
ke esokan harinya ...
seperti biasa nek Imah datang ke villa milik keluarga pratama untuk bersih-bersih, sebelum nya nek Imah tidak mengetahui kalau tuan muda Kevin sedang berkunjung ke perkebunan.
tanpa mengetuk pintu nek Imah langsung membuka pintu kamar kevin.
"ceklek....hah Astaga..!!" nek Imah kaget matanya terbelalak.
"tu...tuan tolong maafkan saya karena telah lancang masuk ke kamar tuan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu" ucap nek Imah gugup.
Kevin saat itu tengah duduk di bibir ranjang menghadap jendela, menikmati udara sejuk pagi hari dari perkebunan milik nya.kevin menoleh ke arah pintu.
"hmmm...tidak masalah masuklah nek,aku akan pergi mandi dulu"
segara nek Imah membersihkan kamar Kevin,kemudian pergi begitu saja.
lama sekali aku tidak datang ke sini, terakhir aku datang kesini ketika usia ku 7 tahun ...!!
°°°
tidak lama nek Imah selasai membersihkan villa dan hendak pergi ke kebun.
"nek, ,tunggu sebentar.." Bambang berlari mengejar nek Imah
"ada apa bam, ,??"
"hoshhh..hosshhhh .." nafas Bambang terengah engah
"begini nek,bisakah nenek membantu saya mencarikan seorang gadis untuk melayani tuan muda."
"hah, , ...yang benar saja kamu Bambang di sini semua gadis nya baik-baik walaupun tinggal di desa" bentak nek Imah karena salah faham dengan ucapan Bambang.
"ya ampun nek, , maksud saya gadis buat melayani makan tuan muda, seperti sarapan,makan siang,dan makan malam nya itu saja tidak lebih." menjelaskan
"lihat pagi-pagi buta saya sudah harus cari bubur ayam,nek Imah kan tau ini pedesaan tidak seperti di kota jadi gak mudah buat cari makanan yang cocok dengan selera tuan muda." tambah nya
nek Imah terdiam untuk mencerna ucapan Bambang saat itu, terlintas di pikiran nya bahwa Puspita belum bekerja sejak lulus sekolah,tapi nek Imah ragu apakah Puspita mau menjadi seorang pelayan,nek Imah terlihat melamun.
"hallo, ,nek.." ucap Bambang menyadarkan lamunan nek Imah.
__ADS_1
"eh Iyah bam...coba nanti saya bantu cariin"
"oh iya apakah Puspita ada di rumah,sambil nunggu dapat pegawai bolehkan Puspita memasak untuk makan siang tuan muda." ucap Bambang spontan.
"saya tidak yakin bam, , Puspita mau melakukan nya !!"
"saya mohon nek, ,siang ini saja" ucap Bambang sambil menyatukan kedua tangan nya.
"haiihhh... baiklah coba kamu temui dia di rumah,saya akan pergi ke kebun sekarang" ucap nek Imah sambil berlalu pergi menuju kebun."
rumah nek Imah
"assalamu'alaikum...tok...tok...tok"
"wa'alaikumsalam... eh pak Bambang ada apa?"
Puspita dan Bambang pun duduk di kursi bambu di depan rumah.
"saya buatkan teh dulu sebentar ya pak.." Puspita hendaak beranjak dari kursi.
"tidak usah pus, , saya tidak lama...saya cuma mau jemput kamu aja" kata Bambang
mata Puspita terbelalak "hah, , apakah nenek saya tidak apa-apa? apa dia sakit? atau dia kelelahan ? kenapa nenek saya pak sampai bapak menjemput saya kesini? sekarang di mana nenek saya?..." ucap Puspita nyerocos
"haiihhhh pus , , kau ini berlebihan"
Puspita masih terdiam,dan memperhatikan Bambang berbicara
" pus ... bisakah kamu membantu ku saat ini" ucap Bambang sambil menggenggam tangan Puspita
"eh , , singkirkan tangan mu pak mandor"
"ma..maaf pus" wajah Bambang terlihat frustasi saat itu,dia menunduk
"ada apa sih pak ... drama deh" sambil cekikikan agar suasana nya tidak tegang.
" di villa ada tuan muda kevin, kau kan tau orang kaya tidak biasa makan makanan sembarangan" Puspita mengangguk
"pus mau kah kamu memasak di sana untuk siang ini, ,aku belum mendapatkan pegawai untuk bekerja sementara di sana selama tuan muda berada di sini. . . kamu mau kan ??"
__ADS_1
Puspita memandang wajah Bambang dan Bambang pun balik memandang Puspita.
"hffttttt . . . ha ha ha ha, , hanya itu dan kamu sampai se frustasi ini." Mereka pun tertawa ter bahak bahak,Bambang ikut tertawa melihat Puspita tertawa geli.
"ya ampun ya ampun perut ku sakit sekali hahahaha " Puspita pun berdiri dan seketika itu "aauuuhhhh. . ." dia lupa kalau kemarin kakinnya keseleo.
Bambang pun kaget " ka. . kaki mu kenapa pus"
"tau tidak kemarin aku hampir ketabrak mobil pak,dan bukan nya minta maaf dia hanya berlalu begitu saja, sebenarnya aku kesal tapi apalah daya kaki ku begitu sakit jadi aku biarkan saja dia pergi." sambil Puspita kembali duduk
hmm. . .ingin rasa nya aku menonjok nya saat itu . .!!! geram Puspita
" baik lah aku akan bersiap-siap dulu sebentar ya pak mandor " sambil berlalu masuk ke dlm rumah.
"kau yakin pus , ,kau tidak keberatan ??" tanya Bambang.
namun Puspita tidak menggubris nya dan meninggalkan Bambang begitu saja.
villa Pratama
Kevin saat itu sedang berdiri melihat ke arah luar dari balik jendela , dia sengaja masih beristirahat karena kemarin dia mengendarai mobil nya sendiri dari kota A ke kota B.
siapa wanita itu ??...
Kevin melihat Bambang berjalan kaki sambil mengobrol bersama Puspita karena jarak rumah nek Imah dan villa tidak jauh.
"***. . . " ucapan Puspita dan Bambang terpotong melihat pintu yang di buka dari dalam "cekleeekkk. . ."
"kau , ," Puspita menunjuk Kevin dan menyipitkan mata nya.
Kevin malah menolehkan pandangan nya ke arah lain.
" Puspita jaga sikap mu , , ini tuan muda Kevin " tegur Bambang.
" hey , , kau kenapa kesini ? apa jangan-jangan kamu minta uang ganti rugi, baiklah nih." Kevin mengambil lima lembar uang ratusan ribu dan melempar nya kepada Puspita.
"pergilah . . !!" usir Kevin dan kemudian berlalu masuk ke dalam.
" heyyyyy . . ." teriak Puspita mengejar kevin ke dalam.
__ADS_1
Bambang yang saat itu menyaksikan kejadian tersebut masih berdiri mematung di depan pintu dengan wajah kebingungan.
Author : maaf yah author masih belajar jangan lupa tinggalin jempolnya nya yah,author juga dengan senang hati menerima Krisan nya dari para readers 😘😘😘😘