
Hari mulai pagi,udara dingin mulai sedikit menusuk ke dalam tubuh Puput.
Dia mulai mengerjap ngerjapkan mata nya.puput terduduk di atas ranjang dengan sedikit meregangkan kedua tangan nya.
Kedua bola mata Puput menyelidik ke seluruh sudut kamar.
"Hmm,ini kenapa aku ada di dalam kamar?"
Puput merasa keheranan ketika mendapati dirinya sudah tidur di dalam kamar padahal sebelumnya Puput tidur bersama olive di ruang tv.
Puput melirik ke arah samping,melihat olive yang sedang meringkuk di bawah selimut,dengan menenggelamkan seluruh tubuh nya.
"Dimana ponsel ku yah ?"
Tangan Puput bergerak menelusuri seluruh bagian ranjang,hingga mendapati ponsel nya berada di atas nakas tepat di samping ponsel olive.
Puput mengusap layar ponsel nya dan melihat waktu menunjukkan pukul 04.30.
Puput pun segera terperanjat bangun dari tempat tidur nya dan segera berlari menuju kamar mandi.
15 menit kemudian Puput keluar dari kamar mandi,dengan pakaian yang sama,Dia berjalan menuju lemari berharap menemukan mukena untuk salat.
Setelah menemukan mukena di dalam lemari,Puput segera menunaikan ibadah salat subuh.
°°°
Saat pagi hari di meja makan,orang orang telah berkumpul untuk sarapan,olive pun ikut turun ke dapur untuk membantu Puput membuat kan sarapan.
Olive membawa 1 piring dengan isi ikan bakar dan 1 piring sambal dengan lalapan.
"Sarapan ala chef olive sudah siap" Olive berjalan dengan gaya khas seorang model,tak lupa senyum lebar menghiasi bibir nya.
Olive merasa bangga dengan hasil masakkan nya, walaupun masih di bawah bimbingan puput.
" Haiiihhh aku yakin kamu hanya membantu mencuci timun." ledek Erik yang di ikuti gelak tawa Puput,Kevin,dan juga Bambang.
Puput pun cemberut,merasa jengkel dengan kejahilan sahabatnya itu.
"Sayang,kamu juga ikut menertawakan aku yah?"
Rengek olive pada Kevin,sambil menata piring di atas meja makan.
"Iya maaf sayang,habis aku gemes liat kamu begitu bersemangat." Bujuk Kevin seraya mengusap punggung olive yang saat itu tengah berdiri di samping nya.
" Pacaran terooossss, seketika jiwa jomblo ku meronta meronta" ucap Erik.
Begitupun dengan Puput yang menundukkan kepalanya,memperlihat kan ekspresi tidak suka dengan kedekatan keduanya.
Dan Bambang hanya memperhatikan saja.
°°°
Tiba di mana erik dan yang lain nya harus kembali ke kota A.semua nya terlihat sibuk mengemasi barang barang nya.
Kevin dan Erik memasukan koper ke mobil nya masing masing.
Olive terlihat berjalan menuju halaman depan villa,yang di mana mobil Erik dan Kevin sudah terparkir.olive menyeret koper dan menenteng tas branded nya.
Dengan dress berwarna putih tulang selutut bermotif bunga tulip.Dia terlihat sangat cantik dengan rambut hasil kepangan puput.
" Hallo princess,kamu akan ikut mobil bos mu atau mobil pangeran mu ?" Erik bergaya ala ala prajurit kerjaan dengan membungkukkan sedikit tubuh nya.
" Bos apa kau mau membawa koper ku ini ?" kata olive dengan gaya memelas.
"Wohooo tentu saja princess kau begitu menawan hingga aku tak mampu menolak nya" Erik pun meraih koper olive dan memasukan nya ke dalam mobil.
"Ayo sayang" olive meraih lengan Kevin dan mengajak nya masuk ke dalam mobil.
" Heiiii , , kau akan pulang dengan siapa ?" Teriak Erik namun hanya di balas dengan uluran lidah dari olive.
" Ah sialll " Erik terlihat kesal karena olive berhasil mengerjai nya.
Langkah olive terhenti ketika Kevin membukakan pintu mobil untuk nya,dia melirik ke arah puput yang dari tadi menunjukkan wajah nya yang begitu sedih.olive pun kembali menghampiri nya
"Sayang apa kamu tidak mau ikut dengan ku ke kota ?" Olive memeluk tubuh Puput.
"Apa kamu sudah memikirkan dengan baik tawaran dari ku saat di ruang tv waktu itu?" Olive meraup kedua pipi olive.
"Ini untuk masa depan mu,namun aku tidak mau memaksa mu,kamu bisa datang mengunjungi ku kapan saja kau mau,aku pasti sangat merindukan mu sahabat kecil ku"
Puput pun mengangguk kemudian menangis terisak Isak tanpa sepatah katapun,dan olive pun kembali memeluk nya sejenak sebelum berlalu masuk ke mobil.
Kevin sempat memandang ke arah puput sebelum akhirnya masuk ke mobil menyusul olive.Dan tangis Puput pun semakin menjadi jadi membuat Erik sedikit mengerutkan dahi nya.
" Haiiihhh gadis itu tertular dengan sahabat bodoh ku seperti nya,dia jadi ikut bertingkah konyol"
Bambang yang ikut mengantar kepergian bos nya ke halaman depan villa saat itu,tak tega melihat Puput menangis menjadi jadi seperti orang yang di tinggal pergi kekasih nya.
Bambang mendekati Puput dan memeluk nya.
Kevin memperhatikan kejadian itu pun sempat memukul stir mobil nya.kevin segera menancap gas dan segera meninggalkan villa.
"Ehemmm" deheman Erik membuat Bambang melepaskan pelukannya.
"Eh maaf put,maaf tuan sa , , saya" Bambang terlihat sangat gugup dengan tingkah nya barusan.
" Puput kamu ikut aku sekarang" perintah Erik sambil menarik tangan Puput dan membukakan pintu mobil nya.
Mata Puput pun terbelalak,dia mengusap kasar air mata di wajah nya.
"Erik kamu mau bawa aku ke mana?" Puput menahan dirinya agar tidak masuk ke mobil.
"Tuan , , Puput mau di bawa ke mana ? Dia , ,"
"Tenang aja bro,aku tidak akan menculik nya koq,hanya mau membawa dia ke rumah nenek nya saja" ucap Erik sambil tersenyum,dan mendorong tubuh Puput dengan perlahan masuk ke dalam mobil.
Erik segera berlari ke sisi lain mobil nya dan segera masuk ke dlm mobil.erik menancap gas dan meninggalkan Bambang begitu saja.
" Apa tadi kamu bilang,ke rumah nenek ?? Dengan mobil ??" Puput terlihat kebingungan.
Namun hanya di balas dengan senyuman oleh Erik.
°°°
__ADS_1
"Kalo nenek terserah Puput aja tuan , ,"
Nek Imah menyerahkan segala keputusan nya sama Puput,ketika erik meminta izin kepada nek Imah untuk membawa Puput pergi ke kota A setelah menceritakan semua permasalahan yang sedang di hadapi oleh keluarga nya.
Erik pun memandang Puput dengan penuh harap.
"Put,aku mohon ini menyangkut kehidupan banyak orang, termasuk warga desa sini yang berpenghasilan dari kebun" ucap erik menjelaskan.
"Apa nenek gpp tinggal sendirian tanpa Puput ?" Tanya Puput dengan menggenggam tangan nenek nya.
" Nak , pergi dan bantu lah keluarga tuan,nenek pasti akan selalu mendo'akan Puput terus koq disini " ucap nek Imah dengan mengelus pipi mulus cucu nya itu,mereka pun saling memeluk dan menumpahkan kesedihan keduanya sebelum berpisah.
"iya baik lah kalo itu yang terbaik,tapi Kalo nenek kangen Puput,suruh bambang hubungi Puput yah nek, ,hiks , ,hiks , , hiks, ," karena nek Imah sangat kolot dia tidak bisa menggunakan ponsel pintar sekalipun Erik bersedia membelikan nya.
°°°
Mobil mewah berwarna putih melaju dengan sangat kencang.suasana di dalam mobil sangat hening,Puput yang sedari tadi hanya terdiam dengan mata terus memandang ke arah luar mobil.erik sesekali melirik Puput, sampai pada akhirnya mobil Erik berhenti di sebuah rest area.
" Apa kamu lapar ? Kita bisa istirahat sebentar disini jika kamu mau." Tanya erik namun hanya di balas gelengan kepala oleh Puput.
"Apa kamu merasa terpaksa melakukan ini,jika ya kita akan kembali ke kampung halaman kamu put ??" Namun lagi lagi puput hanya menggelengkan kepalanya.
Erik melepaskan sabuk pengaman nya dan meraih dagu Puput agar dia mau menatap wajah nya.
"Aku mohon jangan seperti ini put,katakan padaku kamu kenapa ?" Erik mulai merasa tidak nyaman dengan sikap Puput.
Tangan Puput bergerak memegangi punggung tangan Erik.
" Tidak aku tidak apa apa,aku hanya mengkhawatirkan nenek ku saja koq Rik" Puput terlihat memaksakan senyum nya.
"Maaf, sudah membuat kamu khawatir." Tambah nya.
Mendengar hal itu Erik merasa lega.erik takut bahwa Puput merasa tertekan dengan keputusan nya.
"Aiiihhh begitu yah,tenang lah nenek sekarang sudah aku pindahkan ke villa put, bambang yang bertanggung jawab menjaga nenek di sana,aku juga sudah menyewa seorang perawat untuk bekerja melayani nenek,mulai sekarang dia tidak akan melakukan pekerjaan apapun lagi." Erik mengusap pucuk rambut Puput dengan lembut.
"Benarkah ?" Mata Puput terlihat berbinar binar.
"Tentu saja,apa sekarang kamu bisa tenang,hmm ??" Erik mengangkat kedua alis nya dan menurun naikkan nya.
"Tentu saja." Senyum lebar menghiasi bibir manis Puput, setelah mendengar penjelasan Erik Puput merasa lega meninggalkan nenek nya sendiri di kampung. Dia pun segera memeluk tubuh Erik dengan erat.
"Terimakasih" suara Puput terdengar lirih.
Beberapa jam kemudian, tibalah Puput dan Erik di sebuah apartemen yang cukup mewah.yang Di lengkapi 2 kamar tidur, 1 ruang tamu,dan dapur kecil dengan meja ala bartender yang di lengkapi 2 kursi yang di atas meja nya di hiasi gelas gelas yang menggantung.
"Wah ini apartemen milik mu Erik ?"
Tanya Puput.
Dia terlihat kagum dengan desain interior yang ada di dalam apartemen milik Erik.
" iya , ,Akan aku tunjukkan kamar mu,ikut lah dengan ku" Erik melangkah dengan menyeret koper milik Puput menuju salah satu kamar.
Ceklek , ,
Terlihat sebuah ruangan yang di lengkapi ranjang yang cukup besar dan empuk.
Ruangan itu di desain khusus untuk seorang perempuan oleh Erik, berharap suatu saat jika ia memiliki kekasih dia bisa membawanya ke sini dan bermalam bersama.ya namun itu sangat lah tidak mungkin bahkan sampai saat ini pun Erik belum pernah berkencan dengan seorang gadis manapun.kehidupan nya hanya di sibukkan dengan pekerjaan nya saja.
Puput melangkah menuju ranjang yang di hiasi sprei bermotif swan berwarna biru.dia duduk dan mengusap lembut ranjang yang di duduki nya.mata nya menyelidik ke setiap sudut ruangan.
"Ini indah sekali Erik,apa ini kamar milik kekasih mu ??" Tanya Puput.
Erik yang sedari tadi melihat tingkah laku Puput itu pun hanya tersenyum tipis.
"Aku tidak pernah memiliki kekasih" jawab nya singkat.
Erik melangkah menuju ranjang dan naik di atasnya dan duduk menyila di samping puput.
Puput sedikit memperlihatkan kerutan tipis di dahinya.
" Hah ,benarkah ?? Aku tidak percaya ini orang setampan kamu gak pernah punya pacar??"
" benarkah aku tampan,apa kamu menyukai ku hah??" Erik mengarahkan wajah nya tepat di belakang telinga Puput.suara Erik terdengar lirih nafas hangat terasa menyapu tengkuk Puput, membuat nya bergidik geli.
" Ih apaan sih GR bgt " wajah Puput terlihat merona menahan malu.
Erik berbaring di atas ranjang,meluruskan kaki nya yang terasa sangat pegal.menopang kepala dengan kedua tangan nya dan menatap langit langit kamar.
"Aku menyukaimu"
Puput memutar tubuh nya sekaligus menghadap Erik.
"Kau bilang apa ?"
Mata Erik bergerak turun.dia mengulas senyum termanis nya.
"Tidak,aku tidak bilang apa apa"
"Aku mendengar nya koq" ucap Puput.
"Apa?" Erik menahan senyum nya dia berpura pura se akan dia tidak mengucapkan apa apa.
"Aku menyukai mu." Ucap Puput.
"Aku juga menyukai mu" jawab Erik dengan tersenyum sangat lebar.
"Iiihhh , ," Puput berdecak jengkel karena Erik berhasil mengerjai nya.
Puput menggeser tubuh nya agar lebih dekat dengan Erik,dia memukul dada Erik yang membuat Erik merasa geli dan tertawa terbahak bahak.karena bagi Erik pukulan yang di berikan oleh Puput di dada bidang nya tidak berasa apa apa.
Tangan Erik menarik pinggang Puput.membuat Puput jatuh di atas pelukan erik.tangan Puput menahan di atas dada erik untuk memberi jarak di antara keduanya.
Erik menyelipkan rambut yang menutupi wajah cantik Puput.
Erik sedikit menarik tengkuk puput,dan mendekat kan bibir nya di dekat telinga Puput.
"Jadilah wanita milikku !!" Suara Erik terdengar parau.
Mendengar hal itu Puput segera berusaha bangun dan menjauh dari Erik,dada nya berdegub begitu kencang.prasaan nya bercampur aduk.
" A , ,a aku mau mandi dulu Rik,disini gerah banget yah" Puput segera berlari ke kamar mandi dan mengunci pintu nya.
__ADS_1
Wajah Erik terlihat murung saat Puput mengabaikan ucapan nya.Ada sedikit guratan kecewa di wajah nya.
Dret dret dret
Erik meraih ponsel di saku celana nya,dilihat layar ponsel nya saat itu olive yang menghubungi nya.Erik segera menjawab panggilan dari olive dan menempelkan ponselnya di telinga.
" Hallo , ," suara dari sebrang sana.
" Hmm , ,ada apa ?" Erik menjawab dengan malas panggilan dari olive.
" Rik aku dan kakak mu sudah sampai di rumah,kamu di mana?"
" aku tidak pulang ke rumah olive,aku pulang ke apartemen."
" Lalu bagaimana dengan koper ku Rik ?"
" Kirim supir aja,aku gak bisa mengantar nya ke sana,aku sedang sibuk saat ini." Ucap erik.
Ponsel Erik masih menempel di telinga nya.Dan panggilan dari olive pun masih tersambung.
"Erik boleh aku minta tolong !" teriak Puput dari balik pintu kamar mandi yang terbuka,kepala Puput sedikit mengintip ke arah luar.erik pun menoleh ke arah sumber suara.
Olive mendengar suara perempuan di tempat Erik berada.
"Hallo , ,Erik apa kau sedang bersama seorang wanita ?? Hallo , ,kau mendengar ku ??"
Sadar olive mendengar suara Puput,Erik segera bangun dari ranjang dan menempelkan 1 jari ke bibir nya.memberi kode agar Puput tidak bicara lagi.
" ee , ,Aku lagi ada urusan,nanti aku kabari lagi ya.bye" Erik segera mematikan panggilan dari olive dan melempar ponsel nya ke ranjang.
Erik segera melangkah menuju pintu kamar mandi di mana Puput sedang menunggu nya.
" Ya ada apa put?"
" Bisa kau ambilkan pakaian ku,aku lupa membawa nya." Ucap Puput sedikit ragu ketika harus meminta tolong seorang pria untuk mengambil pakaian dan barang pribadi nya.
Karena tadi dia terburu buru masuk kamar mandi untuk menghindari erik.Setelah selesai mandi Puput baru sadar bahwa dia tidak membawa pakaian ganti.sedangkan di kamar mandi hanya tersedia handuk yang panjang nya hanya sampai di atas lutut saja.
" Mau pakai baju apa ?" Tanya erik
" Terserah kamu aja" jawab Puput.
Erik pun segera mengambil koper Puput dan membongkar nya,dia mengambil celana pendek berwarna putih dan baju kaos lengan pendek berwarna pink.tak lupa dia mengambil dalaman milik puput.awal nya Erik terlihat ragu untuk menyentuh barang itu namun dia meyakinkan diri nya sendiri.
"Haaiihh , ,Ini pengalaman pertama ku memegang barang milik wanita,yang bahkan dia sudah menolak cinta ku" gumam nya dalam hati.
"Semangat Erik,dia pasti akan jadi milikmu"
Erik melangkah menuju pintu kamar mandi.
"Buka pintu nya put !"
Puput pun segera membuka sedikit pintu nya dan hanya mengeluarkan tangan nya saja.
Berharap Erik segera memberikan baju nya.namun pikiran Erik tak pernah jauh dari kata jahil alih alih memberikan baju nya Erik malah mencium punggung tangan Puput.
membuat Puput yg berada di dalam kamar mandi tersentak kaget.
"Erik baju nya" teriak Puput
" Tidak !!! Sebelum kamu menjawab ya "
Ternyata Erik memanfaatkan situasi itu untuk menggoda Puput.
" Untuk apa ?" Tanya Puput dari belakang pintu.
" Mau tidak jadi wanita milikku ??"
" Tidak" jawab Puput singkat.
" Baiklah aku akan tetap berdiri di sini,dan tidak akan memberikan baju mu sebelum kamu mengatakan ya" goda Erik dari arah luar.
" Beginikah cara kamu menyatakan cinta pada seorang gadis??"
" Aku tidak peduli,ya atau tidak ??" Erik semakin bersemangat menggoda Puput Dari arah luar kamar mandi.
" Baiklah , ," sejenak Puput terdengar menghembuskan nafas kasar.
" ya aku mau" teriak Puput.
" Apa aku tidak mendengar nya??"padahal Erik mendengar nya dengan jelas.
" Iya Erik Pratama aku mau jadi , ,"
Erik segera memberikan pakaian Puput ke tangan nya.jantung Erik berdegub sangat kencang ketika Puput mengatakan Ya.sampai dia tidak bisa melanjutkan lagi aksinya untuk menjahili Puput.
tak bisa di pungkiri bahwa memang Erik benar benar menyukai Puput atau Puspitasari gadis sederhana berparas cantik yang berasal dari desa itu.
" Hih dasar menyebalkan,kakak dan adik sama saja.suka sekali mempermainkan perasaanku." Ucapan nya merujuk pada Kevin juga yang dimana waktu itu Kevin pernah mencium nya di kebun strawberry.karena Puput berpikir saat itu Erik hanya sedang bercanda saja.
" Apa ?? Apa kakak ku menggoda mu juga ? Kamu milikku put hanya milikku ingat !!" ucap Erik dengan nada penuh penekanan.
Puput berpikir bahwa Erik sudah pergi ketika dia bicara soal Kevin.namun sayangnya Erik malah mendengar nya.
"Cepatlah,aku menunggu kamu di ruang tv" Erik segera melangkah keluar dari kamar Puput.
Sesampainya di ruang tv,Erik melempar sepatu,kaos kaki,Hoodie,dan ikat pinggang nya ke sembarang tempat.hanya tinggal kaos putih dan celana panjang warna hitam nya saja yang tersisa.
Erik yang merasa sangat lelah membuang tubuh nya sendiri ke atas sofa.saking lelah nya hingga tak terasa dia terlelap begitu saja di atas sofa dengan posisi terlentang dan satu lengan nya menutupi kedua matanya.
Saat keluar kamar.puput yang sudah memakai baju pilihan Erik pun terlihat kaget melihat ruangan yang begitu berantakakkan.
Ada koper Erik yang masih ada di ruang tv,dan beberapa oleh oleh yang Puput bawa dari kampung yaitu singkong mentah,pisang 1 tandan dan beberapa jenis buah dan sayur lain nya.
" Ya ampun berantakkan sekali ini" ucap Puput.
Puput yang sudah terbiasa berbenah rumah saat di kampung pun tidak menunggu waktu lama lagi.
Dia segera merapihkan dan menata semua nya ke tempat yang semestinya.hanya tinggal koper Erik saja yang tidak ia sentuh sama sekali.
Puput takut jika ada barang berharga milik Erik yang hilang jika dia sembarang memindahkan koper milik Erik.
Puput melihat Erik tertidur sangat lelap di atas sofa,dia tidak tega membangunkannya.Dia masuk ke kamar nya dan mengambil selimut di sana.membawa nya ke ruang tv untuk menyelimuti Erik.sebelum akhir nya dia memutuskan untuk pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
__ADS_1