkan Ying yang sudah siap dari tadi agak ngantuk jadi tidur sebentar...
"Ying! kau udah siap ak?" tanya Ran Ran yang sudah sampai di kemahnya Ying
"Nona kenapa Yang Mulia belum merespon?" tanya Fei Fei kepada Ran Ran
"saya mana tau Fei, bagaimana kalau menerobos masuk?" ungkap Ran Ran dengan muka licik
"tapi Nona apa yang mulia mengijinkan?" tanya Fei Fei dengan takut
"itu tak masalah kok! ayo kita menerobos masuk, aku yang tangguh jawab kok!" ungkap Ran Ran dengan santai
"tapi" ungkap Fei Fei dengan khawatir
"tak ada tapi tapi ayo kita menerobos masuk!" ungkap Ran Ran yang mau menginjak ke kemah nya Ying
...sementara itu Ying masih tidur lelap di atas kasur halus yang di tidurnya, Ying yang belum sadar pun mulai mendengar teriakan Ran Ran,...
"Ying bangun yuk!!" ungkap Ran Ran kepada Ying
"ahh bentar lagi lah ya!" ungkap Ying yang masih ngantuk besar
"ayok bangun!" ungkap Ran Ran sambil membangun kan Ying
...Akhirnya Ying pun bangun dan mulai berdiri. Akhirnya Ying pun mulai menyuruh pelayan nya untuk mengangkat barang-barang nya pergi ke kereta kuda...
...setelah Ying menaikki kereta kudanya, Ran Ran pun menyusul kereta kudanya Ying agar dapat sekereta dengan Ying, untung saja Ying membolehkan Ran Ran naik kereta kuda yang sama dengan nya...
...Tapi ketika Ran Ran melihat Ying, Ran Ran menyadari bahwa Ying pucat dan Ran Ran pun mulai khawatir dengan keadaan nya Ying...
"Ying apa kamu baik-baik saja?" tanya Ran Ran yang melihat Ying agak pucat
__ADS_1
"aku tidak apa-apa kok!" ungkap kepala Ran Ran
supaya menenangkan hatinya Ran Ran
"kamu berbohong kepada ku kan! aku dapat melihat kamu agak demam!" ungkap Ran Ran kepada Ying yang sudah tau bahwa Ying sedang berbohong
"maaf aku merasa seperti nya aku terkena sesuatu sehingga kepalaku menjadi pusing dan aku uhuk uhuk tidak tahu apa penyebabnya!" ungkap Ying dengan suara pelan kepada Ran Ran
"kamu! kamu kenapa tidak memberitahu kan aku kan jadinya kamu sakit kepala, aku sudah tahu tadi ketika aku membalut lukamu, ada racun di balik senjata yang digunakan pembunuh itu tadi, dan aku sudah memberikan obat penawar, tapi jika membuat demam berarti luka mu sedang terinfeksi!" ungkap Ran Ran kepada Ying dengan tegas
"aku tidak tau soal penyakit, itu sebabnya aku tidak memberitahu kan kepada mu!" ungkap Ying kepada Ran Ran
"huh untung saja aku tau ilmu medis, jika tidak kamu tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan mu!" ungkap Ran Ran mengejek Ying
"kamu kok gitu? uhuk uhuk pada hal aku itu baik loh sama kamu uhuk uhuk" ungkap Ying yang suaranya masih lemah
"untung aja sebelum naik kereta ini aku membawa obat penawar ini, kamu minum lah lalu kamu tidur lah, di pangkuan ku agar kamu merasa nyaman!" ungkap Ran Ran Kepada Ying sambil menghela nafas
"baiklah" ungkap Ying kepada Ran Ran dengan pasrah
...Ran Ran yang dari tadi menatap wajah nya Ying yang tidur lelap pun mulai tersenyum, karena Ran Ran lebih suka melihat Ying menjadi tenang dari pada melihat Ying mengganggu nya di saat di istana...
"sistem apa kamu masih ada di sana?" tanya Ran Ran kepada sistem yang sudah lama tidak berbicara kepada Ran Ran
"saya di sini saja Nona hanya Nona saja yang jarang menggunakan saya!" ungkap sistem kepada Ran Ran
"kalau di pikir-pikir kenapa sih ingatan pemeran utama wanita ini tidak dapat aku ingat sedikit pun? apa kamu dapat memulihkan nya sekarang?" tanya Ran Ran kepada sistem
"Nona sistem di sini tidak mengizinkan Nona mendapatkan ingatan pemeran utama wanita Nona, suatu saat pasti Nona akan dapat meningkat nya sendiri!" ungkap sistem menjelaskan kepada Ran Ran
"alah alasan coba dulu mana tau bisa!" ungkap Ran Ran kepada sistem
"Ta-tapi Nona sistem akan eror nantinya! dan poin yang anda dapat kan akan menjadi menghilang" ungkap sistem kepada Ran Ran menjelaskan agar Ran Ran tidak mencoba melakukan hal yang bodoh
"kamu ini buat aku marah saja!" ungkap Ran Ran Kepada sistem
__ADS_1
"Nona anda harus menaklukkan hal ini Nona saya tidak dapat melakukan hal-hal yang melanggar sistem Nona!" ungkap sistem menjelaskan kepada Ran Ran
"huh pergilah sebelum aku muak mendengar kata-kata bodoh mu itu!" ungkap Ran Ran yang mencoba bersabar
"baik lah Nona" ungkap sistem yang pasrah kepada Ran Ran
"huh sialan semua kok jadi gini?" ungkap Ran Ran yang masih belum keluar dari dimensi sistem
...setelah Ran Ran keluar dari dimensi sistem Ran Ran pun mulai menatap ketampanan Ying yang sedang tidur lelap di samping nya....
"akan lebih baik jika kamu tetap menjadi seorang yang tenang" pikiran Ran Ran
...Beberapa jam kemudian belum juga nyampai di kerajaan suku peri, Ran Ran pun mulai mengantuk dan mulai tidur di samping nya Ying. Untung saja Ying beberapa menit kemudian melihat Ran Ran yang sudah tertidur lelap di samping pun tersenyum kecil ...
"hahaha kamu memang selalu menarik di natakuy!" pikiran Ying
...Beberapa saat kemudian kereta kuda pun berhenti dan akhirnya Ran Ran terbangun melihat Ying yang berada di sampingnya dan melihat kaki Ying di jadikan bantal oleh Ran Ran, sungguh kejadian yang Sulit di jelaskan...
"aaa kamj kok aku!" ungkap Ran Ran yang baru sadar
"apa? kok baru sadar dari bangun ya? apa kamu masih mau tidur?" tanya Ying mengejek Ran Ran
"huh kamu memang begitu, tapi ngomong-ngomong kenapa kereta nya menjadi berhenti?" tanya Ran Ran yang penasaran
"aku juga mana tahu, dari pengamatan aku sih harus nya di sini bukan kerajaan suku peri!" ungkap Ying yang juga heran
"apa ada sesuatu di sana? apa perlu kita lihat?" tanya Ran Ran kepada Ying
"sudah lah biar para perajut saja yang mengurus hal itu!" ungkap Ying Kepada Ran Ran
"huh kamu terlalu percaya diri, entah ada sergapan? kita tidak tahu loh!" ungkap Ran Ran mengejek Ying
"Yang Mulia gawat!"
...****************...
__ADS_1